MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Aksel Jahat


__ADS_3

Baru saja Varo dan Asha duduk namun tiba-tiba ada yang menggebrak meja mereka, siapa lagi kalau bukan Aksel and the genk.


"EHHHH LO BERDUA TAU GAK SIH INI TUH TEMPAT DUDUK GUE SAMA GENG GUE, MENDING LO BERDUA MINGGIR DEH!" ujar Aksel dengan nada membentak.


"Tapi kan aku sama Varo duluan yang duduk disini, kalian aja yang cari tempat lain." Jawab Asha polos.


"Udah lah Sel, sekali-kali kalian aja yang ngalah!" tambah Varo.


"APA LO BILANG, GUE GAK AKAN NGALAH SAMA SIAPAPUN!" jawab Aksel dengan mempertekan setiap katanya. "DAN LO, LO ITU MASIH ANAK BARU UDAH CARI MASALAH AJA! UDAH CUPU, JELEK LAGI SANA LO MINGGIR BIKIN GUE GAK MOOD AJA!" ujar Aksel yang sudah tersulut emosinya sambil mencengkeram kerah Asha lalu mendorongnya hingga Asha terjatuh.


"LO ITU BISA GAK, NGGAK KASAR SAMA CEWE?" ujar Varo yang tak kalah emosi. "Lo gak apa-apa Sha?" tanya Varo kepada Asha. Asha sedikit meringis kesakitan karena kakinya berdarah. Varo yang melihat kaki Asha terluka langsung menggendong ala bridle style Asha dan membawanya ke UKS.


Kejadian itu banyak disaksikan murid yang sedang berada di kantin sehingga membuat Asha tambah malu. Sedangkan 3F bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Tahan dulu ya Sha, ini rada sakit. Ini lukanya dibersihin dulu supaya nggak infeksi." Ujar Varo dan Asha mengangguk sambil menahan rasa sakitnya.


"Ehhhh btw lo sama 3F ada masalah apa sih? Kok kayaknya mereka nggak suka lo, terutama si Aksel." Tanya Varo.


"Aku gak punya masalah sama mereka tapi sebenarnya aku itu cucunya pembantu di rumah Aksel, mungkin Aksel nggak suka kehadiranku dirumahnya." Jawab Asha dengan wajah menunduk.


"Tapi kemana orang tua mu Sha kok lo memilih pindah kesini sama nenekmu?"


"Orang tua ku meninggal karena kecelakaan beberapa hari yang lalu Var." Tak terasa air mata Asha mengalir meskipun ia mencoba untuk kuat.


"Maaf Sha gue nggak bermaksud mengingatkan lo dengan mereka, lo jangan nangis lagi ya!" ujar Varo sambil mengusap air mata Asha halus.


Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke UKS tak lain adalah Dira. "Asha lo nggak apa-apa kan? Ini gue bawain baksonya kesini. Loh kok mata lo sembab lo habis nangis ya Sha?" Asha langsung dihujani pertanyaan oleh Dira.


"Makasih ya Dir, aku nggak apa-apa kok."


"Beneran? Ya udah deh kalau lo masih belum mau cerita, pokoknya kalau lo mau cerita lo hubungi gue aja. Gue 24 jam setia buat lo kok. Itu tuh baksonya dimakan dulu mumpung belum bel masuk." Asha mengangguk dengan antusias karena sedari tadi ia sudah sangat lapar.


"Punya gue mana Dir?" tanya Varo.


"Lah lupa gue Var, denger Asha didorong Aksel gue panik jadi gue langsung kesini. Sana lo beli sendiri aja deh!"


"Ck ... Temen macam apa lo Dir, lucnut emang lo dahh." Jawab Varo sebal.


"Lah emang lo temen gue??"


"Udah udah ... Varo kalau mau makan punyaku saja Var."


"Nggak deh Sha, lo aja yang makan." Jawab Varo sambil tersenyum dan Asha pun mengangguk.

__ADS_1


Skiiip pulang sekolah


Asha kini berada di mobil Aksel. Bukan apa-apa karena jika mereka tidak pulang bersama Weida akan memotong uang jajan Aksel dan memarahinya. Suasana di mobil seperti biasanya tidak ada perbincangan sedikitpun. Asha semakin takut mengingat kejadian tadi di sekolah.


"Turun lo!" ucap Aksel dengan nada ketus sambil memberhentikan mobil sport nya.


"Hah?"


"LO BUDEG YA? KELUAR DARI MOBIL GUE!"


Jawab Aksel dengan nada tinggi sehingga membuat Asha semakin takut.


"Tapi aku nggak tau jalan kerumah kamu Sel." Jawab Asha pelan.


