
Sesuai perintah Aksel kemarin, Asha bangun sedikit lebih pagi dari biasanya dan melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, mencuci baju, dan menyiapkan sarapan untuk Aksel setelah itu baru ia mandi.
Setelah mandi ia berniat membangunkan Aksel. Ia sedikit bingung mau membangunkan Aksel atau tidak, pasalnya dia takut sekaligus risih masuk ke kamar Aksel. Karena meskipun ia hampir 1 bulan satu atap dengan Aksel, Asha belum pernah sekalipun masuk kekamar Aksel.
Didepan pintu kamar Aksel, Asha terlihat mondar-mandir bingung.
"Masuk apa enggak ya? Tapi nanti kalau Aksel gak dibangunin marah. Masuk aja deh daripada nanti Aksel marah bisa jadi soto ayam aku."
Asha membuka pintu kamar Aksel ragu-ragu. Ia melihat Aksel tidur membuatnya ingin tertawa sekeras-kerasnya karena sisi lain Aksel yang dingin dan sombong itu ternyata kalau tidur ia masih meluk boneka.
"Sel bangun, udah pagi kamu mau sekolah apa nggak?" ujar Asha namun Aksel tak kunjung juga bangun.
"Aksel Aksel bangun nanti kamu terlambat." Ujar Asha lagi sambil menepuk pelan tangan Aksel.
Usaha Asha tak sia-sia akhirnya Aksel bangun dan sedang mengumpulkan nyawanya sambil mengucek-ngucek matanya. "Kenapa sih lo masuk ke kakamar gue?"
"Kata kamu kemarin suruh bangunin kamu."
"Ohhh iya gue lupa, gue udah dibuatin sarapan belum?"
"Udah,"
"Kalau gitu gue mau mandi dulu, lo tunggu gue dibawah nanti lo berangkat bareng gue!"
"Iya," jawab Asha singkat lalu meninggalkan kamar Aksel.
Aksel lalu bangkit dari tempat tidurnya dan langsung melakukan menuju kamar mandi. Setelah mandi dan siap dengan seragam yang dipakainya Aksel lalu kebawah menyusul Asha dimeja makan untuk sarapan.
Saat sarapan tak ada sepatah katapun yang terucap dari mereka. Mereka fokus memakan sendwich dan susu hangat yang Asha buat.
Selesai makan mereka langsung berangkat sekolah. Dan seperti biasa suasana didalam mobil hanyalah hening hanya ada suara musik yang diputar Aksel.
Skip sampai sekolah
Saat hendak keluar dari mobil Aksel, Tangan Asha ditarik oleh Aksel.
"Lo mau kemana?" kata Aksel dengan wajah datar.
"Mau ke kelas," jawab Asha sambil menunjuk kearah luar.
"Nih bawain tas gue ke kelas gue!"
"Tap .... " Ucapan Asha terputus karena langsung dicela Aksel.
"Tapi apa? Inget ya lo itu selama satu minggu kedepan jadi BABU GUE, jadi lo harus menuruti perkataan gue dan gak boleh membantah. Udah cepet ini bawain!" ketus Aksel sambil menekankan kata babu gue.
'Aku boleh nyesel nggak sih mengiyakan perkataan Aksel kemarin' Batin Asha yang sedikit kesal.
"Iya," jawab Asha singkat dan langsung keluar dari mobil Aksel.
Karena langkah Aksel lebar-lebar ia berhasil menyusul Asha yang tadinya berada jauh didepannya.
*****
Varo dan Dira sedang mengobrol didalam kelas, dan saat Varo tidak sengaja melihat ke arah pintu ia seperti melihat Asha namun bukannya ia masuk kekelas tapi malah lurus terus. Ya memang kelas Aksel itu setelah kelas Asha.
"Dir kok kayaknya tadi gue lihat Asha tapi kok gak masuk kelas ya malah jalan terus."
"Masa sih salah liat kali lo, kalau bener Asha ya dia bakal langsung masuk kelas lah."
"Iya juga ya,"
Sementara itu, setelah Asha dan Aksel memasuki kelas Aksel yaitu 11 IPA-1 mereka langsung mendapat sorotan mata dari seluruh kelas tak terkecuali Gavin dan Verrel yang hebohnya minta ampun.
"Lah mereka barengan Rel." Sindir Gavin sambil melirik ke arah Asha dan Aksel.
"Iya Vin jangan-jangan mereka .... "
Sebelum Verrel menyelesaikan perkataanmya langsung dipotong oleh Aksel.
"Jangan-jangan apa? Lo jangan mikir yang aneh-aneh." Ujar Aksel sambil menatap sinis mereka.
__ADS_1
"Dan lo cupu, lo boleh ke kelas lo sekarang!" Imbuh Aksel sambil menggerakkan tangannya layaknya mengusir.
"Sha lo mau ke kelas, gue bareng lo ya?" ujar Verrel.
"Mau ngapain?"
"Yang tadi malam dichat itu lo,"
Flashback on
Asha duduk di balkon kamarnya sambil menatap bintang-bintang. Tiba-tiba HP nya berbunyi dan mendapat notif WhatsApp namun tak dikenali nomernya.
+62 85734******
P
P
Sv Verrel
Ashalina
Okeee
Verrel
Sha, besok gue mau nembak Dira kira-kira diterima gak ya?
