
Suasana rumah Keluarga Digdaya sudah ramai didatangi oleh tamu. Ya ... acara diadakan di taman rumah mereka. Tak heran jika mereka mengadakannya disana, karena rumah mereka juga sangat luas. Sehingga dapat menampung tamu yang banyak.
Sebenarnya bisa saja ulang tahun Aksel diadakan di hotel bintang 5 ataupun restoran yang mewah. Menurut Aksel itu sudah biasa, karena biasanya juga diadakan disana. Namun, kali ini Aksel ingin suasana yang berbeda. Maka dari itu ia memutuskan untuk mengadakannya dirumah saja.
Meskipun hanya diadakan di taman rumah. Tak bisa dipungkiri desain ulang tahun Aksel ini juga tak jauh dari kata mewah.
Saat ini Adelard, Weida, Mbok Ijah, Aksel dan Asha sedang menyambut para tamu. Jika ada yang bertanya kenapa Mbok Ijah dan Asha ikut jawabannya adalah karena paksaan dari Weida. Bukan apa-apa tapi Weida begini karena ingin memperlakukan bukan seperti bawahannya tetapi sebagai keluarganya.
Bahkan saat ini dress yang Asha gunakan yang membelikan adalah Weida.
Flashback On
Weida tiba-tiba masuk kekamar Asha yang sedang membungkus kado untuk Aksel. Asha yang awalnya sedang fokus langsung memberhentikan kegiatannya.
"Ada yang bisa Asha bantu ma?" tanya Asha.
Weida berjalan mendekati Asha dan duduk disampingnya. "Kamu sedang bungkus kado buat Aksel ya nak?" tanya Weida balik.
"Iya ma ... Meskipun gak mahal tapi ini Asha beli pakai uang Asha sendiri." Ujar Asha sambil tersenyum.
"Aksel pasti suka sama kado kamu," balas Weida.
"Asha malah malu ma, soalnya kado Asha pasti jauh sama punya orang-orang."
"Aiss ... Pasti Aksel suka sama kado kamu, mama berani jamin 100 persen deh." Ujar Weida menyakinkan dan dibalas senyuman lebar oleh Asha.
"Ohh iya Sha, ini kamu kalau udah mandi kamu pakai ini ya! Kalau udah terus nanti kamu keruangan mama!" ujar Weida sambil memberikan paper bag.
Asha membuka paper bag tersebut. "Tapi ma .... " Ujar Asha mau menolak namun sebelum ia menyelesaikan pembicaraan langsung di potong Weida.
"Ayo dong Sha! Mau ya ... Mau ya ... Masa mama udah beliin kamu, kamu gak mau. Dosa loh nolak rezeki." Ujar Weida dengan puppy eyesnya.
Asha menghela nafas panjang. "Yaudah deh ma, nanti Asha pake." Ujar Asha sambil tersenyum.
"Makasih Asha, yaudah kalau gitu mama kebawah dulu ya." Ujar Weida sambil memeluk Asha lalu baru keluar dari kamar Asha dengan perasaan puas.
Flashback End
Aksel berdiri sambil menyapa tamu yang datang dan disamping kanannya ada Asha yang juga sedang menemaninya. Acara ini tidak pantas disebut acara ulang tahun. Karena lebih tepat jika dibilang acara pertunangan. Bagaimana tidak Aksel dan Asha malah seperti pasangan kekasih.
Saat sedang menyalami tamu tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang. Mereka adalah Gavin, Varo, Dira, dan Verrel.
"Selamat ulang years bro! Gak kerasa lo udah tambah tua aja ya!" ujar Gavin rusuh sambil menampol bahu Aksel.
"Ehh ... Ada om, tante, sama Mbok Ijah." Ujar Gavin lalu mencium tangan mereka diikuti Varo, Dira, dan Verrel.
Gavin lalu mengalihkan pandangannya keorang samping Aksel yaitu Asha. "Loh ini siapa?" ujar Gavin karena penampilan Asha saat ini sangat berbeda. Bahkan mungkin jika mereka belum mengenal Aksel yang dikira ulang tahun adalah Asha.