"Bodo amat gue mau lo keluar dari mobil gue SE-KA-RANG!" Ujar Aksel dengan menekankan kata terakhir. Asha hanya bisa menurutinya dan keluar dari mobil Aksel.


Setelah Asha keluar dari mobilnya, Aksel langsung melajukan mobilnya meninggalkan Asha. Kini Asha hanya bisa berjalan dan tanpa tau arah tujuannya. Karena ia benar-benar tidak tau jalan di kota ini. Ditambah lagi hujan turun dengan sangat deras membuat suasana tambah runyam.


Tttiiiinnnn Tiiinnnn Tiinnn


Sebuah mobil berhenti disamping Asha.


"Asha lo ngapain jalan sendiri, mana


Asha merasa agak tenang karena pasti Varo akan mengantarnya pulang.


Didalam mobil Asha menggigil mungkin karena seragamnya basah kuyub, dan wajahnya juga putih pucat, Varo yang melihat itu langsung mengecilkan AC mobilnya dan melepas jaketnya lalu memakaikannya kepada Asha.


Saat hendak menjalankan mobilnya Varo tersadar Asha belum memasang seat belt nya. Varo langsung menarik seat belt Asha dan memasangkannya. Membuat pipi Asha langsung memerah karena jarak antara wajah Asha dan Varo sangat dekat.


'Perasaan apa ini Tuhan? Aku kok deg-deg an ya.' Monolog Asha dalam hati.


"Lo kenapa jalan sendirian hujan-hujan Sha, emang lo gak bareng Aksel?"


"Emmm sebenarnya tadi itu aku bareng sama Aksel, tapi ditengah tiba-tiba Aksel nyuruh aku turun."


"Astaga! Emang nggak ada hati tu anak!"


"Varo kalau nanti sampai dirumah Aksel kamu jangan bilang ya, kalau aku diturunin ditengah jalan sama Aksel." Pinta Asha kepada Varo.


"Ck ... gue gak mau lihat lo menderita Sha!"


"Plisss, kasihan Aksel nanti bisa-bisa uang jajannya dipotong sama mama."


"Mama? Maksud lo Tante Weida?"

__ADS_1


tanya Varo dan mendapat anggukan polos dari Asha.


'Disaat lo menderita bisa-bisanya lo masih memikirkan orang lain Sha. Dan entah kenapa hati gue rasanya sakitt banget saat lo nyebut nyokap Aksel dengan sebutan mama' Batin Varo.


Sementara itu


"Ehhh anak-anak mama udah pada pulang,"


"Hai, Ma!"


"Loh kok kamu sendiri Sel, Asha mana?" tanya Weida sambil celingak-celinguk.


"iii---itu tadi waktu Aksel keluar kelas Asha udah gak ada. Aksel pikir cup-- Asha tadi udah duluan pulang."


"Kamu gimana sih Sel, pokoknya kamu harus cari Asha sampai ketemu, TITIK!"


"Ck, kok Aksel sih mah kan bisa Pak Bejo aja yang nyari Asha!"


"Nggak bisa, Pak Bejo lagi antar Mbok Ijah ke pasar,"


Tokkkk Tokkk Tokkk


"Itu pasti Asha." Tebak Weida dan langsung membukakan pintu rumahnya dan diikuti Aksel.


"Astaga Asha kamu dari mana aja? Kok kamu bisa basah kuyup gini?"


"Tante sebenarnya Asha tadi saya lihat Asha sedang sendirian di taman terus saya antar pulang deh." Kata Varo berbohong dan sekilas melirik sinis kearah Aksel.


"Terima kasih ya nak. Asha kalau kamu mau pergi izin dulu sama mama ya nak, jangan pergi sendiri, kan nanti mama khawatir." Ucap Weida sambil mengusap ujung kepala Asha halus.


"Maaf ya ma, Asha gak bilang dulu." Kata Asha dengan wajah bersalah.


"Iya nggak apa-apa besok jangan diulangi ya!" Balas Weida dan Asha mengangguk.


"Kalau begitu, saya pamit dulu ya tante."


"Iya hati-hati ya nak, sekali lagi terima kasih."


Ujar Weida dan Varo membalas dengan senyuman. Varo lalu pergi meninggalkan rumah keluarga Digdaya.


"Kalau begitu Asha juga mau kekamar dulu ya Ma." Asha lalu pergi menuju kekamarnya dengan jalan sedikit pincang karena kaki yang terluka akibat ulah Aksel tadi di sekolah.


'Kenapa lo gak bilang ke mama tentang kejadian yang sebenarnya cupu? Bukannya lo seneng kalau gue dimarahi mama?'


Batin Aksel dalam hati dan sedang bingung dengan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2