
Asha keluar dari kamarnya dengan seragam lengkap yang telah dipakainya. Ia berniat mulai berangkat sekolah pagi ini, karena ia sudah lumayan sembuh dan juga dia takut jika terlalu banyak ketinggalan pelajaran. Meskipun, sebenarnya setiap hari Varo selalu mengirimkan foto catatannya.
Asha menuruni tangga menuju dapur untuk menemui nenek kesayangannya. Ia berniat untuk berpamitan kepada neneknya, sekalian izin jika nanti pulangnya agak terlambat karena mau pergi ke toko buku.
Asha mendekati neneknya yang sedang mengambilkan makanan untuk majikannya.
"Nek, Mah, Pah Asha ijin berangkat sekolah dulu ya?" ujar Asha sembari meraih dan mencium tangan mereka. "Ohh iya nek, nanti Asha pulangnya agak telat ya? Soalnya nanti mau ke toko buku dulu." Imbuh Asha.
"Iya Sha, tapi jangan sore-sore ya!" jawab Mbok Ijah mengijinkan dan Asha mengangguk.
Weida yang mendengar percakapan mereka langsung menyahut. "Asha mau pergi sama siapa nak? Kalau sendiri jangan deh, kan Asha belum tahu daerah sini. Biar Aksel temenin ya?"
Aksel yang mendengar pernyataan mamanya pura-pura cuek, padahal dalam hatinya ia berharap Asha menjawab iya.
"Gak usah ma, Asha gak sendiri kok. Nanti Asha ditemani sama Varo." Ucap Asha dengan tersenyum lebar. Weida yang mendengar jawaban Asha sedikit kecewa, karena upaya untuk mendekatkan Asha dengan Aksel gagal kali ini. Namun Weida menyembunyikan perasaannya dengan tersenyum terpaksa.
Sementara itu Aksel yang fokus dengan makanannya langsung tersedak, karena mendengar jawaban Asha jika dia akan pergi bersama Varo. 'SIAL!!!' umpat Aksel dalam hati.
"Kalau gitu Asha berangkat sekolah dulu ya Nek, Ma, Pa." Ujar Asha sambil tersenyum tipis.
"Iya hati-hati ya nak!" Imbuh Adelard dan mendapat anggukan dari Asha.
Baru saja Asha melangkahkan beberapa langkah, Aksel langsung bangkit dari tempat duduknya membuat semua orang yang sedang dimeja makan menatapnya.
"Ehhh lo, berangkat bareng gue?" teriak Aksel. Asha yang merasa terpanggil langsung menoleh.
Mengingat kejadian kemarin-kemarin membuat Asha was-was jika ia diturunkan lagi oleh Aksel ditengah jalan.
"Ehhhh itu nggak usah aku naik angkot aja!" jawab Asha sedikit gugup.
"Ma, Pa lihat deh. Padahal Aksel berniat baik tapi Ashanya aja yang nolak. Nanti kalau Aksel gak bareng sama Asha uang jajan Aksel dipotong mamah." Aksel mengadu kepada orang tuanya sambil menunjuk Asha.
"Bu ... bukan gitu Sel!"
"Asha berangkat bareng Aksel aja ya, supaya lebih cepet sampai di sekolahnya. Lagian disini itu angkot jarang banget."
"Yaudah deh mah. Sel aku bareng kamu ya?" Ujar Asha dan aksel mengangguk.
__ADS_1
Aksel lalu meraih tas dan kunci mobilnya lalu menuju garasi yang dibelakangnya diikuti Asha.
*****
Suasana didalam mobil sangat hening. Asha fokus dengan ponsel yang sedang chat dengan Varo. Sedangkan Aksel fokus mengendarai mobilnya, meskipun sesekali ia melirik ke arah Asha.
Aksel yang melihat Asha senyum-senyum sendiri sambil memainkan ponsel membuat aksel penasaran apa yang sedang Asha lakukan. Aksel melirik layar ponsel Asha sedikit dan tertera nama Varo, membuat Aksel semakin panas.
'Shit, gue aja yang serumah sama Asha gak punya nomernya. Masa Varo punya sih!' Kesal Aksel dalam hati.
"Ehhh cupu, lo nanti pulang sama gue!" ujar Aksel sambil terus fokus mengemudikan mobilnya.
"Nggak usah Sel, nanti aku mau pergi dulu." Tolak Asha halus.
