
Regal menyipitkan matanya ketika melihat ada seorang lelaki yang sedang memaksa seorang gadis, Regal yang tengah menyetir mobilnya pun berniat memberhentikan mobilnya dipinggir jalan, Regal berjalan mendekat kearah mereka dengan tatapan sadis miliknya.
"*******!"ucap Regal sembari memukul wajah Vado secara tiba-tiba membuat Vado terkejut melihat Regal yang datang tiba-tiba seperti itu. Begitu pula dengan kedua teman Vado dan gadis yang tengah di tahan oleh kedua teman Vado.
"Lo banci ya beraninya sama cewek doang"ucap Regal yang tak bisa menahan emosinya, sementara Vado menatap Regal tajam.
"Gue gak ada urusan sama lo jadi lo gak usah ikut campur"ucap Vado yang ingin memukul Regal tetapi Regal bisa menghindarnya. Sementara gadis yang sedang ditahan oleh kedua teman Vado menatap ke arah mereka dengan tatapan takut.
"Tapi lo gak bisa seenaknya gini sama cewek, walaupun gue gak kenal dia tapi gue gak bakal ngebiarin lo nyakitin dia"ucap Regal membuat Vado tersenyum sinis.
"Lo mau cari masalah lagi sama gue?" Regal terkekeh.
"Gue mana pernah cari masalah sama lo Do, gak ada kerjaan banget" Vado yang tidak bisa mengontrol emosnya pun ingin menonjok wajah Regal tetapi Regal bisa menghindarnya dan memegang tangannya lalu membawanya ke belakang punggungnya.
"Udah mending lo sama temen-temen lo pada pergi, atau gue bakalan buat wajah lo bonyok" Regal melepaskan tangannya, Vado berdecak.
"Awas aja ya lo disekolah, gue masih ada urusan sama lo"ucap Vado kemudian menarik kedua temannya agar pergi dari sini. Sementara gadis yang berada di depan Regal pun hanya terdiam sembari menatap Regal dengan ketakutan. Regal tersenyum tipis.
"Lo gak usah takut, niat gue mau bantu lo aja kok" Gadis itu mengangguk.
"M..ma..makasih" Regal menganggukkan kepalanya.
"Gue Regal, lo?"
"Hm gue Sabila" Regal pun menganggukkan kepalanya
"Oh iya lo kok bisa di bawa Vado kaya tadi? Lo siapanya?"
"Ee..emm... ceritanya panjang" Regal yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Lo pasti bakal di cari terus sama dia, jadi lo jangan keluar malem-malem, terus kalau bisa jangan sendirian yang ada nanti Vado ngapa-ngapain lo" Sabila tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Gue gini karena adek gue cewek dan dia juga pernah nyakitin adek gue"
"Iya makasi, gue gak tau gimana caranya ngebalas kebaikan lo" Regal tersenyum.
"Gak papa gue ikhlas kok bantu lo, yaudah karena udah malem gue bakal anterin lo pulang" Sabila hanya mengikuti ucapan Regal.
........
Regal yang bau saja menutup lokernya pun sedikit terkejut dengan kehadiran Vado di depannya, Regal menatapnya dengan tatapan datar.
"Wajah lo kurang bonyok?"tanya Regal yang membuat Vado tersenyum sinis.
"Gimana kalau lo balapan sama gue? Kalau lo menang gue janji gak bakal ganggu lo termasuk Sabila, tapi kalau gue yang menang lo jangan pernah ikut campur masalah gue" ucapan Vado membuat Regal menaikkan satu alisnya.
"Gue gak kenal Sabila, kemaren gue cuman mau bantu dia, karena gak banget kalau lo beraninya lawan cewej" ucap Regal yang kemudian berjalan meninggalkan Vado yang tampak kesal terhadap Regal.
Saat Regal baru saja ingin memasuki kelasnya Keisha tiba-tiba mencegatnya membuat Regal mengerutkan keningnya.
"Abanggggg" pekiknya membuat Regal berdecak.
"Ada apasih Kei"
"Demi apa bang Regal kemaren nolongin cewek di jalan?!"ucap Keisha dengan suara yang agak keras, membuat Regal menghembuskan nafasnya.
