MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Manja


__ADS_3

Pelajaran telah selesai, semua murid berlomba-lomba untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Biasanya saat-saat seperti ini parkiran sangat ramai bahkan jalan area sekolahpun sampai macet.


Aksel keluar dari kelasnya bersama Gavin dan Verrel. Mereka biasanya mampir ke kantin dulu sekaligus nunggu parkiran supaya tidak terlalu ramai.


Hari ini berbeda, Aksel menunggu Asha didepan kelas Asha kebetulan kelasnya lebih awal pulangnya dari kelas Asha. Dan seperti biasa dimana ada Aksel disitu Gavin dan Verrel berada.


"Pelajaran kita sampai disini dulu, kita lanjut besok." Kata Guru yang sedang mengajar 11 IPA-2 lalu beliau keluar kelas.


Semua murid langsung memasukkan semua bukunya dan keluar kelas.


"Kamu pulang sama siapa Dir?" tanya Asha.


"Biasa Sha sama sopir aku." Jawab Dira dan Asha mengangguk paham.


"Kamu pulang sama siapa Sha? mau aku an..." Ucapan Varo terputus karena kedatangan Aksel, Verrel, dan Gavin.


"Asha pulang sama gue," ujar Aksel dingin dan langsung menarik tangan Asha kasar menariknya menuju parkiran.


Mereka menatap kepergian Aksel dan Asha. "Ehh, gue duluan ya." Ujar Varo kepada Dira, Gavin, Verrel dan langsung keluar kelas.


"Kayanya Asha bakal dapet masalah deh," kata Dira.


"Bukan kayanya lagi sih ini, udah tentu dapet." Jawab Gavin.


"Lo berdua kayanya perlu kerumah Aksel deh nanti. Gue takutnya Asha dikasarin." Ujar Dira.


"Suasana mood Aksel lagi kaya gitu, kalo kita kesana bisa-bisa gue sama Gavin yang kena marah. Lo tenang aja Dir, gue yakin Aksel gak mungkin sampai kasar ke Asha." Ujar Verrel dan Dira mengangguk mengerti.


Sementara itu


Suasana dimobil Aksel kali ini sangat mencekam. Terlihat rahang Aksel yang mengeras, dahi yang mengerut dan aura tidak enak yang menyelimutinya. Asha tak berani mengajak ngobrol Aksel. Jangankan mengobrol, Asha menatap Aksel saja tidak berani.


Sesampai dirumah mereka langsung masuk kekamar mereka masing-masing. Asha sedikit bingung dengan perilaku Aksel kali ini. Bagaimana tidak, Asha tidak melakukan kesalahan tetapi Aksel tiba-tiba seperti itu.


Asha mengganti baju dikamarnya lalu ke dapur untuk memasak. Selesai memasak Asha menghampiri Aksel ke kamarnya.


Tok tok tok


Asha mengetuk pintu kamar Aksel. Namun, Aksel tak kunjung juga membukanya. Asha yang merasa ada sesuatu langsung membuka pintu kamar Aksel dan masuk. Benar saja, Aksel tersungkur lemas di sofa kamarnya. Asha lalu memapah Aksel ke kasurnya.

__ADS_1


Asha menyelimuti Aksel dan menempelkan tangannya ke dahi Aksel untuk mengecek suhu badannya. Badan Aksel sangat panas, Asha bingung apa yang harus dilakukannya. Ditengah kebingungan Asha terdengar ponsel Asha yang berdering.


Mama is calling


"Halo Ma?"


"Halo Asha, kamu lagi ngapain? Mama kangen nih. Gak cuma mama, kita semua kangen sama kalian berdua. Oh iya... Aksel lagi ngapain ya? Soalnya dia tuh kalau dipanggil susah."


"Ma ... Ma ... Aksel sakit badannya panas banget!"


"Haduh gimana nih Sha, kalau Aksel mau bawa dia kerumah sakit ya Sha! Tapi kalau gak mau kasih aja obat di laci kamar Aksel! Soalnya Aksel itu paling anti sama rumah sakit."


"Ooo iya iya ma!"


"Maaf ya Sha jadi repotin kamu. Untuk saat ini tolong jagain Aksel dulu ya Sha. Besok lusa kita pulang kok."


"Gak ma, Asha gak repot kok. Justru Asha merasa gak enak karena selalu repotin mama sama papa."


"Asha itu udah mamah anggap seperti anak sendiri. Ohh iya Sha ... Aksel itu kalau sakit rada sedikit manja jadi jangan kaget ya!"