"Loh Gavin kamu gimana sih? Sama temannya sendiri kok lupa." Ujar Weida sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Temen Gavin? ASHA!!!"
"Lah ini bener Asha, gila kamu cantik banget Sha." Ujar Dira yang tak kalah terkejut dari Gavin.
"Iya ... Sampai gak ngenalin aku." Ujar Varo yang membuat Aksel rahang Aksel mengeras.
"Wah parah sih ini. Gue kirain siapa Sha. Masa gue bisa gak ngenalin jodoh gue sendiri." Ujar Gavin lalu merangkul pundak Asha.
Aksel yang melihat itu langsung berdeham.
"Kenapa lo Sel, keselek gergaji?" ejek Gavin. "Ehh iya ini betewe kado buat lo." Imbuh Gavin lalu menyerahkan kadonya dan diikuti teman-temannya.
"Ehh iya makasih ya." Jawab Aksel.
"Yaudah ya Sel kita kesana dulu mau nyari makanan, laper." Ujar Verrel dan yang lainnya terkekeh lalu pergi.
Tak berapa lama kemudian datanglah ketiga nenek lampir. Ya ... Mereka adalah Cherry, Feby, dan Ersya.
"Selamat ulang tahun bebeb Aksel." Ujar Cherry sambil mengelus tangan tangan Aksel. Aksel yang diperlakukan begitu merasa risih dan mencoba menyingkirkan tangan Cherry.
Adelard dan Weida yang melihat anaknya diperlakukan begitu langsung saling mengode lewat mata.
__ADS_1
"Makasih ya udah datang, kalian bisa menikmati makanannya dulu." Ujar Weida.
"Ehh ... Iya tante. Kalau gitu kita kesana dulu ya." Jawab Cherry sok dimanis-manisin.
"Ayo kita juga kesana." Ajak Adelard dan diangguki semua.
Sekarang Aksel sudah meniup lilinnya dan memotong kuenya. Suapan pertama ia berikan kepada orang yang melahirkannya yaitu mamanya, suapan kedua ia berikan papanya dan suapan ketiga ia berikan Mbok Ijah yang sudah merawatnya dari kecil. Sebenarnya ia mau memberikan suapan keempat untuk Asha tetapi Asha malah asik mengobrol dengan Varo. Membuat Aksel menjadi bad mood.
Aksel sekarang sedang duduk menyendiri di kursi yang tersedia. Melihat Aksel begitu Gavin, Verrel, Dira, Asha, dan Varo menghampirinya.
"Heyo bro ... Lo kenapa sih malah menyendiri?" ujar Gavin mengagetkan Aksel yang membuat sang empunya memegang dadanya.
"Lah yang ultah malah galau. Harusnya hari ini itu lo seneng Sel." Imbuh Verrel.
Aksel memutar bola mata malas. Ditambah lagi Asha dan Varo yang daritadi lengket terus membuat mood nya semakin menurun.
"Gimana kalau kita main Truth or Truth?" ujar Gavin memecah keheningan.
"Truth or Truth? Truth or Dare gob*ok!" ujar Verrel gemas.
"Ya kan kalau Truth or Dare kita disuruh milih kejujuran atau tantangan. Kalau ini itu kita disuruh jawab jujur dan kalau gak berani jawab baru dikasih tantangan." Ujar Gavin menjelaskan.
"Ooo gitu ... Oke siapa takut, ayo gue ikut main." Ujar Verrel.
"Gue juga, Sha kamu ikut main kan?" tanya Dira.
"Kalian aja, aku nggak." Jawab Asha halus.
"Ayolah Sha, mau ya ... mau ya .... " Ujar Dira merengek seperti anak kecil.
"Iya Sha ikut ayo, kalau kamu gak ikut gak seru." Imbuh Varo.
"Yaudah, aku ikut."
"Okey mantap, Sel lo ikut kan?"
"Gak, gue males."
"Oke gue ikut," final Aksel.
Mereka berenam duduk melingkari meja. Lalu Gavin memutar botolnya. Dan sialnya botolnya malah berhenti kearahnya sendiri.
"Lah ni botol lucnut emang! Ayo siapa yang mau tanya?" ujar Gavin.
