
Dikantin seperti biasa ramai nggak kaya hatiku yang kosong. Haduh malah curhat. Lanjut ....
"Lo semua pada mau pesen apa? Gue traktir deh, itung-itung pajak jadian gue sama Dira pacaran supaya bisa langgeng sampe kakek nenek." Ujar Verrel dengan candaannya.
"Gue soto yang pedes banget pokoknya ya yank. Sama minumnya jus apel aja deh." Jawab Dira.
"Karena otak gue sekarang lagi capek banget soalnya habis pelajaran fisika. Maka dari itu gue butuh asupan yang enak, sehat, dan bergizi. Gue pengen yang seger-seger soalnya pas aja gitu sama keadaan gue saat ini. Terus hari ini juga panas banget jadinya gue mau yang ada es nya. Karena kemarin gue mabar sampe malem jadi gue lapernya gak ketulungan terus .... " Ujar Gavin panjang x lebar terputus oleh Verrel.
"Banyak cincong lo Vin! Kesimpulannya lo mau pesen apa?" umpat Verrel kesal.
Gavin terkekeh geli. "Soto sama minumnya es teh."
"Tinggal bilang gitu aja muter-muter sampe keliling Asia. Terus lo mau apa?"
"Gue sama kaya Gavin aja deh. Soto sama es teh." Jawab Varo.
"Aku samain aja soto sama es teh."
Verrel mengangguk. "Lo mau makan apa Sel?"
"Gue bawa makanan dari rumah, jadi gak usah." Ujar Aksel cuek lalu membuka tepak makanannya.
"Dih lo yang bener bawa bekal Sel? Kalau fans-fans lo pada tau nih. Gue jamin besok pagi meja lo isinnya tepak makanan semua." Ceplos Gavin dan Aksel acuh tak menggubrisnya.
Varo yang kebetulan berada disamping Asha berbisik tepat ditelinga Asha. "Yang bawain Aksel bekal kamu Sha?" tanya Varo.
"Iya Var, tadi pagi waktu mau berangkat sekolah tiba-tiba Aksel maksa suruh buatin nasi goreng buat bekal katanya. Yaudah aku buatin aja." Jawab Asha jujur.
'Jangan-jangan Aksel liat waktu gue sama Asha makan bareng. Terus dia cemburu gitu. Gak bisa dibiarin, pokoknya gue harus bisa dapetin hati Asha. Gue gak rela kalau Asha sama Aksel.' Gumam Varo dalam hati.
"Gue soto sama jus apel aja deh, biar sama kaya pacar gue. Lo gak mau pesen minum Sel?" ujar Verrel.
"Gue air putih aja." Jawab Aksel singkat.
"Oke berarti ... Soto 5, es teh 3, jus apel 2 sama air putih aja kan?" ujar Verrel dan yang lainnya mengangguk. Verrel lalu berjalan ke warung soto untuk memesan makanan.
Gavin melirik ke arah Aksel yang sedang sangat menikmati makananya. "Sel gue mau dong, kayanya enak."
Gavin mencoba meraih makanan Aksel tetapi Aksel langsung menepis tangan Gavin kasar. "Gak boleh!" Ketus Aksel.
"Ck ... Pelit beut lo Sel! Ini yang masakin Asha kan? Yaudah besok gue suruh Asha aja yang masakin buat gue." Celoteh Gavin.
__ADS_1
"GAK BOLEH!" Bentak Aksel. Aksel yang tersadar hal itu langsung gugup.
"Mak-maksud gue kan Asha tinggal dirumah gue. Jadi semua makanan yang Asha buat itu milik gue, kan yang beli pake uang gue. Dan gue gak rela kalau lo yang minta." Ujar Aksel.
The girls yang tak sengaja mendengar perkataan Aksel tentang Asha yang tinggal dirumahnya langsung rusuh.
"Oh my ... Oh my ... Oh my ... Bebeb Aksel coba jelaskan kenapa lo sama Cupu bisa satu rumah? Jangan-jangan kalian udah nikah ya? Gaes tangkap gue, gue mau pingsan." Ujar Cherry alay dan lebay.
Aksel langsung memutar bola matanya malas dan menutup telinganya. Asha yang mendengat perkataan Cherry langsung membuka suara.
"Cherry, bukan gitu. Aku itu .... " Asha belum menyelesaikan ucapannya namun langsung diputus Cherry.
