MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Latihan Basket


__ADS_3

Seperti janji Varo dan teman-temannya mereka semua akan berkumpul untuk berlatih bersama. Saat ini Asha juga ikut menemani Varo yang sudah menjadi kekasihnya beberapa hari bahkan mungkin masih beberapa jam lalu.


Karena Asha ikut menemani Varo, Dira juga memutuskan untuk ikut mereka. Dengan alasan supaya Dira bisa menemani Asha saat nanti mereka latihan.


Sesampai dilapangan basket ternyata kelas 11 IPA-1 juga sedang berlatih untuk pertandingan tiga hari mendatang. Dira yang melihat itu langsung tambah semangat karena pacarnya, Verrel juga ikut jadi bisa menatap dia sepuasnya.


"Loh yank kok kamu disini?" tanya Verrel pada Dira.


"Iya kelas aku mau latihan disini. Kelas kalian juga ya?" balas Dira.


"Iya ... waduh terus gimana ni? Kan lapangan basketnya hanya satu? Sel gimana? Atau kita pindah aja?" tanya Verrel pada Aksel karena disini Aksel yang menjadi ketua tim nya.


"Ehh ... ehh ... gausah! Kita aja yang pindah kan kalian dulu yang sampai sini." Ujar Varo yang dibelakangnya ada Asha yang selalu terdiam. Entah kenapa semenjak Asha jadian sama Varo, Aksel tak pernah lagi ngomong kepadanya. Jangankan ngomong tatapan matanya saat menatap Asha saja selalu tajam. Semenjak itu Asha menjadi takut lagi kepada Aksel.


"Gak usah kita sharing aja tempatnya. Kelas lo bagian ring sana, kelas gue bagian ring sini." Ujar Aksel sambil menunjuk ring.


"Oke makasih kalau gitu. Gaess ... kita kesana ya." Ujar Varo menginstruksi teman-temannya.


Aksel menatap Asha yang sedari tadi hanya menunduk dan terdiam. "WOY CUPU!!!" teriak Aksel dan Asha yang mendengar itu langsung menoleh meskipun bukan dengan namanya tetapi ia tahu jika yang dipanggil adalah dia.

__ADS_1


Varo yang mendengar kekasihnya dipanggil oleh orang yang menjadi saingannya dulu langsung mengerutkan keningnya.


"Kenapa, Sel?" tanya Asha gugup.


"Gue nanti mau pergi dulu sama Verrel dan Gavin. Jadi lo nanti pulangnya diantar Varo aja ya? Var lo bisa kan?" ujar Aksel dan Varo yang mendengar itu langsung mengangguk cepat.


"Dengan senang hati. Lo santai aja Sel, Asha aman sama gue. Udah yuk kita kesana!" ujar Varo dan langsung merangkul pundak Asha. Namun Varo melupakan sesuatu lalu ia berhenti dan menatap kebelakang.


"Woy Dir lo mau disini apa ikut kesana?" tanya Varo.


"Disini ada lah sama pacar gue dari pada gue disana dadi obat nyamuk lo sama Asha." balas Dira.


"Ayo!!!"


Varo, Asha, dan teman-temannya langsung berjalan ke tempat mereka akan berlatih. Tampa berlama-lama lagi Varo dan teman-temannya langsung memulai pemanasan sedangkan Asha duduk ditepi lapangan.


Sementara itu


Aksel menatap kepergian Asha dan Varo lalu ia menghela nafas panjang. Verrel, Gavin, dan Dira yang mengetahui kenyataan bahwa Aksel suka sama Asha hanya bisa menatap Aksel kasihan.

__ADS_1


"Sel bukannya kita gak mau pergi bareng ya?" tanya Gavin.


"Nggak, gue mau lihat Asha bahagia. Asha bahagia saat dia sama Varo kan? Ini yang bisa gue lakuin sekarang buat menembus kesalahan gue karena dulu sering bully dia."


"Jadi maksud lo, lo bilang sama Asha kalau lo mau pergi dulu sama kita supaya dia bisa pulang sama Varo?" tanya Verrel dan Aksel mengangguk pelan.


"I'am pround you Sel! Gue gak nyangka lo bakal jadi seperti ini." Ucap Dira.


"Udah-udah nggak usah bahas ini dulu. Kita latihan dulu buat lomba besok. Ehh ... kuncir kuda lo minggir dulu gih kita mau latihan." Ujar Gavin mengalihkan pembicaraan.


"Brisik lo kaleng krupuk!!! Gue mau disini aja nemenin pacar gue." Ujar Dira dan Verrel yang saling tatap-tatapan.


"Dih sumpah jijik gue lihatnya. Udahlah ayo kita latihan." Kata Gavin ribut sambil menarik tangan kedua temannya.


"Yank kamu sama Asha aja ya biar punya teman. Nanti pulangnya aku antar deh." Kata Verrel pada Dira.


"Oke siap!!!" balas Dira sambil jarinya membentuk huruf O. Dira langsung pergi menghampiri Asha dan langsung mengajaknya mengobrol.


"Udah Sel latihan yuk!!!" ajak Gavin dan Aksel mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


'Melepaskanmu itu berat Sha. Tapi gue juga gak boleh egois. Sudah cukup gue nyakitin lo dulu karena sering bully lo dan gue gak mau nyakitin lo untuk kedua kalinya dengan menjauhkan lo dari Varo. Gue harap lo bisa bahagia sama Varo Sha.' Ucap Aksel dalam tapi yang sesekali mencuri pandangan ke arah Asha yang sedang menyemangati Varo berlatih basket.


__ADS_2