MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Melepaskanmu


__ADS_3

Aksel sedang berjalan menuju kekantin bersama Gavin. Karena Verrel sudah duluan bersama Dira. Ya ... Aksel sudah mengetahui jika Asha dan Varo sudah jadian. Jika sekarang keadaannya seperti ini mungkin kemarin ia tidak memperbolehkan Asha pergi.


Tapi mau gimana lagi semua itu sudah terlanjur terjadi. Karena waktu tidak seperti oreo yang bisa diputar, dijilat, apalagi dicelupin. Aduh!!! malah iklan, oke lanjut ....


Saat mereka berjalan mereka tak sengaja mendapati Asha dan Varo yang sedang duduk berdua di bangku taman sekolah. Aksel yang melihatnya hanya bisa menghela nafas kasar. Marah??? Tentu, tapi ia sadar ia bukanlah siapa-siapa Asha.


"Lo cemburu liat mereka berdua Sel?" tanya Gavin.


"Kalau gue bilang nggak, berarti gue bohong dong!"


"Terus kenapa nggak lo perjuangin? Kan selama janur kuning belum melengkung jomblo bebas menikung!"


"Gue gak bisa egois kaya gitu Vin. Mungkin ini karma karena gue dulu sering bully Asha. Sekarang kebahagiaan gue adalah saat Asha bahagia, meskipun dia bahagianya bukan sama gue. Gue percaya kalau cinta itu tak harus memiliki." Aksel menjeda ucapaSnnya sejenak.


"Dan cinta itu juga butuh pengorbanan!" Lanjutnya.


"Ya kalau pengorbanan terus sih namanya penderitaan!!!" Celetuk Gavin dan Aksel yang mendengar itu langsung pergi meninggalkannya.


*****

__ADS_1


Bel dibunyikan kembali yang artinya waktu istirahat telah usai. Semua siswa EHS masuk kekelasnya masing-masing. Tiga hari lagi adalah ulang tahun Elementary High School dan besok akan diadakan lomba olahraga kecil-kecilan. Seperti lomba basket antar kelas contohnya.


Karena Varo adalah wakil ketua osis ia membantu mengumumkan dan mendata semua siswa yang akan mengikuti perlombaan tersebut. Tak hanya Varo tetapi ia juga dibantu rekan-rekan osisnya.


"Selamat siang!" ujar Varo didepan kelasnya.


"Siang!!!" jawab teman-temannya kompak.


"Ada apa, Var?" tanya salah satu dari mereka.


"Besok sekolah kita akan mengadakan lomba basket antar kelas. Ada yang mau ikut?" tanya Varo.


"Ulang tahun sekolah kita. Kalian lupa?"


"Ohhh ... iya gue lupa! Kapan Var perlombaanya?"


"Tiga hari lagi." Mendengar jawaban Varo semua teman-temannya langsung terkejut. Bagaimana tidak? Tiga hari lomba basket. Padahal kelas mereka yang bisa basket hanya Varo sedangkan yang lainnya tidak.


"WHATT!!! Yang bener aja tiga hari lagi."

__ADS_1


"Dadakan ya? Iya gue tahu soalnya kita juga diberitahunya dadakan. Gimana ada yang mau ikut?" tanya Varo dan yang lainnya saling menatap satu sama lain.


"Bukannya kita gak mau ikut Var! Tapi kita gak bisa main basket."


"Lo ikut gak Var?" tanya Dira.


Varo sempat berfikir, "Gue gak tau ikut apa nggak."


"Kenapa enggak Var? Kamu kan bisa main basket?" tanya Asha bingung. Bukannya mendapat jawaban Asha malah langsung mendapat sorakan dari teman-temannya.


"Cieee ... Cieee ... Cieee .... " ujar anak kelas 11 IPA-2 kompak. Asha yang begitu menjadi merasa malu bahkan pipinya sekarang sudah seperti kepiting rebus.


"Yaudah deh besok aku ikut. Nanti kalau yang kau ikut lomba latihan bareng ya dilapangan basket. Gue ajarin deh. Jadi siapa nih yang mau ikut?" tanya Varo sambil siap buku dan pen ditangannya.


"Gue Var!"


"Gue orang paling ganteng dikelas ini!"


"Udah ya, nanti yang sudah ditulis pulang sekolah kita kumpul dilapangan basket." Ujar Varo lalu keluar dari kelas 11 IPA-2 dilanjut untuk mendata kelas lain.

__ADS_1


__ADS_2