"Tau darimana kamu?"
"Astaga abang, abang itu lagi jadi bahan pembicaraan disekolah, karena tau kalau kemaren malem abang nolongin cewek di jalan, terus fotonya ada dimana-mana, ih abang emang bener?" Regal menghela nafasnya.
"Hm iya Kei" Keisha mendelik.
"Kok bisa sih?! Kei gak percaya masa iya bang Regal yang cueknya kayak gini segampang itu nolongin cewek"
"Apa salahnya sih Kei berbuat kebaikan sama orang? Abang kan nolongin dia aja"
Keisha menghela nafasnya.
"Iya gak salah sih, tapi abang, gimana gak kaget coba masalahnya abang tu nolongin cewek tau, cewek yang abang gak kenal lagi"
__ADS_1
"Keisha, kemaren udah malem dan dia lagi di tahan sama Vado dan kedua temennya abang juga gak tau masalah mereka apa, yang jelas abang cuman kasian Kei, ga tega kalau cewek di sakitin gitu" bukannya mendengar ucapan Regal dengan serius Keisha malah tersenyum tidak jelas.
"Aaa kok bang Regal sweet banget sih, Keisha jadi makin sayang deh"ucap Keisha sambil memeluk Regal, sementara Regal yang melihat kelakuan Keisha hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Keisha melepaskan pelukannya dan menatap Regal dengan tatapan tajam.
"Tapi awas ya abang sampai ada hubungan apa-apa sama cewek itu, Kei gak rela kalau perhatian bang Regal harus terbagi sama cewek lain" Regal terkekeh kecil dan memegang puncak kepala Keisha.
"Ngga Keisha cantik adeknya bang Regal, abang mau fokus ujian terus kerja dulu" Keisha tersenyum dan terpekik senang.
"Abang kerja biar bisa beliin Keisha apapun" Regal memutarkan bola matanya malas.
"Itu mah maunya kamu Kei" ucap Regal yang membuat Keisha terkekeh.
Setelah dari kelas Regal, Keisha tidak melihat keberadaan Talitha, dimana dia? Keisha mencoba mencarinya dikantin tetapi nihil, Keisha berdecak kemudian mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.
Talitha Fans Bang Regal.
^^^Tal, lo dimana?^^^
^^^Read.^^^
Toilet:(
Tanpa basa basi Keisha langsung berjalan menuju toilet.
Betapa terkejutnya ketika melihat banyak tissue yang berserakan di toilet perempuan dekat kelasnya, Keisha berusaha mencari sumber dari tissue tissue ini sampai akhirnya Keisha berhenti di satu toilet yang tertutup dan Keisha sedikit mendengar suara isakan tangis membuatnya perlahan Keisha membuka pintu toilet tersebut dan mendelik ketika melihat Talitha yang sedang menangis sambil sesegukan.
"Astaga Tal, lo kenapa?! Kalau ada masalah ceritaaa"ucap Keisha yang mendekati Talitha dan memegang bahunya, Talitha tak menjawab ucapan Keisha ia malah memeluk Keisha dengan erat.
"Keiii, gue nyesek bangettt huwaaa"pekiknya membuat Keisha mengerutkan keningnya.
"Nyesek kenapa sih Tal?" Talitha melepaskan pelukannya kemudan mengubah wajahnya menjadi cemberut.
"Nyesek liat foto di mading huhu"ucapan Talitha membuat Keisha mendelik dan menghela nafasnya.
"Keii gue iri sama tu cewek, gue yang bahkan sering ngobrol sama abang lo aja, abang lo gak pernah kayak gitu sama gue huwaa Kei, gue nyesek, jangan-jangan abang lo ada apa-apa lagi sama cewek itu, gue gak relaaaaa"ucap Talitha yang kembali menangis.
"Ulu ulu cup cup kasian banget sih"ucapan Keisha membuat Talitha berdecak.
"Ih gue serius Kei, lo gak ngerti gimana perasaan gue sekarang" Keisha menghela nafas.
