
Setelah menikah, Fauzan suaminya tidak memperbolehkan dirinya untuk bekerja terlalu berat. Alice sudah tidak bekerja di kantor. Apalagi saat ini dirinya sedang mengandung buah cinta mereka. Alice merasa bosan berada di rumah terus tanpa melakukan kegiatan apapun. Semua pekerjaan di rumah sudah ada yang mengerjakannya. Fauzan mempekerjakan 4 pegawai. 2 asisten rumah tangga, 1 tukang kebun dan 1 orang lagi satpam. Sehingga tidak ada pekerjaan apapun yang bisa dia kerjakan untuk mengusir kebosanannya. Saat ini Alice sedang menunggu suaminya pulang dari kantor. Mobil memasuki pekarangan rumah dan Alice siap-siap menyambutnya.
Fauzan tersenyum dan bahagia melihat istrinya telah menyambutnya Assalamualaikum sayang
Wa'alaikumsalam sayang.
Alice mencium tangan Fauzan dan Fauzan mencium dahi Alice. Kemudian Alice membawakan tas kerja suaminya. Mas mandi dulu, nanti aku buatin teh yah.
Iya sayang. Sebelum pergi mandi Fauzan mencuri satu ciuman sehingga istrinya itu dibuat gemas.
Saat ini mereka sedang berada dikamar. Mas aku bosan. Alice memanyunkan bibirnya membuat Fauzan terkekeh. Mau jalan-jalan malam?
Alice menggelengkan kepalanya. Iiihh bukan itu. Aku pengen aktifitas diluar tiap hari alias pengen kerja mas.
Fauzan memegang tangan istrinya lalu menciumnya. Sayang, kamu kan sedang hamil. Nanti saja yah ditunda dulu pengen kerjanya.
Alice merajuk semakin memanyunkan bibirnya. Aku kan baik-baik aja mas. Dedek bayinya juga gak kenapa-kenapa. Iyakan dek? Alice mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.
Dengan sabar dan lembut Fauzan membujuknya. Sayang aku gak mau kamu kecapek an. Kasian sama dedek bayinya kalau kenapa-kenapa gimana? Ini semua demi kebaikan kamu dan anak kita.
Yaudah aku nurut. Tapi besok aku mau kerumah mamah nanti besoknya lagi baru kita ke pesantren. Setelah menikah Fauzan memboyong istrinya tinggal di rumah yang berada didekat kota. Rumah yang sengaja dia bangun untuk keluarga kecilnya. Agar tidak terlalu jauh jaraknya antara kantor dan pesantren. 4 hari dirinya mengurus kantor dan 3 hari mengurus pesantren.
Fauzan menarik nafas lega. Kali ini Alice menurut. Pasalnya selama hamil, sifat keras kepala istrinya itu semakin menjadi-jadi mungkin efek hormon kehamilan.
Iya sayang. Fauzan memeluk istrinya. Setiap hari dirinya semakin mencintai istrinya itu.
Mas... Cium. Ujar Alice dengan manja
Dengan senang Fauzan tentu saja menuruti permintaan Alice. Dirinya mencium bibir lembut istrinya itu.
__ADS_1
Efek hormon kehamilan Alice menginginkan lebih suaminya sehingga ciumannya berubah menjadi *******. Mas, aku ingin kamu. Fauzan tersenyum senang. Semenjak hamil istrinya itu semakin aktif memberi nafkah batin. Fauzan menggendong istrinya kedalam kamar.
Beberapa bulan kemudian
Alice sudah melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan yang diberi nama Aulia Ahmad Novan Al-Jaris. Alice memanggilnya dengan baby N. Dua kali dalam seminggu ibu dan ibu mertuanya datang kerumahnya untuk membantu Alice karena masih belum pengalaman dalam mengurus anak. Semenjak Alice hamil sampai sekarang Fauzan selalu pulang lebih awal.
Hari ini rumah Alice dan Fauzan begitu ramai kedatangan para sahabatnya. Sisky dan Arkan sudah menikah dan saat ini sedang mengandung. Sementara Manda dan Fahmi baru saja pulang dari honeymoon.
Gilaa anak lo ganteng banget. Sisky menciumi baby N. Sini gantian gue yang mau cium baby N keponakan gue tersayang. Manda menciumi baby N begitupun dengan Fahmi yang menciumi dan mencolek-colek pipinya hingga terbangun dan menangis.