"Gue Vin," Dira menunjuk tangan.
"Berapa jumlah mantan lo?" tanya Dira.
"Jumlah mantan gue? Kalau gak salah itu 43 orang."
"Lah parah lo Vin. Yang bener aja 43?" ujar Varo tak percaya.
"Benerlah, ngapain gue bohong." Jawab Gavin.
"Ini nih yang dinamakan playboy kelas kakap." Ujar Verrel dan mendapat tatapan tajam dari Gavin.
"Oke kita lanjut, sekarang gue ya yang muter botolnya." Ujar Varo lalu memutar botol tersebut. Kali ini terhenti di Asha.
"Asha yang kena. Tadi kan gue yang kalah jadi sekarang gue yang tanya." Ujar Gavin.
"Kamu mau tanya apa Vin?"
"Siapa nama orang yang lo suka saat ini," Tanya Gavin
Deeegg!!!
Jantung Asha langsung deg-degan. Sebenarnya ia mau menjawab Varo, namun ia takut jika kelak Varo akan menjauhinya. Dilain sisi terlihat Varo dan Aksel yang berharap namanya disebut.
"Gimana Sha berani jawab gak?" tanya Dira dan Asha menggeleng pelan.
"Yaudah gapapa. Tapi sekarang lo harus terima tantangan dari gue." Ujar Gavin.
__ADS_1
"Apa tantangannya?"
"Upload foto Aksel di akun instagram lo pake caption gak mau kehilangan kamu, selama 24 jam selebihnya lo boleh hapus." Ujar Gavin.
Asha menelan salivanya kasar. "Kalau gak berani gimana?"
"Ya lo berarti harus jawab jujur."
Asha bingung apa yang harus dilakukan. Jika ia memilih jujur ia takut jika nanti Varo menjauh. Jika memilih tantangan ia takut jika Cherry melakukan apa-apa kepadanya.
Asha menghembus nafas panjang. "Aku terima tantangan kamu aja."
Aksel langsung kaget dengan jawaban Asha dan seketika mood nya langsung naik lagi. Didalam hatinya ia sangat senang namun ia mencoba bersikap seperti biasa.
"Oke kalau gitu ... Sel kirim foto lo ke Asha." Titah Gavin dan Aksel lalu mengirimnya. Setelah itu sesuai perkataannya ia akan mengepost foto Aksel di akun instagramnya.
Asha_Lina
Gak mau kehilangan kamu
@Aksel.Putra
❤️28
*Turn off comment
Asha mengepost foto Aksel dan tak lupa ia juga mematikan komentar. Meskipun ia tahu tak akan ada juga yang mengomentarinya. Dan saat ini Asha merasa beruntung kareng followers Asha hanya sedikit.
Sementara itu Cherry yang sedang menikmati makanannya tersedak karena melihat post terbaru Asha.
'Berani-beraninya lo cupu! Lihat aja lo besok!' Kesal Cherry dalam hati.
Acara ulang tahun Aksel sudah berakhir dan berjalan dengan lancar. Sekarang Aksel baru saja mandi dan sudah berganti baju.
"Foto gue dipost Asha di ig? Ya meskipun cuma dare sih tapi gapapalah." Gumam Aksel sambil senyam-senyum.
Bonus Part:
Ini nih yang lagi ulang tahun. Ehh tapi orangnya ngambekan ding🐒
Huaa... Neng Asha cantik banget dah kalau gitu. Ehh... tapi emang cantik ding🤭
Waktu Asha post foto Aksel, senyumin aja ya kan Var😉
Ini nih yang mantannya ada 43. Gak salah emang orangnya ganteng soalnya😚
Gantengnya jodoh orang😍
Ehh... ada sister Dira😊
Netizen: Thor kenapa fotonya waktu pake jas semua? Kenapa gak yang lain.
Author: Yakali gue kasih waktu pada pakai celana boxer. Kan ini ceritanya waktu datang ke ulang tahun Aksel wahai netizen yang budiman:)
Netizen: Terus kenapa Dira beda sendiri?
__ADS_1
Author: Soalnya gak dapet fotonya He ... Hee ... Heee ....