
"GAESS ... LATIHANNYA SAMPAI SINI DULU YA!!! KITA LANJUT BESOK PULANG SEKOLAH. UDAH SORE SOALNYA!!!" teriak Varo sambil membawa bola ditangan kanannya.
"WOKE SIAP CUYY!!!" jawab teman-temannya kompak.
Setelah itu mereka langsung mencari tas mereka dan langsung minum. Asha mendekati Varo dan langsung memberikan minum dan juga handuk kecil.
"Ini Var buat kamu!" kata Asha. Varo menerimanya sambil tersenyum.
"Makasih pacar," balas Varo sambil menaik turunkan alisnya. Sedangkan Asha pipinya langsung merah dan juga salting.
"Varo apaan sih!" ujar Asha malu-malu.
"Kan kita udah jadian, masa gak boleh panggil gitu. Atau mau dipanggil yang? Atau beb?" ucap Varo menggoda Asha. Membuat Asha menjadi salah tingkah.
Dira yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas. "EHEM ... JADI OBAT NYAMUK NIH GUE!!!" geram Dira.
"Biasanya lo sama Verrel juga gitu, Dir." Balas Varo.
Dira menepuk jidatnya, "Oh iya ... Gue mau pulang bareng Verrel. Lo sih Sha ngajak ngobrol terus. Jadi lupa kan gue."
"Lah kok jadi aku Dir? Loh, bukannya Verrel mau pergi sama Aksel ya Dir?"
'Skak ... Keceplosan kan gue!' batin Dira.
"Ohh ... I-itu Verrel gak ikut soalnya sopir gue gak bisa jemput. Jadinya Aksel perginya cuma sama Gavin saja." Dusta Dira dan Asha mengangguk percaya.
"Yaudah gue kesana dulu ya gaes .... " Ujar Dira dan langsung pergi begitu saja.
"Kita juga pulang yuk! Udah sore, nanti kamu dicariin nenek." Ucap Varo.
"Yaudah ayo,"
__ADS_1
Varo langsung menggendong tas nya begitupun dengan Asha. Mereka berjalan ke parkiran dan langsung memasuki mobil Varo. Di dalam mobil mereka hanya berbincang-bincang seputar sekolah dan juga kehidupan Asha dahulu.
Varo menepikan mobilnya di taman secara tiba-tiba. Seketika membuat Asha menatap Varo bingung.
"Loh kok berhenti kenapa Var. Mogok?" tanya Asha polos.
"Nggak ... Kita mampir dulu yuk beli es krim sebentar." Ajak Varo, Asha sempat berpikir sejenak.
"Boleh ... Tapi jangan lama-lama ya?"
"Oke siap bos!" ujar Varo sambil hormat. Asha yang melihat itu terkekeh geli. Dan Varo yang melihat Asha tertawa membuatnya gemas lalu mencubit pipi Asha.
"Aduh Varo kok pipiku dicubit sih. Kan sakit!!!" ucap Asha sambil mengelus pipinya yang sudah memerah.
"Salah kamu sendiri. Gemesin sih! Udah ayo turun nanti keburu sore." Kata Varo langsung keluar mobil dan diikuti Asha.
Asha dan Varo duduk sambil menikmati es krim mereka. Varo membeli rasa vanilla dan Asha membeli rasa coklat favoritnya.
"Gak cuma suka Var. Suka banget malah!"
"Iya aku tahu. Dari cara makan mu yang belepotan gitu." Ujar Varo lalu mengusap mulut Asha menggunakan tangannya. Membuat jantung Asha berdetak tak beraturan.
"Varo, malu!" kata Asha malu-malu dan pipinya yang kini berubah menjadi seperti tomat.
"Ngapain malu Ashalina Chantika?"
"Diliatin banyak orang soalnya." Jawab Asha membuat Varo mencubit gemas pipi Asha lagi.
"Ihh ... Kok dicubit lagi sih Var."
"Gemes banget soalnya." Jawab Varo sambil tersenyum lebar kepada Asha.
__ADS_1
Mereka berdua saling bercanda tawa. Tiba-tiba Varo merasakan kepalanya pusing dan hidungnya mengeluarkan darah. Asha yang melihat itu langsung panik dan mengeluarkan tissue dari tasnya
'Kok gue pusing ya? Gak ... Gue harus kuat supaya Asha nggak khawatir.' Batin Varo.
"Varo kamu mimisan. Sebentar ... Ini kamu bersihin pakai ini!" ujar Asha sambil menyodorkan tissue kepada Varo dan membantu membersihkannya.
"Kamu sakit, Var?" tanya Asha.
"Enggak, aku cuma kecapekan kok."
"Yaudah ... Kamu pulang aja ya? Nanti aku pesen ojek online aja."
"Gak kamu pulang sama aku. Cuma mimisan kok udah biasa."
"Var .... " Belum sempat Asha menyelesaikan ucapannya langsung disela oleh Varo.
"Asha! Percaya sama aku, aku gak apa-apa kok. Udah ayo pulang keburu sore." Ujar Varo dan langsung menarik lengan Asha. Asha hanya bisa pasrah sambil menghela nafasnya.
Varo mulai mengendarai mobilnya yang disampingnya terdapat Asha. Varo sesekali melirik ke arah Asha sambil tersenyum sendiri. Tak berapa lama sampailah mereka ke rumah. Asha lalu keluar dari mobil dan tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada Varo. Yang sekarang sudah menyandang sebagai pacarnya.
"Kamu kalau udah sampai rumah istirahat ya Var. Kalau kamu nggak bisa ikut lomba basket nggak usah dipaksain. Yang penting itu kesehatan kamu."
"Cie khawatir!" goda Varo.
"Nggak tadi itu cuma kecapaian kok. Paling buat tidur sebentar juga hilang." Imbuh Varo.
"Udah kamu masuk gih." Titah Varo lalu Asha mengangguk mengiyakan dan berjalan memasuki rumah.
Varo menatap kepergian Asha lalu menutup kaca mobilnya.
"Maafin gue Sha. Gue gak sanggup cerita sana lo. Biar waktu yang membongkar semuanya." Ujar Varo lalu kembali menyetir mobilnya kembali ke rumahnya
__ADS_1