"Gue ngerti Tal, udah ah jangan nangis gini, liat nih lo bikin toilet berantakan tau, lagian bang Regal gak mungkin ada apa-apa sama cewek itu, bang Regal cuma sekedar bantu aja kok Tal, karena udah malem juga terus dia di gangguin gitu sama gengnya kak Vado, karena kasian bang Regal ngebantuin, tadi gue udah tanya kok bang Regal langsung"
"Udah ah lo cengeng banget"ucap Keisha membuat Talitha memajukan mulutnya.
"Asal lo tau ya gue secinta itu sama abang lo" Keisha memutarkan bola matanya.
"Udah deh gak usah berlebihan pake bilang cinta segala, emang lo yakin secinta itu sama abang gue?"
"Ih beneran Kei, suer deh, semenjak gue temenan sama lo gue udah jatuh cinta pada pandangan pertama sama abang lo, gak usah tanya gimana abang lo karena ini dari sisi gue" Keisha terkekeh.
"Iya gue ngerti kali gimana bang Regal"
"Ah tau ah Kei gue masih kepikiran"rengek Talitha.
"Bahkan gue sampai gak ijinin satu orang pun masuk ke dalam toliet ini" Keisha menggelengkan kepalanya.
"Udah ah ayo ke kelas, jangan mewek terus jelek banget lo"ucap Keisha yang sembari menarik tangan Talitha agar ia berdiri, sementara Talitha dengan perasaan malasnya ia bangkit dari duduknya.
"Kei" Keisha menoleh.
"Hm?"
"Gue laper, belum makan nih ke kantin bentar ya"ucapnya sembari nyengir, Keisha pun menghela nafasnya dan mengangguk, kemudian mereka berdua pun berjalan menuju kantin.
****
Saat Keisha baru saja duduk di sofa, Regal menatapnya membuat Keisha yang menyadari itu pun menatap Regal juga.
__ADS_1
"Kenapa bang, kok liatin Kei gitu?"
"Hm nggak cuman abang mau nanya" Keisha mengerutkan keningnya.
"Nanya apa bang?"
"Itu Talitha kenapa matanya sembab gitu kayak orang abis nangis aja"ucapan bang Regal membuat Keisha mendelik hebat.
"Abang kenapa sih? Tumben banget nanyain Talitha"
"Nanya doang, kali aja dia lagi ada masalah karena kan dia deket sama kita" Keisha menggelengkan kepalanya.
"Bukan, dia nangis karena.." Keisha menggantung ucapannya membuat Regal menatapnya lekat.
"Karena apa?"
"Karena, em liat foto bang Regal di mading sekolah" ucapan Keisha membuat Regal mendelik kemudian terkekeh.
"Kenapa?"
"Kei juga gak tau bang, Talitha itu pokoknya tergila-gila deh sama abang, buktinya liat deh dia udah makin gila" Regal terkekeh lagi.
"Ada-ada aja emang sahabat kamu itu" Keisha ikut terkekeh dan menaikkan kedua bahunya.
"Kei, Talitha kan deket sama kita masa iya dia ikutan masuk grup fans abang tau, abang aja kaget pas dia sempat nongol di grup" Keisha menautkan kedua alisnya.
"Ha? Emang iya?"
"Iyaa serius" ucap Regal sembari bangkit dari duduknya.
"Mau kemana bang?"
"Kamar bentar" ucapnya sembari berjalan menuju kamarnya.
Saat sesampai di kamar suatu ide terlintas dipikiran Regal ia tersenyum jail sembari memainkan ponselnya, ia berniat mengirimkan pesan pada Talitha.
Talitha
^^^Tal, udah gak usah dipikirin, gue gak ada apa-apa kok sama cewek kemaren, gue cuman mau bantu dia aja, lo jangan nangis lagi nanti makin jelek wkwk^^^
Setelah selesai mengirim pesan tersebut, Regal tak tau bagaimana respon Talitha ketika membaca pesannya, Regal tak bisa membayangkannya ia sedikit terkekeh dan menggelengkan kepalanya karena Regal tau sikap Talitha hampir sama dengan Keisha.
.
.
.
.
.
To be continued...
jangan lupa vote dan komennya:))
Happy Readingā¤
velisateophania
.
.
.
...
__ADS_1