Cup cup cup anak mama jangan nangis yah. Alice menggendong anaknya. Mas maaf tolong kesini dulu. Alice memanggil suaminya untuk duduk disebelahnya dan untuk menutupi *********** dari orang lain, karena Alice akan menyusui baby N.
Iya sayang. Fauzan menghampiri istrinya.
Sisky menggoyang-goyangkan lengan suaminya. Ayang, aku pengen kayak gitu. Dengan tersenyum Arkan mengelus perut istrinya itu. Iya yang, nanti beberapa bulan lagi.
Manda yang melihat kemesraan dua sahabatnya itu seketika merajuk kepada Fahmi. Sayang aku pengen kayak mereka hamil dan punya dedek bayi sekarang.
Semuanya menghentikan tawanya saat suara bel berbunyi diiringi dengan suara salam.
Assalamualaikum
Wa'alaikumsalam jawab semua orang dari dalam.
Bi siti membukakan pintu. Muncul lah Afifah beserta suaminya Faisal Wijaya sepupu Fauzan. Waahh lagi rame, apa kabar semuanya?
Alhamdulillah kami semua baik. Sisky menjawab dengan tersenyum untuk mewakilkan orang-orang yang hanya membalasnya dengan tersenyum.
Alice tersenyum. Alhamdulillah baik. Itu anak lo? Waahh cantik banget. Siapa namamu sayang? Alice mencium Aira yang berada digendongan Afifah.
__ADS_1
Namaku Aira tante cantik. Semua orang tertawa atas jawaban Aira.
Aira tante Manda dan tante Sisky cantik enggak? Manda berniat mengusili Aira.
Cantik. Tapi masih cantikan bunda dan tante Alice. Manda pura-pura merengut. Iiihh Aira jahat tante nangis nih huaaa...
Huaa bunda tante Manda nangis. Aira ikutan menangis.
Mandaaaa! Semua orang melotot kearah Manda yang sedang memasang cengiran lebar.
Oh iya Lice perkenalkan ini suami aku namanya Faisal Wijaya. Mas ini Alice istrinya Fauzan. Afifah memperkenalkan suaminya dengan Alice yang belum pernah bertemu karena saat Fauzan dan Alice menikah, Faisal berada di maroko untuk menyelesaikan tesisnya
Halo Alice saya Faisal suaminya Afifah dan sepupunya Fauzan suami kamu yang bucin banget itu hehe. Sapa Faisal dengan ramah.
Alice tersenyum jahil dan memandang suaminya yang sedang menggendong anak mereka. Fauzan hanya berdehem untuk menutupi harga dirinya yang tercecer karena ulah sepupunya itu. Salam kenal. Saya Alice istrinya mas Fauzan.
Lice, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Perhatian Alice beralih kepada Afifah. Siapa?
Alifah datang dihadapan mereka semua membuat Manda dan Sisky hendak memaki sebelum akhirnya suara Alifah terdengar.
Alice, bagaimana kabar lo?
Alhamdillah gue baik. Lo?
Alifah menarik nafasnya yang terasa berat. Seperti yang lo lihat. Gue kesini mau minta maaf sama kalian semua terutama sama lo. Gue tau gue udah jahat banget sama lo. Gue udah fitnah lo, dan udah misahin lo sama ustadz Fauzan. Padahal lo udah nolongin ayah gue dan udah berkorban buat saudara kembar gue. Maafin gue yah. Mata Alifah berkaca-kaca dirinya sangat menyesal dan merasa bersalah.
Alice memegang tangan Alifah. Iya gue maafin lo. Gue seneng lo akhirnya mau berubah. Kemudian mereka berdua berpelukan. Alice sangat bersyukur akhirnya semuanya baik-baik saja. Kehidupan yang tidak pernah dia bayangkan akan seindah ini dengan orang-orang yang berada disekelilingnya terutama dengan Fauzan suaminya yang membuat dunianya berubah lebih indah.
Semua mata yang menyaksikan terharu melihatnya. Fauzan tersenyum pada istrinya. Dirinya sangat bersyukur memilik Alice. Seseorang yang sangat ingin dia miliki akhirnya telah Allah berikan.
__ADS_1
(END)