"Aku apa? Udah ya cupu gue benci banget sama lo!" Kata Cherry.
Asha membuang nafas kasar. "Aku itu cuma pembantu dirumah Aksel." Ujar Asha cepat.
Cherry langsung tersenyum puas sambil memainkan rambutnya.
"Owh cuma pembantu," cetus Cherry.
"Pantesan penampilannya kaya gembel, Ternyata cuma pembantu toh." Ceplos Febby.
"Lo tuh ya! Sini gue jambak rambut lo." Teriak Dira yang tak rela jika sahabatnya dikatai seperti itu. Dan Asha, seperti biasa dia hanya diam sambil menunduk.
"Udah ya Dir. Aku gak suka kalau kamu kaya gini." Ujar Asha dan Dira langsung duduk kembali dengan kecewa.
Ersya yang satu geng dengan Cherry menjulurkan lidahnya mengejek. Dira hampir emosi lagi tetapi ia tahan.
Cherry langsung duduk disebelah Aksel yang kebetulan kosong karena Verrel sedang pesan makanan. Cherry memegang-megang tangan Aksel manja namun selalu ditepis Aksel.
"Cher lo itu turun dari langit ya?" ujar Gavin.
"Iya emang kenapa? Gue mirip bidadari gitu ya? Iya gue tau kok!" ujar Cherry ge er.
"Oh pantesan, soalnya setan juga biasanya gitu." Jawab Gavin dan yang lainnya langsung tertawa.
"Iya bener Vin, sifatnya sama banget gitu ya." Kata Dira sambil mengusap air matanya karena tertawa.
"Lo ya Gavin!!!" kata Cherry yang mencoba meraih Gavin namun langsung ditepis Aksel.
"Pergi lo dari sini. Eneg banget gue liat muka lo!" bentak Aksel.
__ADS_1
"Kok bebeb Aksel gitu sih." Ujar Cherry dimanja-manjain.
"GUE BILANG PERGI!" ujar Aksel emosi.
Cherry bangkit dari tempat duduknya dan pergi sambil menghentakan kakinya.
"Gaes kita pergi!" instruksi dari Cherry dan Feby juga Ersya mengekori dibelakangnya.
Verrel yang datang sambil membawa makanan ditangannya menatap Cherry bingung. Pasalnya ia tidak salah apa-apa tetapi Cherry menyenggol bahunya sengaja.
"Tu anak kenapa sih? Kumat lagi ya?" ujar Verrel sambil meletakkan makanan dimeja.
"Biasa lah yank, emang orang nya gitu." Ucap Dira.
"Lo tuh emang ganteng banget dah Rel. Makasih ya." Rayu Gavin.
Mereka semua langsung memakan soto mereka. Kecuali Aksel ia lebih menikmati nasi goreng buatan Asha.
"Sel bentar lagi ultah lo kan?" tanya Gavin tiba-tiba.
"Ehhh iya Sel, hampir lupa gue. Besok Minggu kan?" imbuh Verrel.
"Hmm," deham Aksel.
"Mau lo rayain kaya apa Sel?" tanya Verrel.
"Kaya biasa aja, cuma ngundang kerabat sama temen sekelas." Balas Aksel.
"Lo gak adil banget dah Sel. Lo ngundang temen sekelas lo doang. Padahal kelas gue itu kalau lo ulang tahun berharap mereka diundang." Ujar Dira.
Aksel berfikir sejenang mencerna kata-kata Dira. "Yaudah besok gue undang kelas IPA-2 sama IPA-1 semuanya tanpa terkecuali."
"Lo beneran Sel?" tanya Dira antusias.
"Kapan gue pernah bercanda?"
"Ohh iya gue lupa."
Asha hanya menyimak pembicaraan mereka namun pada dasarnya ia sedang bergelut dengan pikirannya. Mengingat Aksel yang sebentar lagi ulang tahun dan ia juga belum membeli kado.
Karena bagaimanapun juga Asha sadar diri jika Asha tinggal dirumahnya. Setidaknya Asha membelikan sesuatu untuk Aksel meskipun itu berbanding jauh dari hadiah dari teman dan kerabatnya.
__ADS_1
'Aksel sebentar lagi ultah ya? Aku harus beliin sesuatu, karena bagaimanapun juga aku sudah selalu merepotinya.' Batin Asha