
Alice Manda dan Sisky mulai menghafal yang dibimbing oleh ustadzah Fitri dengan wajah yang tidak enak dilihat.
Yang bener makhrajul hurufnya. Ujar ustadzah Fitri. Nah ya seperti itu. Lanjutnya.
Sementara Alice Manda dan Sisky kali ini belajar dengan sungguh-sungguh.
Yasudah kita cukupkan dulu. Kalian sudah hafal 3 surat, selanjutnya hafalkan lima surat berikutnya. Paham?
Iya paham ustadzah. Jawab Alice Sisky dan Manda serempak.
Skipp
Dikamar. Gila, susah banget yah. Tadi hafal 3 surat aja susah, apalagi lima surat. Keluh Manda.
Coba gue lihat, hmm masih surat pendek kok guys. Ujar Alice.
Yaudahlah kita bismillah aja, lagian kitakan udah tobat, ya kita harus belajar sungguh-sungguh. Ujar Sisky dengan bijak.
Alice dan Manda tercengang mendengarnya, lalu keduanya bangun dan memeriksa kening Sisky dan sekujur tubuhnya siapa tau panas atau habis jatuh dari kamar mandi.
Gak panas Man. Ujar Alice sambil menempelkan tangannya pada kening Sisky.
Gak ada luka, kepalanya juga aman-aman aja. Ujar Manda membuat Sisky kesal dengan ulah kedua temannya.
Stoopp! Gue normal guys. Gak habis jatuh terus gagar otak. Sungut Sisky.
Ya kirain, tumben-tumbenan lo bijak amat. Ujar Alice diangguki oleh Manda.
Ya kali gue gagar otak. Sembur Sisky. Alice dan Manda tertawa terbahak-bahak. Hahaha.
Aduh, aduh.. Udah ah perut gue sakit lagi kan . Ujar Alice sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Syukurin lo. Giliran Sisky yang tertawa.
Diminum nih jamunya. Ujar Manda menyodorkan gelas berisi jamu. Alice meminumnya kemudian merebahkan badannya dan tertidur pulas.
Yeeeh nih anak cepet amat molornya, ujar Sisky.
Yaudah yuk kita keluar, laper nih, kita bantu masak biar cepet kelar. Ajak Manda kemudian keluar bersama Sisky.
Skipp
Hoaamm jam berapa nih. Alice bangun dari tidur siangnya. Ahh udah mau ashar, mandi deh biar segar. Lanjutnya.
Selesai mandi dan berpakaian, Alice keluar mencari Manda dan Sisky. Kemana yah mereka? Tanyanya entah pada siapa.
Bruk aduh.. Gue nabrak apaan keras banget. Gerutu Alice yang masih menunduk memegangi jidatnya.
Ehemm assalamualaikum. Ucap Fauzan
Wa'alaikumsalam. Jawab Alice. Ternyata nabrak orang. Gumamnya. Kalau jalan hati-hati dong pak ustadz, jidat dan hidung gue sakit nih. Lanjutnya dengan kesal.
Alice memanyunkan bibirnya. Yaudah permisi pak ustadz. Ucap Alice berlalu tapi belum selangkah Fauzan memanggilnya. Alice tunggu.
Ya? Tanya Alice
Sudah hafal berapa surat?
Baru tiga pak ustadz. Kenapa emang? Tanya Alice dengan heran
Tidak. Boleh saya minta tolong? Tolong carikan juz amma di perpustakaan. Kalau sudah ketemu, nanti tolong bawakan di masjid, saya stay di sana. Terimakasih Assalamualaikum. Ujar Fauzan tanpa menunggu jawaban Alice.
Iiihh seenaknya aja tuh orang, wa'alaikumsalam. Gerutu Alice dan berlalu di perpustakaan.
__ADS_1
Sesampainya diperpustakaan. Bu saya mau nyari buku juz amma, dimana yah? Tanya Alice kepada pengurus perpustakaan.
Di rak sebelah sana. Jawab ibu pengurus perpus. Makasih bu, lanjut Alice kemudian menghampiri rak tersebut, setelah menemukan apa yang dicari kemudian pergi ke masjid untuk memberikan kepada ustadz Fauzan.
Mana tuh orang, ah itu dia. Alice menghampiri Fauzan.
Assalamualaikum pak ustadz
Wa'alaikumsalam. Sudah ketemu?
Sudah, nih pak ustadz. Gue permisi. Ujar Alice hendak pergi
Terimakasih, tunggu. Fauzan menahan Alice. Surat apa yang belum hafal? Tanya Fauzan.
Dari surat Al-Fiil sampe seterusnya. Jawab Alice dengan sedikit malu.
Yasudah ayo hafalkan surat selanjutnya, saya tunggu disini dan nanti saya akan dengarkan kalau sudah hafal surat berikutnya.
Emmm anu pak ustadz, nanti deh gue mau nyari teman-teman gue dulu. Ujar Alice mencari alasan.
Kamu tidak usah hawatir, mereka sedang membantu ibu nyai. Ayo saya bimbing. Pungkas Fauzan tak terbantahkan.
Audzubillahi minasysyaithonirrojim, bismillahirrohmanirrohim..
Alice membaca surat berikutnya dengan terbata-bata. Makhraj nya yang benar Alice, tajwidnya perhatikan. Ujar Fauzan kemudian mencontohkan bacaan yang benar.
Alice manghafal dengan sungguh-sungguh meskipun awalnya tidak bisa fokus karena diperhatikan oleh Fauzan tapi akhirnya bisa menghafal 2 surat berikutnya. Sedangkan Fauzan mencuri-curi pandang kepada Alice kemudian tersenyum dan Alice melihat senyuman itu seketika hatinya dag dig dug setengah mampus.
Alhamdulillah sudah hafal 2 surat, nanti hafalkan lagi surat-surat berikutnya. Ujar fauzan dengan tersenyum.
Terimakasih pak ustadz. Kalau gitu gue permisi. Ujar Alice kemudian langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Fauzan.
__ADS_1
"Belajar agama yang sungguh-sungguh agar menjadi manusia yang benar dan menjadi istri dan ibu yang baik."
Alice mengangguk tanpa menoleh kemudian segera pergi, pipinya sudah memerah seperti tomat dan jangan tanyakan bagaimana kabar jantungnya. Gak, gak. Apaan. Gue gak baper gue gak suka. Gerutu Alice dalam hati.