
Keesokan harinya Aksel sudah siap dengan seragam Elementary High School di badannya. Tak lupa ia juga memakai hoodie pemberian dari Asha. Sambil menunggu Asha, Aksel membuka ponselnya sejenak dan betapa terkejutnya dia saat membuka grub chat yang beranggotakan seluruh siswa EHS.
Terpampang fotonya dan Asha tapi malam dengan tulisan "Pembantu kok mau jadi ratu". Aksel langsung berdecak kesal dan langsung mengirim chat pengirimnya foto tersebut yaitu Cherry.
Aksel
Hapus foto yang lo kirim ke grub!
Liat aja lo kalau lo gak hapus!
Cherry
Oke gue hapus
Tapi ada syaratnya
Aksel
Anj*ng lo
Udah apa syaratnya
Cherry
Lo harus mau makan sama gue
Kalau gak mau ya udah
Biar tu foto kesebar aja
Aksel
Lo itu gak ada otak emang ya!
Cherry
Iya emang gue gak ada otak. Kenapa?
Gimana mau gak?
Aksel
Ya gue mau tapi lo hapus dulu itu fotonya
Cherry
Okey
Udah gue hapus
Setelah itu Aksel langsung mengeceknya dan ternyata benar sudah dihapus. Tapi ia yakin jika yang mengetahuinya sudah banyak. Ia langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas karena Asha sudah turun.
Asha tersenyum karena melihat kado darinya dipakai oleh Aksel. Tanpa berlama-lama lagi mereka berangkat sekolah dan meninggalkan sarapan karena sudah hampir terlambat.
Sesampai disekolah mereka berdua langsung turun dari mobil. Dan saat melewati lorong kelas Asha merasa ia sedang mendapat tatapan tak suka dari teman-teman sekolahnya.
"Ehh... itu pembantu dirumah Aksel kan?"
"Gila nggak tahu diri banget!"
__ADS_1
"Pengen gue jambak tu rambutnya!"
"Pembantu kok mau jadi ratu!"
Begitulah kata-kata pedas dari mereka. Asha yang tidak tahu apa-apa hanya menunduk. Sedangkan Aksel langsung menatap tajam ke arah anak-anak yang berbicara seperti itu.
Sesampai dikelas Asha langsung duduk dan teman-temannya langsung mendekati Asha.
"Asha lo gapapa kan?"
"Lo gak diapa-apain sama Cherry atau fans Aksel kan?"
"Tenang Sha ada yang berani ngapa-ngapain lo kita maju bareng."
"Iya-iya bener tu Sha."
Ujar teman-teman Asha, memang kelas IPA-2 itu berbeda dari yang lainnya. Disini solidaritas mereka patut diacungi jempol.
Sedangkan Asha yang tidak tahu apa-apa langsung bertanya pada Dira yang daritadi juga sudah cemas menunggu kedatangannya.
"Dir sebenarnya apa yang terjadi?"
"Lo gak tau Sha?" tanya Dira balik dan Asha menggeleng.
"Foto lo tadi malam sama Aksel di share digrub yang anggotanya murid EHS. Dan kata "Pembantu kok mau jadi ratu", kita semua takutnya kalau lo diapa-apain sama fans Aksel."
Asha menghela nafas. "Aku gapapa kok, makasih udah khawatir sama aku. Dan aku memang pembantu dirumah Aksel tapi aku gak berharap menjadi ratu dirumah Aksel. Karena yang menyuruh aku untuk memakai pakaian itu dan berdiri disamping Aksel juga mamanya Aksel." Ujar Asha menjelaskan supaya tidak terjadi kesalah pahaman.
"Kita gak memperdebatkan lo jadi pembantu dirumah Aksel apa bukan Sha. Bagi kita, semua orang itu sama saja. Kita cuma khawatir sama lo, udah itu aja." Ujar Karin salah satu teman Asha.
"Aaaa ... Terhura aku. Sini-sini berpelukan dulu." Ujar Dira dan mereka semua langsung berpelukan terkecuali teman-teman lelakinya. Karena sebenarnya mereka juga mau ikut tapi langsung dimarahi Dira habis-habisan.
"Lo kenapa sih?" ujar Aksel dan langsung menepis tangan Varo.
"Sebaiknya lo jauhi Asha! Lo lihat kan dia sekarang jadi bahan incaran fans-fans gila lo gara-gara dia deket-deket lo!" tukas Varo emosi.
"Hah jauhi Asha? Lo gila ya! Gue satu rumah sama Asha mau jauhi gimana gue?" jawab Aksel remeh.
"Biar Asha tinggal dirumah gue!" ujar Varo tegas.
"Gak akan gue biarin!" Ujar Aksel tegas dengan menekankan setiap katanya lalu pergi meninggalkan Varo.
Skip Pulang Sekolah
Pelajaran telah selesai dan berjalan lancar seperti biasanya. Meskipun Asha keluar kelas ke kantin misalkan ia selalu mendapat tatapan tajam. Namun Asha tak memperdulikannya, toh dulu ia juga sering begitu.
Asha sekarang sedang berjalan dilorong sendiri karena Dira sudah pulang duluan ada urusan mendadak katanya. Varo yang dari istirahat sibuk dengan urusan osis dan Aksel yang tiba-tiba mengechatnya kalau dia mau pergi dulu.
Saat Asha berjalan tiba-tiba ada yang memanggil nama yang membuat Asha menoleh ke sumber suara.
