My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
Bersatu


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Hari ini adalah hari pernikahan Fauzan dan Alice.


Alice begitu cantik dengan balutan kebaya putih.


Huhuhu gue gak nyangka lo nikah duluan dari pada gue. Sisky merasa sedih sekaligus bahagia.


Harusnya gue dulu yang nikah sama abang lo. Lo sih nyalip-nyalip yang lebih tua. Mandapun merasa sedih dan bahagia.


Alice memeluk kedua sahabatnya. Thanks ya guys, lo berdua udah mau jadi sahabat gue, lo berdua selalu ada buat gue. Gue sayang sama lo berdua.


Ehemm.. Suara Fahmi menghentikan kegiatan mereka. Ayang sama Sisky keluar dulu yah dan siap-siap untuk jadi bridsmaid. Manda dan Sisky keluar. Tinggal Alice dan Fahmi.


Fahmi memeluk Alice, Alice pun memeluk abangnya. Dek abang gak nyangka lo udah segede ini dan sebentar lagi mau nikah. Harusnya gue dulu yang nikah, lo main salip aja. Keduanya tertawa. Kalau Fauzan nyakitin lo, abang orang pertama yang bakal maju hajar dia. Alice mengangguk dan tersenyum. Makasih abang, makannya cepetan lamar Manda nya kasihan udah jamuran nungguin abang.


Setelah Fahmi keluar giliran papa nya yang masuk. Anak papa cantik sekali.


Hehe makasih pah, pasti mirip mama pas waktu mau nikah sama papa kan? Papanya terkekeh. Iya sayang. Kemudian papanya memeluknya. Anak papa sudah besar. Rasanya baru kemarin papa gendong kamu. Setelah menikah, kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu, berbaktilah pada suamimu dan jagalah kehormatanmu dan suamimu. Papa akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Papa menyayangimu, bagi papa kamu tetaplah putri kecil papa. Alice menangis dan memeluk papanya.

__ADS_1


Giliran ibunya yang datang. Sayang, anak mama cantik banget. Alice tertawa. Hehe iya dong. Tadi papa yang bilang cantik, sekarang mama juga bilang cantik. Ibunya memeluknya. Rasanya baru kemarin mama mengandungmu dan melahirkanmu nak. Ibunya menitikan air matanya. Sayang, berbaktilah pada suamimu, karena surga seorang istri ada pada suaminya. Mama akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Mama sangat menyayangimu. Kami mencintaimu. Alice menangis didekapan ibunya. Jangan nangis sayang, nanti jelek. Fauzan bisa kabur nanti. Alice tertawa. Gak mungkin mah, dia udah cinta mati sama aku. Siap-siap yah sayang. Sebentar lagi acara akadnya akan dimulai. Mama akan menemanimu disini, setelah akad selesai mama dan papa akan membawamu kehadapan suamimu. Manda dan Sisky heboh. Gilaa gue yang deg-degan. Ujar Manda. Aduuuh gue mules. Sisky menimpali.


Sudah siap


Insya Allah siap. Suara Fauzan terdengar membuat jantung Alice bergetar


Pak kiai yang menjadi penghulunya.


Bismillahirrohmanirrohim. Saya nikahkan dan kawinkan anak saya ananda Muhammad Fauzan Al-Jaris bin Muhammad Lutfi Al-Jaris dengan ananda Alice Genmore binti Hendra Pratama dengan mas kawin berupa emas sebanyak 333 gram dan uang sebanyak Rp. 333.377.733 dibayar tunai!


Saya terima nikah dan kawinnya Alice Genmore binti Hendra Pratama dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!


Sah!


Alhamdulillah...


Fauzan menitikan air matanya begitupun dengan Alice.

__ADS_1


Alice keluar didampingi oleh mama dan papanya. Dibelakangnya Manda dan Sisky sebagai bridsmaid bersama yang lain. Alice malu saat Fauzan menatapnya. Harus dirinya akui bahwa dirinya terpesona pada Fauzan.


