
10 Tahun Kemudian
Disini mereka sedang berdiri. Tiga pasangan suami istri dengan dua anak laki-laki dan perempuan yang masih kecil-kecil.
"Gimana kabar lo? Lo senang kan disana? Gue nepatin janji gue dulu. Gue mau ngenalin suami sama anak gue. Lo pernah bilang supaya gue gak galak-galak lagi kan? Sekarang gue jadi orang yang sabar banget. Ohh iya ... Ini suami gue, Verrel. Lo masih ingat Verrel kan? Pasti ingat dong! Dan ini anak perempuan gue namanya Nana." Ujar Dira berjongkok.
"Surat dari lo dulu jadi motivasi buat gue Var. Gue berhasil membawa Dira sampai ke pelaminan. Bahkan sekarang gue sudah dikaruniai anak yang lucu kaya Nana ini." Ucap Varo memposisikan diri seperti Dira.
"Ma, Pa dia ini siapa?" tanya Nana polos.
"Dia itu orang yang sangat baik sekali." Jawab Dira.
"Gitu ya ma?"
"Iya sayang." Balas Dira sambil mengusap rambut anaknya halus.
__ADS_1
Dira dan Verrel berhasil mempertahankan hubungannya sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Setelah lulus SMA mereka berdua bahkan sempat berpisah karena berbeda universitas. Namun, itu semua *** menjadi rintangan yang berat bagi mereka. Buktinya mereka sampai mempunyai Nana, anak perempuan yang baru berumur 4 tahun. Hubungan tak ada yang berat asalkan bisa saling mengerti satu sama lain. Begitulah prinsip mereka berdua.
"Var! Gue sekarang bukan playboy lagi! Gue sekarang orangnya setia lo, Var. Ya kan yang?" Kata Gavin sambil mengusap nisan Varo.
"Iya dia sekarang setia banget. Dia bukanlah Gavin yang dulu, yang sering mainin perasaan wanita." Ujar istri Gavin yang menikah empat tahun lalu. Tepat disaat Dira melahirkan anaknya. Lebih tepatnya Dira melahirkan saat datang keacara pernikahan Gavin dan Cherry.
Ya ... Kalian masih ingat Cherry? Orang yang dulu selalu jahat sama Asha. Semenjak ia keluar dari Elementary High School ia lalu pindah ke Paris dan sekolah disana. Saat pulang lagi ke Indonesia, dia menjadi orang yang sangat berbeda. Yang dulunya terkenal jahat dan kejam sekarang menjadi orang yang lembut dan sopan.
Mereka berdua bertemu secara tak sengaja di sebuah cafe dan menjadi dekat. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah. Meskipun sampai saat ini belum dikaruniai anak, tetapi ia yakin bahwa takdir sudah ada yang mengatur. Cepat atau lambat pasti mereka akan segera dikaruniai anak.
"Var. Gimana kabar kamu? Nggak terasa ternyata sudah 10 tahun lebih kamu ninggalin kita semua. Kita sudah nepatin janji kita kan? Kita sudah bawa dan ngenalin pasangan hidup dan anak-anak kita ke kamu. Kita sampai kapanpun gak akan lupa sama kamu Var." Ujar Asha dengan suami disamping kanan dan anak laki-laki umur 4 tahun lebih beberapa bulan.
"Nama Varo kok Alvaro Putra Askel? Dan kenapa nama Varo sama kaya yang disitu?" tanya anak kecil itu lagi.
"Askel itu diambil dari nama mamah Asha dan papah Aksel. Karena Alvaro itu adalah orang yang sangat-sangat baik hati, peduli dengan orang lain, bertanggung jawab, dan sayang kepada semua orang." Ucap Aksel.
__ADS_1
"Jadi besok kalau Varo udah besar. Varo harus jadi orang yang seperti itu ya!" imbuh Asha.
"Oke siap, Varo janji akan jadi orang yang baik kepada semua orang." Ujar anak kecil itu.
Dia adalah Varo. Anak dari Aksel dan Asha. Asha dulu sempat sangat frustasi karena ditinggal oleh orang yang dia sayang untuk yang kedua kalinya. Yang pertama, kedua orang tuanya. Dan yang kedua, mantan kekasihnya karena sekarang mereka sudah putus semenjak ditemukannya surat darinya. Asha akhirnya membuka hatinya dan mencoba untuk menerima Aksel yang setia menunggunya. Hingga akhirnya mereka berdua pacaran, menikah, dan mempunyai anak.
"Udah yuk pulang! Om Gavin traktir kalian berdua es crim." Seru Gavin.
"Oke siap, Om." Jawab Nana dan Varo kompak.
Mereka lalu meninggalkan makan Varo. Aksel adalah yang paling belakang. Sebelum pergi ia sempat bergumam pelan namun didengar oleh Asha.
"Var! Gue tepatin janji gue. Gue udah jaga Asha sampai sekarang. Bahkan, gue sekarang udah punya anak. Lo lihat yang tadi kan? Namanya Alvaro kaya nama lo. Gue harap dia bisa seperti lo yang kuat dalam menghadapi apapun yang lo alami. Sekarang gue pamit pulang dulu ya. Tenang disana!" guman Aksel.
Aksel lalu berdiri dan menggandeng tangan istrinya. Anaknya digandeng oleh Cherry dan Gavin yang sudah duluan keluar dengan yang lainnya.
__ADS_1
Aksel menatap Asha sambil tersenyum lebar. "Takdir itu lucu yah! Dulu orang yang paling gue benci dan sering gue bully, sekarang menjadi orang yang paling gue sayang dan paling gue cintai. Ashalina Chantika gadis cupu yang gue benci. Sekarang menjadi Ashalina Chantika istri gue yang paling gue cintai." Ujar Aksel dalam hati.
•TAMAT•