"Iya ma,"


"Iya ma,"


Weida memutus telfon dan Asha langsung menyimpan ponsel ke sakunya dan langsung kebawah untuk mengambil kompres. Asha naik lagi ke kamar Aksel dan langsung mengompres dahi Aksel.


Selesai itu Asha langsung menuju dapur dan berencana membuatkan Aksel bubur. Tak butuh waktu lama akhirnya Asha selesai membuat buburnya dan langsung membawanya ke kamar Aksel.


Asha menatap Aksel sejenak "Aksel bangun dulu minum obat, habis itu kamu tidur lagi supaya badannya enakan." Ujar Asha membangunkan Aksel pelan.


Aksel mengerjap-ngejapkan matanya. Memegang kepalanya yang terasa berat dan pusing. Aksel mencoba duduk Asha yang melihat Aksel kesusahan duduk ia lalu membantunya.


"Kamu makan dulu ya? Ini aku buatin bubur, habis itu baru minum obat." Ujar Asha dan Aksel menggeleng.


Asha menghembus nafas panjang. "Kalau kamu nggak makan kamu nanti tambah sakit Sel. Seenggaknya kamu harus makan meskipun sedikit. Aku suapin ya?" Ujar Asha dan Aksel mengangguk lemas.


Asha telaten menyuapi Aksel. Aksel yang diperlakukan Asha begitu merasa senang dihatinya.


'Apa gue harus sakit gini dulu supaya lo perhatiin Sha? Gue pengen lo gini terus Sha meskipun gue lagi gak sakit.' Kata Aksel dalam hati.

__ADS_1


"Sha lo khawatir gak sama gue?" Tanya Aksel sambil menatap sayu Asha.


"Siapa yang gak khawatir Sel kalau ada temannya yang sakit." Jawab Asha.


"Ini obatnya diminum dulu habis ini kamu tidur lagi ya! Supaya cepet sembuh." Ujar Asha halus sambil memberikan obat ke Aksel.


Aksel menerima obatnya lalu meminumnya. Setelah itu Aksel tiduran kembali dan Asha menarik selimut sampai ke dada Aksel.


Saat hendak keluar tangan Asha di tarik oleh Aksel, membuat sang empunya menoleh.


"Jangan tinggalin gue Sha, temenin gue disini." Ujar Aksel sambil menatap Asha memohon.


"Plis kali ini aja," imbuhnya.


Asha sempat berfikir sejenak. "Emmm ... Iya Sel kalau gitu aku kekamarku dulu ambil buku novel." Ujar Asha.


"Jangan lama-lama!"


Asha keluar dari kamar Aksel dan menuju kamarnya mengambil buku novel yang kemarin ia beli di toko buku sama Varo. Asha kemarin belum sempat membacanya dan baru mau membacanya sekarang.


Sesuai permintaan Aksel tadi, Asha lalu kembali ke kamar Aksel dan terlihat Aksel yang sudah tertidur pulas. Asha memelankan langkahnya dan duduk di sofa kamar Aksel sambil membaca buku novel ditangannya.


*****


Cahaya matahari menembus jendela kaca. Asha mengerjap-ngejapkan matanya dan langsung teringat jika ia ternyata tertidur di kamar Aksel.


Asha mendekati Aksel dan memegang dahinya. Asha menghembus nafas lega karena demam Aksel sudah menurun. Aksel yang merasa ada yang memegangnya langsung terbangun.


"Ma-Maaf kamu jadi kebangun ya Sel? Aku cuma mau ngecek demam kamu udah turun apa belum. Kamu masih pusing gak?"


"Enggak," jawab Aksel singkat.


"Sha gue gak suka lo deket-deket sama Varo." Ujar Aksel yang berhasil membuat Asha kebingungan.


"Kenapa?" Tanya Asha dengan kening yang mengerut.


"Pokoknya lo harus jauhin dia. Titik. Gak ada penolakan." Tegas Aksel.


Asha menghembus nafas panjang. "Aku kebawah dulu ya Sel. Mau masak buat sarapan." Ujar Asha mengalihkan pembicaraan lalu keluar dari kamar Aksel.

__ADS_1


'Aksel kenapa sih tiba-tiba ngelarang aku deket-deket Varo. Jangan-jangan dia ... Enggak mungkin lah mana mungkin Aksel mau sama aku yang hanya seorang cucu pembantu dirumahnya.' Monolog Asha dalam hati.


__ADS_2