MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Ada Apa dengan Varo???


__ADS_3

Melihat Varo yang pingsan Asha langsung berlari ketengah lapangan meletakkan kepala Varo dikakinya. Ia mecoba membangunkan Varo dengan menepuk pipinya pelan.


"Varo bangun! Kamu kenapa? Ayo bawa Varo kerumah sakit!" ucap Asha frustasi. Semua orang disana kebingungan.


"Gavin, Verrel bantu gue bawa Varo kemobil gue! Kita kerumah sakit!" titah Aksel. Verrel dan Gavin langsung menopang Varo ke mobil Aksel diikuti Asha dan Dira dibelakangnya.


Aksel membukakan pintu mobil. Asha sekarang duduk dibelakang sambil memangku kepala Varo di kakinya. Sedangkan Verrel, Gavin, dan Dira mereka menggunakan mobil Verrel mengikuti dibelakangnya.


"Aksel ayo cepet!" ujar Asha panik.


"Ini juga udah ngebut Asha!" balas Aksel.


"Lo keliatan panik banget ya Sha. Kalau misalkan gue diposisi Varo apa lo juga akan sepanik ini? Gak ... Gue gak boleh seperti ini! Varo sedang dalam bahaya." Ucap Aksel dalam hati. Lalu ia menambah kecepatan mobilnya.


Sekarang Aksel dan Asha sedang menunggu Varo yang sedang diperiksa. Asha takut kalau Varo kenapa-napa ia mondar-mandir kesana-kemari sambil menggigit jarinya.


"Sha lo punya nomer orang tuanya Varo nggak buat ngabarin mereka?" tanya Aksel.


Asha menggeleng, lalu ia mengingat sesuatu kalau tadi sebelum pertandingan Varo menitipkan ponselnya kepada Asha. Asha lalu segera meraih tasnya dan mengambil ponsel Varo.

__ADS_1


Asha mencari nomor orang tuanya dan ia mendapatkan kontak dengan nama bunda. Asha langsung memanggil nomer tersebut.


"Halo! Varo kenapa nak, kok telpon bunda?"


"Halo! Maaf tante ini Asha, temannya Varo. Varo tadi tiba-tiba pingsan tante dan dia sekarang lagi di periksa dokter."


"Terus sekarang kalian di mana?"


"Rumah Sakit Ananda tante."


"Sebentar lagi tante kesana. Tolong jagain Varo dulu ya!"


"Iya tante."


"Gimana keadaan Varo?" tanya Verrel.


"Varo dimana?" tanya Dira.


"Varo lagi diperiksa dokter." Jawab Aksel karena Asha hanya menunduk sedih.

__ADS_1


Dira langsung duduk disamping Asha sambil memeluknya menyakinkan bahwa Varo tidak apa-apa.


"Gaes maaf nih sebelumnya, gue gak sepantasnya ngomong gini saat keadaan begini." Ujar Gavin dan semuanya langsung menatapnya.


"Kenapa Vin? Plis kali ini lo jangan bercanda dulu!" balas Dira.


"Gue gak bercanda." Ujar Gavin. Ia menghela nafasnya sejenak.


"Tadi pagi sebelum kita tanding basket. Gue sempet liat Varo yang sedang minum obat banyak banget. Tapi saat dia liat gue, dia langsung kaya nutup-nutupin gitu." Imbuh Gavin.


Semua yang disitu langsung pada kaget. Dan dapat ditebak jika pertanyaan yang ada dipikiran mereka itu sama. Sebenarnya apa yang sedang disembunyikan Varo.


"Apa mungkin dia .... " Ucapan Verrel terputus karena bunda Varo yang ditelpon Asha barusan datang. Ia datang tak sendiri melainkan bersama pria yang kemungkinan itu adalah ayahnya Varo.


"Apa kalian teman-teman Varo? Apakah Varo masih didalam?" tanya bunda Varo panik.


"Iya tante kami teman-teman Varo. Dokter dari tadi masih memeriksa Varo dan sampai sekarang dokternya belum keluar juga." Jawab Aksel.


Bunda Varo langsung lemas dan ia terisak menangis. Suaminya lalu menyuruhnya duduk disamping Asha dan Dira.

__ADS_1


"Sabar, Bun! Varo pasti kuat hadapi semua ini. Kita harus yakin bahwa dia nggak apa-apa."


"Gak, Yah! Bunda gak bisa tenang. Bunda gak rela kalau waktu yang dokter maksud itu datangnya adalah sekarang. Hiks ... Hiks ... Hiks .... " Kata Bunda Varo menangis terisak. Suaminya langsung memeluk dan mengusap punggungnya lembut.


__ADS_2