
Seperti biasa saat istirahat Dira, Gavin, Varo dan Verrel di kantin. Sekarang hanya tinggal mereka berempat. Karena yang kalian tahu sendiri Asha sedang dirumah sakit dan mungkin Aksel sedang menemaninya.
"Ehh ... Gue kekamar mandi dulu ya," pamit Dira.
"Gue antar gak beb? Tenang gue tunggu diluar kok." Tawar Verrel.
"Lah sikaleng krupuk kekamar mandi aja mau nganterin. Mau modus ya lo?" kata Gavin.
"Diem lo nyet! Itu artinya gue peduli sama pacar gue. Emang lo? Sekali punya pacar lima giliran satu putus ehh putus semua. Kan ngenes." Ejek Verrel.
"Ehh udah-udah gue sendiri aja beb. Toh cuma kekamar mandi kok gak akan nyasar." Ujar Dira lalu pergi.
Baru saja Dira mau keluar dari bilik kamar mandi tiba-tiba ia mendengar percakapan Cherry dan geng nya yang membuatnya terkejut. Ia lalu mengambil ponsel dan langsung merekam percakapan mereka.
"Ehh ... Sumpah gue puas banget buat cupu kaya kemarin. Dan lo berdua tau gak sekarang dia lagi dirumah sakit. Cherry kok dilawan." Ujar Cherry sombong.
"Seriously beb? Sampai kerumah sakit?" tanya Ersya.
"Iya bener, gue tadi denger dari anak-anak."
"Wah puas banget sih gue. Udah ayo ke kelas ngapain juga kita lama-lama disini." Ujar Feby lalu mereka semua keluar kamar mandi.
Merasa The Girls udah keluar. Dira lalu keluar kamar mandi dan langsung berlari menuju kantin karena ia sudah tidak sabar memberi informasi kepada teman-temannya.
"Hosh ... Hosh ... Hosh ... Minum gue butuh minum." Ujar Dira ngos-ngosan dan Verrel yang melihat kekasihnya begitu langsung memberikan minumnya.
"Lo kenapa sih Dir. Kaya habis dikejar-kejar setan aja."
__ADS_1
"Gue punya informasi yang sangat gawat cuy. Lihat!!!" ucap Dira lalu memberikan ponselnya dan memutar video tadi.
Betapa terkejutnya mereka, ternyata Cherry dan gengnya sampai nekat melakukan ini.
"Gue gak bisa biarin ini. Gue harus beri mereka pelajaran." Varo bangkit dari temoat duduknya dengan emosi namun langsung ditarik oleh Gavin.
"Santai bro! Kita harus main halus, jangan kasar. Nanti kita kerumah sakit aja terus merlihatin video ini ke Tante Weida. Biar dia yang urus semua ini." Usul Gavin.
"Tumben otak lo pinter."
"Siapa dulu, Gavin gitu loh!"
"Dih najis!"
Sepulang sekolah mereka berempat ke rumah sakit untuk menunjukkan video itu sebagai bukti sekalian menjenguk Asha.
Aksel sedang memainkan ponselnya disofa ruang Asha dirawat. Karena Weida dan Mbok Ijah sedang pulang kerumah maka ia menunggu sendiri. Asha yang baru saja bangun bingung akan kehadiran Aksel.
"Loh Sel kamu gak sekolah?"
"Gak." Ujar Aksel singkat dan Asha hanya ber oh ria.
"Lo udah makan belum? Tadi gue beliin bubur didepan. Lo makan dulu gih!" titah Aksel.
"Lagi gak mood makan Sel."
"Makan! Gak ada penolakan! Gue paling gak suka dibantah!" ujar Aksel lalu menyuapi Asha. Aksel merasa senang karena bisa menyuapi Asha. Baru beberapa suapan tiba-tiba Gavin buka pintu kan merusak suasana.
__ADS_1
"Ganggu banget sih," guman Aksel pelan.
"Heyo gaes ... Ehh gue punya info baru nih. Masih anget kaya tahu bulat."
"Iya ini tuh sumpah ya, lo bakalan kaget deh."
"Gimana Sha lo udah mendingan?" tanya Varo dan langsung mendekati Asha. Asha mengangguk sambil tersenyum lebar.
"Info apa sih cepetan!" tanya Aksel.
"Nih!" kata Dira dan langsung memperlihatkan Vidio tadi.
"Wah gila sih ni anak. Gue besok bilang mama biar dia dikeluarin sekalian dari sekolah." Ujar Aksel.
"Vidio apa sih?" tanya Asha dan Aksel lalu meperlihatkannya.
"Kok Cherry tega ya ngelakuin itu sama aku. Memang aku salah apa sama dia." Ujar Asha murung.
"Lo gak salah Sha, dianya aja yang kaya gitu." Ujar Varo menenangkan Asha sambil mengusap punggungnya pelan.
"Terus aja cari kesempatan dalam kesempitan." Sewot Aksel dan yang lainnya langsung.
"Kenapa lo Sel, cemburu?" celetuk Gavin.
"Ya gak lah. Ngapain juga gue cemburu, gue gak suka aja liat orang mesra-mesraan." Tolak Aksel.
"Halah alasan." Guman Verrel pelan namun tetap dapat didengar.
__ADS_1
Asha yang mendengar itu langsung beropini. 'Aksel cemburu liat aku sama Varo. Tapi kenapa? Masa dia suka sama aku, yak gak mungkin lah dia aja sering bully aku.' Ujar Asha dalam hati.