Ashalina
Kamu suka Dira??
Verrel
Iya Sha sebenarnya gue udah lama suka sama Dira.
Ashalina
Beneran Rel?
Buruan tembak aja deh daripada keduluan orang
Verrel
Lo beneran Sha?
Ashalina
Bener rel:)
Verrel
Besok doa in gue ya Sha! Semoga besok gue diterima Dira.
Ashalina
Oke Ver aku doa in
Tapi kamu jangan sampai sakitin Dira!
Verrel
Oke siap boss
Flashback off
"Mau ngapain lo Rel?" tanya Aksel.
"Kepo kaya dora." Jawab Verrel sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ayo Sha," ujar Verrel sambil menarik Tangan Asha. Aksel yang melihat itu hatinya membara-bara.
"ANJ*NG!!!" Umpat Aksel lalu bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Mau kemana lo Sel?" tanya Gavin.
"Nyusul mereka," kata Aksel keluar kelasnya.
"Lah gue ditinggal sendiri sih, gue ikutt. Tungguin gue woyy!" teriak Gavin lalu menyusul mereka.
Didepan kelas 11 IPA-2 terlihat Asha dan Verrel yang berbincang-bincang pasalnya tiba-tiba nyali Verrel mau nembak Dira hilang. Tapi karena dukungan Asha akhirnya Verrel memberanikan diri.
Dira menatap kedatangan Asha dan Verrel bingung "Loh kok kalian bisa bareng?"
"Ceritanya panjang Dir, nih Verrel mau ngomong sama kamu." Jawab Asha sambil menyenggol bahu Verrel.
"Emmm Dir, gue mau ngomong sama lo sebentar. Lo bisa ikut gue?" kata Verrel canggung dan mendapat anggukan dari Dira.
Asha menatap kepergian Verrel dan Dira sambil tersenyum. Asha meletakkan tas nya dan duduk ditempat duduknya. Varo yang bingung melihat kejadian tadi langsung menanyakannya pada Asha.
"Sha tadi itu Verrel ngapain?"
Asha sedikit menggeser kursinya mendekati Varo "Jadi Verrel itu mau nembak Dira Var," bisiknya pada Varo.
"Lah beneran? Kalo bener mereka jadian nanti kita minta ditraktir ya sama mereka."
"Hahahahahaa siap," jawab Asha lalu mereka tertawa bersama.
Tiba-tiba Aksel dan Gavin datang kekelasnya membuat semua murid 11 IPA-2 heran pasalnya baru pertama kali ini seorang Aksel Putra Adelard menginjakan kakinya dikelas mereka.
"Itu beneran Aksel?"
"Gila ganteng banget!"
"Gue udah cantik belum?"
"Kaca mana kaca mau ngaca dulu gue,"
"Mimpi apa dia semalem, kok ke kelas kita."
Begitulah kira-kira suara murid kelas 11 IPA-2 sedangkan Aksel seperti biasa ia tak memperdulikan perkataan mereka.
"Lo cupu, Verrel mana?" tanya Aksel sambil melihat ke seluruh kelas.
"Lagi keluar sama Dira," jawab Asha.
"Owh, lo berdua itu kalau mau pacaran ingat tempat dong!" sindir Aksel.
"Siapa juga yang pacaran," balas Varo.
Lagi-lagi kelas 11 IPA-2 kedatangan lagi 3 makhluk tak diundang siapa lagi kalau bukan The Girls.
"Bebeb Aksel ngapain sih datang ke kelas yang isinya orang-orang kampungan kayak gini?" ceketuk Cherry sambil memegang-megang Aksel.
"DIH NAJIS!" jawab seluruh murid kompak.
"Emang fakta kan, kelas kok isinya orang cupu-cupu contohnya dia tuh." Ujar Feby sambil menunjuk Asha dengan matanya. Asha yang diperlakukan seperti itu hanya diam.
Varo sedikit melirik ke arah Asha dan merasa kasihan kepadanya
"Aksel lo nyuruh orang kalau pacaran inget tempat, tapi lo aja pacaran gak inget tempat. Mana pegang-pegangan lagi, kalau gue jadi lo sih malu." Ceplos Varo.
Aksel masih mencoba menyingkirkan tangannya dari genggaman Cherry. 'Hancur sudah reputasi gue, ni anak kenapa sih bikin malu aja' Ucap Aksel dalam hati.
Karena Aksel merasa malu ia langsung keluar dari kelas tersebut dan menuju kelasnya yang diikuti dengan Gavin dan 3 makhluk astral tadi.
"Lo bertiga tuh apaan sih bikin gue malu tau gak, lo juga Vin lo tadi bukannya belain gue malah diem." Ujar Aksel emosi.
"Bebeb Aksel kan kita gak bermaksud begitu."
"STOP PANGGIL GUE BEBEB, LO ITU BUKAN SIAPA-SIAPA GUE. BIKIN ILFIIL TAU GAK!" Bentak Aksel.
"Mamam tuh amukan Aksel wkwkwkwkwk" --Author
Cherry yang mendengar itu langsung menjauh dan duduk ditempat duduknya 'Lo boleh bilang gitu sekarang Sel, tapi lo liat aja nanti. Gue bakal buat lo jatuh hati sama gue' Batin Cherry sambil smirik.
Bonus Part : Lirikanmu mengalihkan segalanya Varš¤©
__ADS_1