MY SWEET NERD

MY SWEET NERD
Ujian Kesabaran (2)


__ADS_3

Asha dan Aksel berjalan menyusuri lorong di supermarket tersebut. Aksel berjalan didepan Asha sambil mendorong troli sedangkan Asha ia mengekori Aksel. Bukannya mencari bahan makanan dulu, Aksel malah mengajak Asha ketempat snack-snack.


Aksel membeli banyak sekali camilan hingga ia mungkin sampai lupa bahwa tujuan utamanya mereka datang kesini yaitu beli bahan buat masak. Troli sudah separuh terisi. Aksel yang merasa cukup untuk persediaan camilan akhirnya mengajak Asha ketempat bahan-bahan makanan.


"Cupu, lo mau beli makanan nggak?" tanya Aksel dan Asha menggeleng.


"Yaudah ayo ke kesana," kata Aksel sambil mendorong troli dan Asha mengikutinya.


"Kamu mau makan apa Sel?" tanya Asha.


"Emmm... nasi goreng aja deh." Ujar Aksel enteng.


"Kalau nasi goreng kita tadi gak usah jauh-jauh datang kesini Sel!" Ujar Asha halus yang sebenarnya sedang menahan kekesalannya.r


Aksel menatap Asha sejenak ia terpikir sesuatu. 'Gue beliin Asha coklat kali ya? Kata orang-orang coklat bisa buat mood jadi baik dan juga ungkapan kasih sayang he... he....' Batin Aksel


"Yaudah sih tinggal beli sayur sama daging buat persedian besok. Sha lo disini dulu ya! Gue mau beli sesuatu dulu," ujar Aksel lalu pergi meninggalkan Asha. Asha yang kesal dengan tingkah Aksel hanya menghembus nafas panjang.


Asha memilih-milih sayuran seperti bayam, wortel, brokoli dll. Namun tiba-tiba ada yang menepuk bahu Asha membuat Asha terkejut.


"Loh Var kamu disini?" dia yang mengagetkan Asha adalah Varo.


"Iya nemenin ibu negara belanja. Kamu sendiri ngapain?"


"Beli bahan buat masak Var."


"Kamu mau masak Sha? Aku mau dong makan masakan kamu. Besok pagi bawain aku bekal dong Sha. Mau ya? Mau ya? Sekali ini aja." Ujar Varo layaknya anak kecil.


'Varo selama ini udah baik sama aku, masa dia minta bawain bekal aku nggak mau. Itung-itung buat balas budi atas kebaikan Varo deh.' Ucap Asha dalam hati.


"Iya Var besok aku bawain, kamu mau dibawain apa?" tanya Asha sambil tersenyum kepada Varo.


"Terserah kamu Sha. Tapi beneran dibuatin ya? Janji kan?" jawab Varo sambil mengangkat kelingkingnya.


"Iya Varo janji." Balas Asha sambil mengangkat kelingkingnya mengikuti Varo.


Varo tersenyum lebar "Yaudah ya Sha aku balik kesana dulu, nanti bisa-bisa ibu negara marah aku tinggal lama-lama." Ucap Varo lalu meninggalkan Asha.


Tak berselang lama setelah Varo pergi, Aksel datang membawa 2 coklat ditangannya. Dia sempat melihat Asha yang berbincang dengan Varo tadi.


"Tadi Varo ngapain?" tanya Aksel datar.


"Cu... cuma nyapa kok," jawab Asha.


"Nih coklat buat lo, eits ... Lo jangan geer dulu ini gue beli satu gratis satu, gak mungkin gue makan dua-duanya kan? Nanti bisa-bisa gue diabetes daripada gue buang ya mending gue kasih ke lo."


"Iya Sel makasih ya." Ujar Asha lalu menaruh coklat tersebut ke troli.


Orang kaya Aksel itu gengsinya tinggi gaes. Jadi dia malu kalau emang tujuannya beliin Asha coklat, jadi bilangnya beli satu gratis satu.


"Udah apa belum sih?" ketus Aksel.

__ADS_1


"Ini udah,"


"Ayo kekasir terus pulang gue udah laper banget." Ujar Aksel dan Asha mengangguk menyetujui. Lalu mereka menuju kasir.


"Berapa totalnya mbak?" Tanya Aksel kepada petugas kasir.


"615.000 mas,"


Aksel lalu membayarnya lalu mereka langsung keluar dari supermarket. Dan langsung pulang kerumah.


Skip Sampai Rumah


"Lo masaknya jangan lama-lama, harus enak, dan jangan pedes banget! Gue mau main playstation dulu di ruang keluarga. Kalau udah jadi nanti panggil gue!" perintah Aksel.


"Iya Sel," jawab Asha singkat lalu ia menuju dapur untuk memasak nasi goreng.


Karena Asha anak yang cekatan tak butuh waktu lama nasi gorengnya sudah jadi. Asha lalu memanggil Aksel untuk makan.


Mereka berdua duduk dimeja makan. Disana hanya ada dentingan sendok dan piring tanpa adanya percakapan.


'Kok masakannya Asha enak juga ya? Bahkan lebih enak dari masakan Mbok Ijah. Gak salah lagi gue emang.' Gumam Aksel dalam hati


Mereka sudah selesai makan, Aksel langsung menuju kamarnya sedangkan Asha ia mencuci piring terlebih dahulu baru kekamarnya.


Aksel pov


Gue memasuki kamar gue dengan perasangan gembira, senang, dan bahagia. Dih sama aja ya? Alah bodo amat pokok ya gue sekarang sangat sangat sangat bahagia.


************** 3 FAMOUS **************


Aksel


Oyyy


Gue lagi seneng banget ni


Monyet gue dikacangin


Woy bales kunyuk


Besok gak gue traktir


Gavin


Yaelah baperan banget dah


Seneng kenapa Sel?


Aksel


Gue tadi dimasakin Asha

__ADS_1


Verrel


Idih gitu aja seneng


Aksel


Iri bilang ae lo


Gavin


Masakan Asha enak gak Sel?


Aksel


Enak banget dah Vin, sumpah


Gavin


Beneran Sel?


Besok gue suruh Asha masakin gue juga ah


Aksel


Berani-beraninya lo Vin, gue pecat dari daftar list temen gue lo


Gavin


Aelah baperan amat dah lo Sel


Verrel


(2)


Aksel


Dah lah males gue sama lo berdua


Gue langsung menyimpan ponsel gue dan langsung tidur.


Aksel pov end


Keesokan harinya


Asha sudah rapi dengan seragamnya. Ia lalu memasuki kamar Aksel dan membangunkannya.


"Aksel bangun udah pagi!" Ujar Asha membangunkan Aksel. Tak berapa lama Aksel mengejap-ngejapkan matanya.


"Kamu mau sarapan roti atau nasi?" Tanya Asha.


"Roti aja," jawab Aksel dengan suara serak khas bangun tidur. Asha lalu kebawah dan menyiapkan sarapan. Sedangkan Aksel ia lalu bangkit dari tempat tidurnya dan langsung mandi.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian Aksel turun kebawah untuk sarapan. Asha juga sudah menyiapkan untuk sarapan ia membuat roti dengan selai coklat dan susu hangat. Tanpa berlama-lama lagi mereka langsung menghabiskan sarapannya lalu setelah sarapan, Asha dan Aksel berangkat ke sekolah.


__ADS_2