
"Kei"panggil Regal, membuat Keisha menoleh.
"Apa bang?"
"Gatau kenapa abang gak yakin kalau Deven itu beneran penggemar rahasia kamu" Keisha mengerutkan keningnya.
"Kenapa gitu?"
"Gak yakin aja gitu" Keisha mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian ia menatap keempat abangnya.
"Abang, 3 hari lagi Keisha ulang tahun Keisha boleh minta sesuatu?" tanya Keisha membuat keempat abangnya mengerutkan keningnya.
"Apa?"
"Di ulang tahun Kei yang ke 17, Keisha mau ketemu sama penggemar rahasia Kei, Keisha cuman mau dia boleh kan? Keisha udah besar bang Keisha bisa jaga diri Kei sendiri kok"
"Ha?"
"Iyaa bang, Keisha mau cari siapa penggemar Keisha, ya walaupun emang beneran Deven ya Keisha cuman mau deket aja boleh ya bang"ucapnya membuat keempat abangnya terdiam sejenak.
"Penting banget apa ya si penggemar rahasia itu buat kamu?" Tanya Micahael membuat Keisha mengangguk.
"Pentingnya apaan?"tanya Adrian.
"Gak tau, Keisha pengen aja gitu bang"
"Terus Keisha maunya apa sekarang?"tanya Regal membuat Keisha berpikir sejenak.
"Besok di sekolah ijinin Keisha ngobrol bentar sama Deven ya bang" Ketiga abangnya mendelik, Marcell tidak ikutan karena ia tidak paham dengan topik pembicaraan mereka.
"Buat apa?"
"Ihh bentar doang elah Keisha mau mastiin aja, dia juga gak bakal ngapain Keisha, pliss cuman ini kok yang Keisha mau" ucap Keisha yang memohon kepada ketiga abangnya.
"Kasih aja udah kalian kelamaan mikir, jugaan kan Keisha mau ngobrol doang"ucap Marcell, membuat ketiganya langsung menatap Marcell.
"Yaudah deh tuh bang Marcell udah setuju"ucap Regal membuat Keisha bersorak senang.
"Ih makasi bang Marcell"ucap Keisha sembari memeluknya, membuat Adrian, Michael dan Adrian melongo.
"Kok bang Marcell aja sih yang dipeluk"celetuk Adrian membuat Keisha memeletkan lidahnya.
******
Pagi ini Keisha sudah memberitahu Deven untuk pergi ke taman belakang sekolahnya karena ada yang ingin Keisha bicarakan, tentu saja Deven langsung mengiyakan momen inilah yang ia tunggu-tunggu. Keisha sudah lebih dulu berada di taman belakang sekolahannya, ia tidak ke kantin hari ini dan Keisha sudah memberitahu Regal.
"Lo gak kantin?"tanya Deven yang baru saja datang dan langsung duduk di sebelah Keisha, Keisha menoleh dan menggeleng.
"Ada yang perlu Keisha, bicarain sama Deven"
"Abang lo tau" Keisha mengangguk.
"Hah? Serius? Kok bisa?"
"Iya tadi Kei udah minta ijin"
"Mau bicara tentang apa?"
"Masalah penggemar rahasia itu"ucapan Keisha membuat Deven langsung tertegun, kenapa Keisha harus membahas itu, kenapa pula Keisha ingat dengan penggemar rahasia itu.
"Kenapa?"
"Keisha cuman pengen cari siapa sebenarnya penggemar rahasia itu, Deven inget kan waktu itu Deven nyuruh Kei buat ngeyakinin abang-abang Keisha? Kei bakal ngeyakinin mereka kalau Deven beneran si penggemar rahasia itu" ucapan Keisha membuat Deven mendelik.
"Seriusan?" Keisha mengangguk.
"Deven beneran si penggemar rahasia Keisha?" Deven menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Keisha perlu alasan kenapa Deven jadi penggemar rahasia Keisha saat itu, karena setau Keisha kita ketemu baru 2 hari dan Deven kan murid baru juga" Deven mengangguk ia mencoba untuk tetap biasa saja dan tidak gugup.
"Iya karena semenjak gue masuk sekolah ini, gue udah suka sama lo Kei" Keisha mengerutkan keningnya ia masih tak mengerti dengan ucapan Deven.
"Kenapa bisa? Padahal kan kita baru aja ketemu" Deven menaikkan kedua bahunya.
"Cinta itu kan gak bisa kita tentuin sendiri Kei, dia dateng gitu aja, dan gue juga gak tau kenapa saat itu gue suka sama lo Kei" Keisha terdiam ia mencoba mencerna ucapan Deven.
"Eh iya Keisha 3 hari lagi ultah, Keisha bilang ke abang-abang kalau di ultah Keisha yang ke 17 Keisha cuman mau ketemu Penggemar Rahasia Keisha, dan keempat abang Keisha gak akan larang Keisha deket sama dia" Keisha menatap Deven.
