MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Lomba Basket


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Dimana diadakannya lomba basket antar kelas di sekolah Elementary High School. Karena hadiahnya lumayan, kelas yang menang akan makan gratis dikantin selama satu bulan. Meskipun mereka semua kebanyakan dari orang kaya, tetapi siapa juga yang tidak mau jika ada yang gratis.


Sekarang Varo dan tim dari kelasnya sudah siap dengan pakaian olahraga yang berada di badan mereka. Begitupun dengan pun Aksel dan kawan-kawannya. Meskipun hanya antar kelas tetapi mereka tetap bersungguh-sungguh dalam permainannya.


Perlombaan dimulai, semua anak saling bersorak menyemangati perwakilan dari kelas mereka masing-masing. Asha dan Dira pun tak kalah, mereka juga berteriak meneriaki nama Varo dan nama teman-temannya yang mengikuti lomba.


Tim kelas 11 IPA-2 masuk ke final dan ternyata kelas 11 IPA-1 juga masuk. Yang artinya mereka saat ini akan bersaing. Sebelum final mereka semua diberi jeda istirahat selama 30 menit. Varo lalu menghampiri Asha disamping lapangan. Asha juga peka ia langsung memberikan air putih dan juga handuk kecil.


"Nanti semangat ya, Var!!!" ujar Asha menyemangati Varo.


Varo mengacak rambut Asha gemas, "Oke siap pacar, nanti pokoknya kalau aku main kamu harus menyemangati aku terus. Oke!!!"


"Nanti aku bakalan teriak yang paling kencang pokoknya." Kata Asha semangat, melihat itu Varo semakin gemas dengan Asha dan langsung mencubit pipi kiri Asha.


"Pacaran aja terus!!! Gak menghargai apa yang jomblo gini!" ujar Gavin yang tiba-tiba datang dengan Verrel dan Aksel.


"Makannya cari pacar dong!" balas Varo sambil merangkul pundak Asha.

__ADS_1


Aksel tersenyum paksa menyaksikan pemandangan didepannya. "Wah jadi sekarang kita teman apa musuh nih Var?" gurau Aksel.


"Kalau sekarang masih teman, kalau nanti dilapangan udah musuh." Jawab Varo sambil tertawa.


"Bisa gitu ya?" balas Aksel sambil tersenyum.


"Ehh cupu lo nanti mau dukung gue apa Varo?" tanya Aksel tiba tiba dan mereka langsung menatap Aksel dan Asha bergantian.


Asha menelan salivanya. Ia bingung harus jawab apa Varo adalah pacarnya, sedangkan Aksel yang selalu ia repotkan karena ia tinggal dirumahnya. Disaat ia sedang bergelut didalam pikirannya untungnya Dira langsung menyahut.


"Ya jelas dukung Varo lah. Kan dia perwakilan kelas kita. Masa Asha dukung lo Sel yang perwakilan dari kelas 11 IPA-1 yang bakal jadi musuh kita nanti. Nanti kalau Asha dukung lo Asha pengkhianat dong. Gimana sih lo?!" ujar Dira. Asha yang mendengar itu langsung menghela nafas lega.


"Yaelah gue cuma bercanda. Baperan banget dah lo semua!" dusta Aksel.


"Udah ayo kita kesana habis ini finalnya dimulai loh." Ajak Gavin dan semuanya langsung ketempat mereka masing-masing.


30 menit kemudian

__ADS_1


Pertandiangan dimulai lagi sebagai penentu siapa pemenangnya. Semua sorakan murid-murid yang nonton semakin riuh. Yang bertanding pun keringatnya sudah mulai bercucuran. Pertandingan yang cukup sengit karena kapten mereka sama-sama dari tim basket sekolah ya sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.


Varo sedang berjuang mengambil alih bola dari tim lawan. Namun tiba-tiba kepalanya merasakan pusing.


"Aduh kepala gue pusing banget. Gak! Gue harus bisa, gue gak mau teman-teman kecewa. Karena mereka udah bekerja keras untus ini. Gue juga mau Asha bangga sama gue." Ucap Varo dalam hati dan langsung berlari untuk mengambil alih bola basket ini.


Waktu tetap berjalan. Poin antara kedua tim adalah impas dan juga waktu hanya tinggal 3 menit saja. Aksel berhasil menguasai bola basket dan saat ia melempar ke ring bolanya meleset. Sehingga Varo langsung mengambil alih dan membawanya ke arah ringnya. Varo berhasil mendekati ringnya dan waktu sudah tinggal 30 detik.


Semua yang menonton juga ikut tegang. Mereka semua berdiri saat Varo melempar bola basket ke dalam ring.


Dan ....


Varo berhasil memasukkannya. Semua yang menonton langsung berteriak begitupun dengan Dira dan Asha yang sudah heboh disamping lapangan. Tak berapa lama peluit panjang telah dibunyikan yang artinya perlombaan telah berakhir.


Tim kelas IPA-2 langsung bertos ria sedangkan IPA-1 memberi sang pemenang ucapan selamat. Mereka tidak merasa terlalu menyesal karena ini adalah perlombaan. Yang pasti ada yang menang dan ada juga yang kalah.


Varo bernafas lega setelah ia berhasil memasukkan bola kedalam ring dan memenangkan perlombaan ini. Namun tiba-tiba ia merasa pusing yang lebih parah dari yang tadi. Matanya kunang-kunang dan dia langsung pingsan.

__ADS_1


"VAROO!!!" teriak Asha khawatir dari samping lapangan dan langsung menghampiri Varo ketengah lapangan.


__ADS_2