
Jam makan siang telah tiba, seluruh penghuni pesantren sudah berkumpul menunggu makanan dihidangkan.
Permisi permisi.. Ucap Alice dan teman-teman sambil membawa makanan untuk dihidangkan.
Makanan sudah siap, silahkan dinikmati. Ujar Manda dengan dengan senyum selebar daun pisang. Wkwk.
Siapa yang goreng ikannya? Tanya ustadzah Fitri
Saya ustadzah, kenapa? Jawab Alice.
Ini kok hitam? Ujar ustadzah Fitri sambil menaikkan alisnya
Hmm itu.. Itu resep baru pake kecap, enak kok udah saya coba. Ujar Alice sambil meringis.
Bener? Ujar ustadzah Ayu dengan ekspresi tidak yakin.
Iya, yaudah dimakan aja gak usah banyak nanya bu ustadzah, kasihan tuh udah pada kelaparan. Ujar Alice setengah was was.
Sudah-sudah, ayo kita makan, jangan lupa untuk berdoa dulu. Ujar bu nyai. Ini rasanya enak kan Alice Manda Sisiky? Lanjut bu nyai.
Iyaa.. Ujar Alice Manda dan Sisky dengan ekspresi tidak yakin.
Fauzan mendahului untuk memakan Ayam goreng buatan Alice.
Uhuk uhuk.. Fauzan terbatuk dan ingin memuntahkannya namun dia telen habis-habis.
Kenapa Fauzan? Tanya bu nyai
Ehmm.. Tidak ppa umi. Ujar Fauzan sambil minum kemudian berdehem untuk melegakan tenggorokannya
Enak? Lanjut bu nyai
__ADS_1
Enak. Jawab Fauzan dan matanya menatap Alice yang seketika melengos ketika ditatap oleh ustadz Fauzan.
Uhuk uhuk oeekkk
Semua santri memuntahkan makanan.
Makanan apa ini, tenggorokan saya jadi sakit. Ujar salah satu santri. Disusul anggukan oleh para santri yang lain.
Kalau setiap hari seperti ini kita semua bisa mati kelaparan atau keracunan makanan. Ujar santri yang lain. Semuanya jadi ricuh.
Alice Manda dan Sisky meringis antara merasa kesal, malu dan merasa bersalah pada semuanya.
Ilyas!! Panggil Fauzan pada salah satu santri
Ya pak ustadz.. Sahut ilyas sambil menghampiri Fauzan
Ajak kawan-kawanmu tolong belikan makanan di luar untuk seluruh penghuni pesantren, ini uangnya dan ini kunci mobilnya. Ujar Fauzan sambil menyerahkan sejumlah uang dan kunci mobil.
Waahh kita ditraktir pak ustadz. Ujar salah satu santri yang diikuti santri yang lain sehingga membuatnya ricuh.
Yasudah, untuk para santri silahkan kembali ke tempat kalian masing-masing. Nanti kalau makanannya sudah datang akan diumumkan untuk diambil. Ujar Fauzan. Seluruh santri kembali ketempat peristirahatan masing-masing. Tinggalah para pengurus pesantren.
Sebaiknya mereka bertiga (Alice Manda dan Sisky) diajarkan cara memasak terlebih dahulu agar kekacauan seperti tadi tidak terjadi lagi. Ujar ibu nyai kepada pengurus pesantren. Fauzan, sepertinya abi mu sudah datang. Ummi tinggal. Assalamualaikum. Lanjutnya.
Wa'alaikumsalam.
Memang mereka bertiga itu biang kerok. Ini tidak bisa, itu tidak bisa. Bisanya apa sih mereka itu? Sewot ustadzah Fitri
Ya bisanya bikin masalah. Ujar salah satu ustadz.
Sudah-sudah, kita sebagai pendidik tidak boleh berbicara seperti itu. Ujar ustadz yang lain
__ADS_1
Ustadzah Ayu. Panggil ustadz Fauzan
Iya ustadz. Jawab ustadzah Ayu sambil menoleh
Besok saya tugaskan untuk mengajarkan mereka bertiga memasak. Cukup satu hari saja selebihnya biar mereka yang mengerjakannya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab hukumannya. Ujar Fauzan dengan tegas.
Baik ustadz Fauzan. Saya akan mengajarkan Alice dan teman-temannya. Jawab ustadzah Ayu dengan senyum penuh makna dengan menekankan kata Alice.Sementara dilain tempat. Alice Manda dan Sisky berada di kamarnya.
Guuyyss.. Ujar Alice dengan pelan
Hmmm.. Sahut Manda dan Sisky dengan lesu
Hari ini rasanya nano-nano, gue pengen nangis antara kesal, merasa bersalah dan malu. Ucap Alice berkaca-kaca. Dia begitu terharu dengan Fauzan yang berusaha melindungi dirinya dan teman-temannya.
Iya, kayak ngerasa kita tuh gak ada gunanya. Ujar Sisky.
Iya sih guys gue juga ngerasa banget. Yaudah kita belajar memasak aja yuk, besok pagi-pagi kita ke rumahnya pak lurah sambil ke pasar. Ujar Manda
Oke shipp. Ujar Alice dan Sisky kompak.
Aahh gue terharu sama ustadz Fauzan. Tanpa dia kita udah kena marah habis-habisan oleh para santri. Tiba-tiba manda berbicara lagi setelah lama semuanya terdiam
Fiks gue yakin nih ada sesuatu antara lo sama ustadz Fauzan, ayo cerita lice. Ujar Sisky.
Hmm iya.. Oke gue cerita, tapi jangan heboh dan potong omongan gue. Ujar Alice. Kemudian Alice menceritakan semua yang terjadi kepada Manda dan Sisky.
Hmmm... Tolong potocopy in ustadz Fauzan buat gue. Ujar manda
Gilaaa gue speecless, terharu dan gak nyangka ternyata sedalam itu. Ujar Sisky
Enggak enggak, dia punya gue, awas kalian. Gak ada ready stok ya! Ujar Alice dengan galak.
__ADS_1
Widihh galak.. Eneng jadi takut. Ujar Manda dan Sisky meledek Alice. Ehh gak kebayang, gimana tuh rasa masakan Alice yang udah ditelan habis-habisan ama ustadz fauzan. Hahaha. Lanjut mereka berdua meledek Alice. Dan Alice merengut.