"Kalau emang beneran Deven, berarti Deven gak usah pake usaha apapun kita pasti bisa deket, yang penting Deven gak bohong aja, karena bang Regal gak yakin kalau Deven beneran penggemar rahasia Keisha"
"Tetep kasih bukti ke abang Keisha ya Dev, kalau emang beneran Deven" Deven mengangguk.
"Gue seneng banget dengernya, iya Kei gue bakal tetep ngeyakinin abang lo kalau gue itu penggemar rahasia lo selama ini" Keisha hanya tersenyum tipis menatapnya.
******
"Keisha, lo kenapa tumben gak ngantin?"ucap Talitha yang sedang berjalan beriringan bersama Keisha menuju parkiran.
"Males, ada urusan"
Keisha menghadap ke arah Talitha.
"Eh iya besok bantuin gue bagiin undangan birthday party gue ya Tal" Talitha mengangguk.
"Pasti lah" Keisha mengangguk.
"Yaudah deh gue duluan ya Tal bang Regal udah nunggu nih, lo hati-hati" ucap Keisha yang berjalan meninggalkan Talitha menuju mobil Regal.
"Nunggu lama?"
"Banget"
"Lagian kenapa gak pulang duluan aja, udah tau keluarnya lebih dulu"
"Tumben ada apa emang?"
"Gak ada guru jadi di pulangin lebih awal"
"Ih enak ya kelas 12, Keisha juga mau dipulangin" Regal hanya menggelengkan kepalanya, dan mulai menancap gasnya menuju rumahnya.
"Tadi gimana?"
"Gimana apanya?"
"Sama Deven" Keisha membulatkan mulutnya.
"Gak gimana" Regal menghembuskan nafasnya.
"Kalau dia bohong sama kamu Kei, abang gak akan segan-segan buat dia sampai babak belur" Keisha menatap malas Regal.
"Serah abang"
"Eh iya bang anterin Keisha ambil undangan yuk, katanya udah jadi" Regal mengerutkan keningnya.
"Cepet banget, kamu undangnya banyak loh"
"Gak tau katanya udah selesai, ambil sekarang aja besok mau Kei bagiin bareng Talitha"
"Temen abang ada yang diundang?" Keisha mengangguk.
"Kan abang yang nyatet nama mereka waktu itu, Keisha jadi mikir ini sebenernya ultah Keisha atau ultah bang Regal" Regal terkekeh.
"Ya gak papa kali kan abang cuman undang 2 orang"
"Kamu undang Revan juga?"tanya Regal membuat Keisha menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Undanglah"
"Iya deh, kita ambil undangannya sekarang" Keisha hanya mengangguk.
Sesampai dirumah Regal membantu Keisha membawa undangannya yang sangat amat banyak, entah siapa yang Keisha undang Regal juga tidak tahu.
"Wih Kei paan tuh?"Tanya Adrian ketika melihat Keisha yang menaruh semua undangan itu di sofa.
"Undangan buat bp Keisha" Keisha menatap ketiga abangnya dan kebetulan Michael juga ada disana.
"Keisha ganti baju dulu ya, nanti bang Regal, bang Rian sama bang Mike bantuin Keisha nyusun undangannya soalnya besok mau Keisha bagiin ke temen-temen Keisha" Ketiganya mengangguk. Keisha berjalan menuju kamarnya untuk mengganti bajunya, setelah itu ia kembali menuju ruang tamu untuk mengecek kembali undangan yang banyak itu.
"Keisha undangan bpnya kayak undangan nikahan aja, banyak banget"ucapan Adrian membuat Keisha memutarkan bola matanya malas.
"Mau bantuin gak? Kalau gak ya gak usah"
"Baperan ih, bercanda doang"
Dan mereka pun mulai memilah-milah undangan.
"Ini gimana Kei?"
"Satuinnya perkelas biar Kei gampang bagiinnya"
"Gimana mau satuin perkelas, namanya aja bang Rian gak tau" Keisha berdecak.
"Bang Rian ah, itu kan ada nama kelasnya maksud Keisha itu naruhnya yang dipisahin, itu semua udah dikelompokin kok"
"Gila kamu undang satu angkatan Kei? Emang Keisha kenal mereka semua?"tanya Michael membuat Keisha menggelengkan kepalanya.
"Keisha undang aja, udah ah gak papa"
Setelah selesai memisahkan semua undangan tersebut, Karina baru saja datang dari butik dan menghampiri mereka.
"Undangannya udah jadi Kei?" Keisha mengangguk.
"Udah nih bun, gimana sama gaun yang Keisha bakal pake?"
"Udah kok, besok kamu ambil ya" Keisha mengangguk.
"Sekalian Keisha mau kasih undangannya ke kak Revan pas pulang sekolah" Karina mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
Keisha menatap Ketiga abangnya yang tengah memasukkan undangannya sesuai dengan kelas yang Keisha beritahu tadi.
"Makasi ya bang Rian, bang Regal, bang Mike udah bantu Keisha, uhh Keisha sayang deh" Mereka yang mendengar pun serempak menatap malas Keisha, sementara Keisha hanya menyengir kuda.
.
.
.
.
To be continued.
jangan lupa vote dan komennya yaaaa
@velisateophania
.
.
.
__ADS_1
.....