
sedang Kan di rumah abah
Haris sudah semakin gelap Bagaimana kalau kita pulang sekarang ajh' Ujar Bagas
Yahh nanti dong pahh,Aku kan masih kangen' jawab manda Lesu
Maaf sayang Nanti papah Kesini lagi' Ujar papah Bagas
Kapan?'Tanya Manda
Kapan kapan'Jawab Bagas Senyum jail
Ishh papah' ujar manda merajuk
sebaik nya kalian Menginap saja, Hari sudah Mulai Gelap takut terjadi apa apa di jalan nanti'Ujar abahh
Iya Pahh Mah Nginep ajh yahh Pliss pliss' Ujar alice pada mamah dan papah nya dengan wajah yang sangat menggemas kan, Hingga Membuat Fahmi Mencubit Pipinya
auwww abang sakitt tauu' ujar alice cemberutt
aduuhh lucu banget sih adek siapa siiih' Ujar Fahmi sambil Mencium pipi alice
__ADS_1
Adek abang lah, adek siapa lagi Cba'Jawab alice dengan kesall
Sedangkan Ustadz Yang Ingin masuk kedalam rumah nelihat pemandangan Di depan Nya membuat hatinya panas terbakar api cemburu, Pandangan yang di Maksud ustadz faudzan adalah saat Faudzan mencium Pipi alice dengan gemass
Tetapi Dengan Sempurna Ustadz faudzan bisa menutupi Ekspresi itu Semua bisa Tertipu oleh wajah nya namun tidak dengan fahmi, Fahmi bisa melihat dengan jelas Kalau Ustadz faudzan sedang menahan Kemarahan
Dengan cepat ustadz faudzan mengucapkan salam
Assalamualaikum' ucap Ustadz faudzan Lalu menyalami Abah ummah Papah David papah bagas papah hendra mamah farah mamah linda dan terakhir mamah sandra
waalaikumsalam , dari mana saja kami zan?' tanya Abah pada putra nya itu dengan tatapan Tak bisa Di artikan, Sedang kan yang di tatap sedang asik menatap Gadis pujaan nya siapa lagi Kalau bukan Alice, semua gerak gerik faudzan Dapat di baca Oleh Fahmi dengan mudah
Ooh yasudah' uja abah Mengangguk
Faudzan Hanya mengangguk mengiyakan abah
Gimana abah apa Alice Sisky dan Manda sudah ada perubahan?' Tanya Papah hendra pada abah
coba kamu tanyakan Sama Faudzan Nak soalnya Abah serahkan semuanya pada Faudzan' Ujar Abah
Tidak ada perubahan Pak Mereka masih sama sperti pertama masuk Kepesantren yang Selalu Membuat onar' jawab ustadz faudzan Menunduk
__ADS_1
Huffttt Yasudah, Om sangat berharap Mereka Bisa Berubah' Ujar Papah Hendra.
Menghela nafas Alice dan teman-temannya termenung dengan apa yang diucapkan ustadz Faudzan dan pak Hendra. mereka bertekad akan berubah apalagi Alice yang merasa sangat malu kepada orang tuanya.
Iya pah, maafin aku. Aku banyak mengecewakan papah dan mamah. ujar Alice sambil menunduk.
dengan tersenyum papah menjawab. iya sayang, papah senang mendengarnya, iyakan mah?
mamah mengangguk dan tersenyum. iya sayang.
mah pah aku juga minta maaf, aku juga akan berubah. Ujar manda kepada orang tuanya.
naahh, gitu dong. ujar mamah manda sambil tersenyum.
Sisky juga mau berubah. Ujar sisky yang sudah berkaca-kaca.
Alhamdulillah. sini sayang. ujar orang tua Sisky sambil memeluknya.
Yasudah, kami para orang tua sangat senang mendengarnya. kalian jangan hanya berjanji kepada kami, tapi harus benar-benar melakukannya dengan baik dan taati peraturan yang ada di pesanteren ini. ujar papah Manda.
serempak mereka bertiga (Alice Manda Sisky) mengangguk patuh. para orang tua dan ustadz Faudzan tersenyum dan berkata "Alhamdulillah.."
__ADS_1