
Mobil Aksel memasuki parkiran Elementary High School. Banyak sepasang mata yang melihat kedatangan mereka. Bagaimana tidak? Mobil Aksel itu terlalu bagus untuk seumuran mereka, dan juga Aksel yang notabenya adalah pemilik sekolah tersebut.
Aksel memberhentikan mobilnya, dan Asha langsung mau keluar mobil sebelum semakin banyak orang diparkiran. Bukannya apa-apa tapi ia tidak mau punya banyak masalah dengan fans-fans Aksel.
Saat hendak membuka pintu mobil tangan Asha ditarik oleh Aksel. "Lo kekelas bareng gue. Nanti lo diapa-apain lagi Cherry kan jadi berabe."
"Tap .... " Belum selesai Asha menyelesaikan perkataannya Aksel lalu menyelanya.
"Gue gak terima penolakan! Udah ayo cepet sebelum banyak orang!"
Mereka berdua berjalan berdampingan, Asha berjalan dengan menunduk karena malu sekaligus takut jika Cherry dan gengnya melihat mereka. Jika saja mereka melihatnya pasti Asha akan dibully lebih parah dari yang kemarin.
Tak berapa lama kemudian akhirnya Asha dan Aksel sampai didepan kelas 11 IPA-2 kelas Asha. Sedangkan kelas Aksel 11 IPA-1 berada tepat setelah kelas Asha.
Aksel mengantar Asha sampai masuk kekelasnya. Setelah Asha meletakkan tasnya dikursinya dan duduk baru Aksel pergi ke kelasnya. Semua murid dikelas 11 IPA-2 menatap heran tingkah Aksel kali ini.
Bagaimana tidak? Seorang Aksel Putra Adelard mostwanted sekaligus pemilik sekolah Elementary High School mengantar seorang gadis cupu. Sungguh sesuatu yang amat sangat langka terjadi. Bukan langka lagi tapi ini adalah yang pertama kalinya terjadi.
Varo yang melihat itu merasa tidak senang. Namun ia berusaha tetep bersikap biasa. "Sha kamu nepatin janji kamu yang kemarin kan?" tanya Varo dengan mata berbinar-binar.
"Iya Var, ini udah aku bawain."
Dira memandang Asha dan Varo bergantian. Karena ia sendiri yang tidak tahu apa yang sedang mereka bahas.
"Janji apan tuh?" tanya Dira kepo.
"Kepo lo Dir, RA-HA-SI-A." Jawab Varo dengan menekankan kata terakhir.
"Oohh ... Sekarang mainnya rahasia-rahasiaan sama temen sendiri? Oke fine!" ujar Dira pura-pura ngambek.
"Idih baperan amat dah lo Dir. Gini gue dibawain Asha bekal masakannya sendiri lo Dir."
"Lah gue gak dibawain ya Sha?"
"Aku bawa 2 Dir, kalau mau nanti kamu makan punyaku aja!" kata Asha lembut.
"Enggak Sha gue bercanda buat lo aja, nanti gue mau makan dikantin sama bebeb ku aja." Kata Dira.
"Emang ya kalau udah punya pacar itu tingkat kebucinannya meningkat lima kali lipat." Celetuk Varo.
__ADS_1
"Dih ... Iri bilang aja lo Var," jawab Dira. Asha yang mendengar perdebatan mereka hanya bisa menggeleng-geleng.
Mereka bertiga sedikit mengobrol-ngobrol sambil menunggu bel berbunyi. Beberapa menit kemudian bel berbunyi dan guru memasuki kelas mereka. Pelajaran berlangsung seperti biasanya.
Kring Kring Kring
Bel istirahat berbunyi, semua murid langsung menyerbu kantin. Dira ia menyusul pacarnya ke kantin. Berbeda dengan Asha dan Varo kali ini mereka memilih makan di bangku taman sekolah.
"Sha masakan kamu enak banget Sha. Sumpah." Ujar Varo sambil mengangkat jarinya membentuk V.
Asha tersenyum, "Syukurlah kalau kamu suka Var."
Varo tersenyum dan langsung memakan nasi goreng Asha kembali dengan sangat lahap.
Sementara itu
Dira berjalan sendiri ke kantin dan langsung menghampiri meja 3F. Aksel celingukan karena ia melihat Dira yang datang sendiri tidak dengan Asha dan Varo.
'Loh kok Dira sendiri, Asha mana?' Monolog Aksel dalam hati.