"Lo Asha kan? Lo disuruh kegudang sama Aksel." Ujar siswi yang tak ketahui namanya oleh Asha.
"Loh bukannya Aksel mau pergi dulu ya?" tanya Asha dan siswi tersebut menaikkan bahunya lalu pergi.
Karena takut jika Aksel marah-marah Asha lalu berjalan kegudang dan tiba-tiba ada yang memukul punggungnya sangat keras membuat Asha langsung pingsan. Tak hanya membuat Asha pingsan ia juga menutup pintu gudang dan menguncinya dengan sapu dan meja.
Meskipun hanya menggunakan sapu dan meja namun itu juga tetap tidak bisa dibuka dari dalam kecuali ada yang membukannya dari luar.
Dilain sisi Aksel sedang menunggu Cherry diparkiran. Meskipun malas tapi ia juga harus menempati semua perkataannya.
__ADS_1
Aksel mengusap kasar rambutnya karena Cherry tak kunjung juga datang. Tak berapa lama Cherry datang dengan kedua temannya sambil tertawa puas lalu mendekati Aksel.
"Ehh ... Yang mau ngedate kalau gitu kita duluan ya Cher, bay .... " Ujar Ersya.
"Kalau jadian jangan lupa bilang sama kita." Imbuh Feby.
Cherry malu-malu sedangkan Aksel memutar bola mata malas lalu masuk ke dalam mobil dan diikuti Cherry.
Singkat cerita mereka berdua akhirnya ke restoran mewah dan inipun yang memiilih Cherry. Namanya juga cewe matre ya gitu deh!!!
Sebenarnya Aksel tak mempermasalahkan harganya tapi ia merasa risih karena restoran itu pengunjungnya kebanyakan bersama kekasihnya atau orang-orang kantor. Mungkin karena harganya sehingga tidak ada pelajar yang datang kesitu.
"Nih uangnya gue mau pulang duluan. Setidaknya gue udah nepatin perkataan gue." Ujar Aksel meninggalkan uang lalu pergi meninggalkan Cherry.
Sebelumnya Cherry sudah menahan tangan Aksel namun langsung ditepis oleh Aksel.
"Aksel pulang!" teriak Aksel dan langsung duduk di sofa sambil melonggarkan dasinya.
"Loh kok kamu sendiri? Asha mana?"
"Loh Asha belum pulang ma?"
"Belum lah, kamu itu gimana sih!"
Aksel lalu bangkit lagi dan mengambil kunci mobilnya. Aksel menuju ketaman dan mencari keseluruh area taman namun nihil. Ia tak menemukan Asha, Aksel bingung kemana ia harus pergi soalnya hanya taman yang Asha ketahui tempatnya.
Aksel langsung menelfon Dira siapa tahu ia bersama Asha. Bukannya mendapat jawaban ia malah mendapat semprotan amukan dari Dira. Akhirnya Aksel menghubungi Gavin dan Verrel sedangkan Dira menghubungi Varo untuk berkumpul di sekolah supaya mencari Asha bersama.
Kenapa sekolah? Mungkin saja satpam sekolah melihat Asha pergi kearah mana. Sesampai di gerbang sekolah Aksel langsung mendapat tonjokan dari Varo hingga ia tersungkur ke tanah.
BUGGH!!!
"BISA-BISANYA LO TINGGALIN ASHA SENDIRI!" ujar Varo emosi.
Baru saja Varo mau menonjok Aksel lagi namun ia langsung ditahan oleh Verrel sedangkan Gavin membantu Aksel berdiri.
"Udah ... Udah ... Kalau kalian berantem kita gak bisa nemuin Asha. Simpan dulu ego kalian masing-masing kita fokus cari Asha dulu!" ujar Dira menengahi.
Mereka langsung bertanya kepada satpam namun ia tak melihat Asha. Mereka langsung berembug kembali dan memutuskan untuk mencari Asha di area sekolah.
Mereka berenam memencar mencari keseluruh ruangan EHS. Aksel berlarian dan mengecek setiap kelas lorong kelas 11 ia rehat sejenak karena melasa lemas. Sejak pagi ia belum makan ditambah lagi mendapat tonjokan dari Varo.
Aksel mengatur nafasnya sambil memegang pipinya yang terasa sakit. Ia melihat sekeliling dan melihat pintu gudang yang tertutup tapi tidak menggunakan gembok melainkan diganjal sapu dan meja. Karena Aksel curiga Aksel langsung membukanya dan benar saja Asha pingsan didalam.
"Cupu bangun!!! Cupu .... " Ujar Aksel sambil menepuk pipi Asha halus lalu membopongnya.
Dilain sisi Dira, Varo, Verrel dan Gavin sedang berkumpul dengan perasaan putus asa karena tak mendapati Asha. Tak lama kemudian mereka melihat Aksel yang sedang berlari sambil membopong Asha.
"Itu Aksel!!!!" ujar Gavin sambil menunjuk Aksel. Dan yang lainnya menoleh.
"Bukain pintu mobil gue!" titah Aksel dan langsung dibukakan oleh Verrel.
"Asha lo kenapa? Bawa kerumah sakit cepet!" Ujar Dira panik.
Aksel langsung menginjak gas mobilnya dan yang lainnya mengikuti mobilnya dibelakang.
Bonus Part:
Mau pamer ceritanya, kalau hoodienya yang dibeliin gebetannya😬🤭
__ADS_1