MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Teman?


__ADS_3

Asha memasuki area sekolah elite. Ia berjalan menyusuri koridor mencari ruang kepala sekolah, namun tiba-tiba ....


BRUKKKK


"Aduhhh!" pekik Asha.


"Haduh maaf-maaf gak sengaja, gak keliatan bukunya nutupin jalan soalnya." Kata lelaki yang menabrak Asha sambil membantu Asha berdiri.


"Kok kayaknya gue belum pernah liat lo, lo anak baru ya?" tanya lelaki itu. Asha mengangguk sambil membenarkan seragamnya yang berantakan.


"Kenalin nama gue Alvaro Argi Naruna, panggil aja Varo." Ucap Varo sambil mengulurkan tanggannya kepada Asha.


"Ashalina Chantika panggil aja Asha." Asha membalas uluran tangan Varo.


"Mau nyari ruang kepala sekolah ya? Gue antar ya, anggap aja sebagai permintaan maaf gue sudah nabrak lo tadi. Sekalian gue juga mau keruang guru." Tawar Varo dan mendapat anggukan Asha.


"Emmmm sini aku bantu bawa bukunya kayaknya kamu keberatan." Tawar Asha kepada Vano dengan kepala menunduk.


"Boleh ini, lo bawa 4 ya!" jawab Varo sambil menyerahkan 4 buku kepada Asha.


Disepanjang koridor banyak siswa-siswi yang membicarakan Asha dan Varo.


"Siapa sih tuh cewek, udah cupu gatel lagi."


"Beruntung banget tu cewek biasa jalan berdampingan sama Varo."


"Kak Varo ganteng banget."


Kurang lebih seperti itulah suara heboh ciwi-ciwi. Ohhh iya selain 3F, Varo juga termasuk siswa yang terkenal di Elementary High School.


"Udah nggak usah dengerin apa kata mereka ya!" Kata Varo yang mengerti bahwa Asha juga mendengar perkataan mereka. Dan Asha mengangguk karena bagi Asha hal seperti itu sudah biasa ia alami.


"Ini ruang kepala sekolahnya ya. Kalau gitu gue tinggal dulu, semoga kedepannya kita bisa menjadi teman ya Sha. Emm ... Itu bukunya."


"Ehhh iya, terima kasih ya." Ucap Asha sambil meletakkan buku yang dibawanya ke tangan Varo."

__ADS_1


"Gue juga minta maaf ya soal kejadian tadi." Ucap Varo dan mendapat anggukan dari Asha.


'Tadi Varo bilang semoga bisa menjadi temanku?' blushh pipi Asha berubah menjadi seperti tomat. 'Apaan sih Sha gak mungkin Varo mau berteman sama cewe cupu kaya kamu' batin Asha lagi.


Kini Asha memasuki ruang kepala sekolah.


"Selamat pagi pak,"


"Iya selamat pagi, kamu Ashalina Chantika ya?"


"Iya pak, saya Ashalina Chantika."


"Duduk dulu ya, 10 menit lagi saya antar kamu kekelas. Nunggu bel berbunyi dulu."


"Iya pak," Asha pun duduk disofa ruangan tersebut.


KRIINGGG....


Suara bel berbunyi namun suasana dikelas 11 IPA-2 riuh karena jadwal pagi ini mereka jam kosong.


"Selamat pagi anak-anak."


"Mulai sekarang kelas kalian ada murid baru ya. Silahkan masuk nak!" Asha pun masuk dengan kepala menunduk karena malu.


"Silakan perkenalkan namamu nak!"


"Selamat pagi, per--perkenalkan namaku Ashalina Chantika, kalian bisa panggil aku Asha." Kata Asha gugup karena malu.


"Hai Asha .... " Suara murid kelas 11 IPA-2 kompak. Asha tersenyum lebar karena ia merasakan seperti sudah mempunyai banyak teman.


"Kalau mau kenalan lebih lanjut, nanti kalian bisa tanya-tanya waktu istirahat ya. Dan Asha kamu duduk disitu ya!" Ucap Pak kepala sekolah sambil menunjuk salah satu bangku kosong. "Sekian dari saya, terimkasih." Beliaupun meninggalkan kelas.


"Hai Asha kita ketemu lagi ya." Kata Varo yang duduk disamping Asha. Dan mendapat senyuman dari Asha.


"Hai Asha, kenalin gue Nadira Saira lo bisa panggil gue Dira, semoga kita kedepannya bisa berteman ya?" ucap wanita yang duduk didepan tempat duduk Asha.

__ADS_1


"Hai Dira, emmm emang kamu gak malu punya teman kaya aku?" jawab Asha menunduk.


"HA ... HA ... HA ... ya nggak lah Sha! Ngapain juga harus malu. Malah gue seneng punya teman kaya lo karena gue yakin lo nggak akan munafik." Jawab Dira dan Asha yang mendengar jawaban itu merasa sangat senang.


"Kok lo bisa bilang begitu Sha, memangnya kenapa?" tanya Dira sambil menatap Asha.


Asha yang tadi sedikit tersenyum lalu menunduk lagi. "Aku dari kecil nggak punya teman Dir, mungkin karena penampilan dan status keluargaku yang bisa dibilang kurang mampu."


"Tenang Sha kedepannya kita yang akan menjadi teman lo. Ya kan Dir?" ujar Varo.


"Ohh iya dong tentu," jawab Dira. Asha yang mendengar perkataan mereka sangat senang. Karena selama ini ia menginginkan teman sudah terwujud.


KKKRRRIIINNNGG


Bel kembali berbunyi yang artinya mendakan istirahat telah tiba.


"Sya kantin bareng yukk," ajak Varo.


"Nggak bisa Asha kekantin sama gue, yakan sha?" Kata Dira dengan puppy eyes nya.


"Yaudah kita kekantin bertiga aja." Kata Asha yang mendapat anggukan dari Dira dan Varo.


Sesampai mereka di kantin. Bangku kantin terlihat sangat penuh dan hanya tersisa 1 yang kosong. "Kita duduk disitu aja yuk," ajak Asha.


"Boleh, kalian mau pesen apa? Biar gue yang pesenin." Tanya Dira.


"Gue bakso sama es teh ya, kamu apa Sha??"


"Samain aja deh."


"Okeeyy, kalian tunggu disini dulu ya biar gue pesenin!" Ujar Dira lalu pergi memesan makanan.


"Duduk Sha!" Perintah Varo halus dan Asha menuruti.


Baru saja Varo dan Asha duduk namun tiba-tiba ada yang menggebrak meja mereka ....

__ADS_1


Siapa nih yang menggebrak meja Varo dan Asha??


Tunggu kelanjutannya ya😊


__ADS_2