"Lo sendiri Dir, temen lo pada kemana?" tanya Aksel dingin.
"Iya, Asha sama Varo bawa bekal gue sendiri yang nggak bawa. Yaudah gue kesini aja." Jawab Dira.
"Makasih yank, tapi aku udah pesen kok."
"Duh lo berdua tuh ya, nggak bisa apa nggak mesra-mesraan didepan para jomblo gini?" ceplos Gavin.
"Dih iri aja lo Vin, cewe lo yang kemarin pada kemana hah?" ejek Verrel
"BRISIK LO REL!" celetuk Gavin
"Ehh ... by the way beneran Varo bekal sendiri? Soalnya rada aneh aja gitu." Imbuh Gavin
"Ohh itu, yang bawain Varo bekal itu Asha." Ujar Dira jujur karena dia nggak tahu apa-apa.
Aksel yang sedang meminum minumannya langsung tersedak. "Uhuk ... Uhuk ... Jadi maksud lo Varo dibawain Asha bekal dari hasil masakannya gitu?"
Dira mengangguk, Gavin dan Verrel langsung saling menatap memberi kode-kode. Dan Aksel ia langsung pergi meninggalkan kantin dengan perasaan yang tidak karuan.
__ADS_1
Dira menatap kepergian Aksel bingung. "Aksel kenapa sih?"
"Haduh yank, Aksel itu suka Asha!"
"WHAT ... REALLY? Bukannya Aksel selalu bully Asha ya?"
"Iya, itu tu buat nutupin. Kamu tahu gimana sifat Aksel kan? Nih lihat!" Ujar Verrel sambil menunjukkan chat mereka di grub tadi malam.
"Aduh! Gimana nih aku soalnya gak tahu apa-apa." Kata Dira panik.
"Udah-udah gak apa-apa. Kamu santai aja ya, gak usah merasa bersalah!"
Gavin menatap punggung Aksel yang semakin tidak terlihat. "Ehh ... daripada gue disini cuma jadi obat nyamuk, gue nyusul Aksel aja kali ya?" ujar Gavin dan langsung mengejar Aksel.
Aksel pov
Setelah mendengar perkataan Dira tadi mood gue langsung turun drastis. Gue langsung pergi dari kantin dan niat gue mau langsung kekelas aja. Tapi ditengah jalan gue lihat Asha sama Varo sedang duduk berdua dikursi taman sekolah sambil bercanda. Jujur aja gue nggak benci liat mereka berduaan.
"Gue juga pengen berduaan sambil tertawa begitu sama lo Sha. Sama saat lo sama Varo. Tapi lo aja waktu sama gue gak senyaman saat lo sama Varo. Gak sebahagia saat sama Varo. Apa yang harus gue lakuin Sha? Supaya gue bisa lo perlakuin seperti Varo." Guman gue, gue gak sanggup melihat pemandangan tadi gue langsung berlari kekelas dan menenggelamkan kepala gue dimeja.
Tak berapa lama Gavin datang dengan nafas ngos-ngosan mungkin karena dia ngejar gue tadi. Tapi kali ini gue bener-bener gak mau diganggu dulu. Pikiran gue sedang kacau.
"Sel, nanti gue kerumah lo ya? Main ps bareng. Nanti gue ajak Verrel juga." Bujuk Gavin. Gue menggeleng karena kali ini gue lagi gak mau ngapa-ngapain. Gavin yang mengerti keadaan gue langsung ketempat duduknya dan duduk.
Baru saja gue merasakan ketenangan tiba-tiba nenek lampir malah datang.
"Bebeb Aksel kok lemes, kamu sakit ya?" Katanya sambil menempelkan tangannya kedahi gue. Gue yang merasa risih langsung menepis tangan Cherry.
"Ck, apaan sih! Minggir lo!" ucap gue malas.
"Kamu panas lo Sel,"
"MINGGIR GAK!" Bentak gue yang sudah kesal dengan tingkahnya. Cherry langsung pergi sambil menghentakkan kakinya.
"Aksel kenapa sih Cher?" tanya Ersya.
"Mana gue tahu, gue aja tadi dibentak."
"Sabar ya Cher, mungkin mood nya lagi nggak baik." Ujar Feby.
__ADS_1
Gue sebenarnya dengar percakapan mereka. Tapi gue lagi males aja nanggepinya jadi gue memilih diam.
Aksel pov end