"Nggak ada penolakan! Kalau lo berangkat bareng gue berarti lo juga harus pulang bareng gue!" seru Aksel.
"Emang ada ya peraturan begitu?" tanya Asha polos. Aksel yang merasa kesal memilih diam sambil mencengkeram setir mobilnya kuat-kuat.
Sekitar 10 menit mereka sampailah diparkiran Elementary High School. Asha yang tersadar langsung bingung dan panik pasalnya Aksel tidak mau jika teman sekolahnya tahu jika mereka satu rumah.
"Loh Sel kok berhenti disini? Nanti kalau ada yang tau gimana?" ucap Asha panik.
Upaya Asha sia-sia karena diparkiran terlalu banyak orang sehingga banyak yang sudah melihat jika Asha berangkat bareng Aksel. Termasuk Cherry yang sangat tergila-gila dengan Aksel, ia akan membully habis-habisan jika ada perempuan yang mendekati Aksel.
"Ehh itu bukannya Aksel ya Cher? Wah cari gara-gara tuh anak." Ujar Feby yang merupakan teman satu geng Cherry.
"Lihat aja nanti." Rutuk Cherry dengan tatapan sinisnya.
SKIP ISTIRAHAT
"Sa kantin yok," ajak Dira dan Varo.
"Emmm aku mau kekamar mandi dulu kalian duluan aja deh nanti aku nyusul."
"Mau gue temenin nggak?" tanya Dira.
"Nggak usah, lagian cuma kekamar mandi doang kok."
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu kita duluan ya." Ucap Dira dan Asha mengangguk. Dira dan Varo jalan menuju kantin, sedangkan Asha menuju kamar mandi.
Saat hendak ke kamar mandi Asha dihadang oleh Cherry dan geng nya. Cherry menarik lengan Asha dengan kasar membuat empunya merasa kesakitan.
"Ka-Kamu siapa?" tanya Asha sambil terus mencoba melepas genggaman Cherry.
"Gue pacarnya Aksel, dan lo jangan sekali-kali ngedeketin Aksel. Atau lo bakal tau akibatnya, NGERTI!" Bentak Cherry dan Asha mengangguk ketakutan.
"Mon maap ye Cher, emang lo pacarnya Aksel kayaknya enggak tuh! Orang Aksel aja nggak pernah nanggepin omongan lo, Upsssss😏." - Author
Setelah melakukan itu kepada Asha, Cherry dan kedua temannya langsung pergi meninggalkan Asha. Sedangkan Asha mengusap-usap tangannya supaya tidak terlalu kelihatan biru, karena ia tidak mau temannya khawatir. Baru setelah itu Asha menyusul temannya ke kantin.
Sesampai dikantin Asha melihat kekanan kiri mencari keberadaan kedua temannya. Varo yang melihat Asha langsung melambai-lambaikan tangannya. Asha yang melihat itu langsung menghampirinya.
"Sa kok lama banget sih?"
"Iya Dir, tadi banyak orang soalnya." Jawab Asha bohong.
"Ooo gitu ya, itu baksonya dimakan dulu gih."
Mereka pun langsung memakan bakso yang sudah mereka pesan dan dilanjut ngobrol-ngobrol. Tak jarang juga mereka sampai tertawa karena obrolan mereka.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengamati mereka tak lain adalah Aksel. Rahang Aksel mengeras karena Asha tidak pernah mengobrol sebanyak dan sebahagia itu saat bersamanya.
Verrel yang bingung dengan Aksel apa yang ditatap sedari tadi langsung mengikuti arah mata Aksel.
'Jadi lo dari tadi liat mereka Sel? Kerjain ahh.' Batin Verrel sambil smirik.
"Ehhh gila Varo sama Asha cocok banget sih, kira-kira kapan ya mereka jadian. Gue seneng banget sih soalnya mereka cocok banget." Ujar Verrel.
"B**OT lo, kaya gitu cocok. Cocok dari mananya?" sewot Aksel.
"Kenapa sih lo Sel, cocok banget itu mereka liat deh!"
"Ck, nanti lo berdua temenin gue!"
"Kemana Sel?" Tanya Gavin.
__ADS_1
"Udah diem aja nanti lo juga tahu sendiri." Jawab Aksel sedangkan Gavin dan Verrel pasrah mau diajak Aksel kemana. Mereka tahu jika tidak menurutinya Aksel akan marah-marah.