Dengan tersenyum lembut Fauzan menghampiri Alice. Kemudian Alice mencium tangan Fauzan dan Fauzan mencium kening Alice. Momen romantis tersebut langsung diabadikan dalam kamera dan handphone oleh orang-orang yang melihatnya. Manda dan Sisky sangat heboh. Mereka ingin segera menyusul Alice kepelaminan. Manda dan Fahmi saling melempar senyum begitupun dengan Sisky dan Arkan.


Setelah seharian rangkaian kegiatan dilakukan, Alice sudah berada di kamar mereka. Dirinya merasa capek dan lelah sehingga memutuskan untuk mandi. Sedangkan Fauzan masih diluar.


Tak lama kemudian Fauzan memasuki kamar mereka. Dirinya tau bahwa istrinya sedang mandi jadi memutuskan untuk menunggu giliran mandi.


Alice lupa membawa bajunya dikamar mandi, dirinya hanya memakai handuk saja. Alice mengira Fauzan masih berada diluar dan mengobrol. Saat dirinya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk, Alice kaget begitupun dengan Fauzan. Jantung keduanya berdetak lebih cepat. Dengan cepat Alice menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Kemudian Fauzan bangkit dari duduknya dan menghampiri Alice. Alice sudah ketar ketir. Mau ngapain? Fauzan tersenyum dengan senyuman yang mesum menurut Alice. Fauzan mendekat. Semakin dekat, lebih dekat hingga Alice terduduk dikasur. Alice sudah memejamkan matanya. Kemudian Fauzan berbisik ditelinganya. Sabar sayang, aku mandi dulu. Nanti kita sholat dua rakaat dulu. Lalu Fauzan menarik handuk yang berada diatas nakas dibelakang Alice dan berlalu ke kamar mandi dengan tersenyum yang menyebalkan. Alice melongo dibuatnya. Ternyata Fauzan mengerjainya.


Setelah berpakaian dan memakai mukenah, Alice menunggu suaminya selesai mandi dan berpakaian. Mereka sholat bersama dengan rasa syukur dan mengucap terimakasih kepada Allah atas apa yang diberikan-Nya selama ini. Kemudian Alice mencium tangan Fauzan sebagai bentuk baktinya sebagai seorang istri kepada suaminya dan Fauzan mencium kening Alice sebagai bentuk rasa sayang dan hormatnya terhadap istrinya.


Fauzan keluar sebentar karena lupa membawa sesuatu. Alice sedang berdiri didekat jendela menghadap keluar. Bulan bersinar begitu terang seakan mewakili hatinya saat ini. Kemudian Alice dikagetkan oleh sebuah tangan yang sedang memakaikan kalung dilehernya setelah itu memeluknya dari belakang. Hembusan nafasnya begitu dingin ditengkuk Alice hingga membuatnya meremang. Fauzan terkekeh. Rileks sayang.


Alice mengerucutkan bibirnya. Iiihh lo udah dua kali bikin gue terkejut. Fauzan membalikkan badannya hingga saling berhadapan. Sayang panggilannya dirubah yah, jangan pake lo-gue. Tapi pakenya aku-kamu.


Alice malu Fauzan memanggilnya sayang dengan jarak mereka yang begitu dekat. Alice mengangguk. Fauzan tersenyum dan memeluknya. Terimakasih sayang. Dengan berbisik Alice menjawab. Sama-sama sayang. Fauzan melepas pelukannya. Coba ulangi kamu manggil apa tadi?

__ADS_1


Iiihh gak ada pengulangan. Alice malu mukanya sudah memerah. Fauzan merengek membuat Alice gemas ingin menciumnya. Sama-sama sayang. Setelah Alice mengatakan kalimat tersebut, Fauzan mencium kening Alice dan membaca do'a lalu bibirnya lagsung dibungkam oleh bibir Fauzan. Mereka berciuman dengan mesra menyalurkan perasaan masing-masing hingga ciuman itu berubah menjadi ******* yang memabukkan. Skiippp. Hanya Tuhan dan mereka yang tau kelanjutannya.


Jangan lupa like komen and vote 😍


__ADS_2