My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
sadness


__ADS_3

Saat ini Alice sedang berada di markas. Kedatangannya disambut sorak-sorak oleh para anggota lainnya.


Waaww ada angin apa nih queen kita yang udah bertobat ini kesini? Arkan terkejut dengan kedatangan Alice secara tiba-tiba.


Alice memutar bola matanya. Gue kangen lo pada. Semua anggota kompak menjawab dengan begitu dramatis. Ohh kami tersanjung my queen.


By the way, tumben lo sendirian gak bareng Manda dan Sisky. Alice menjawab pertanyaan Arkan dengan malas. Gue kabur sendirian. Lawan tanding malam ini siapa? Gue yang maju. Lanjutnya.


Pas banget malam ini lawannya cewek. Dia anggotanya si Arga yang selalu pake masker itu lo ingat gak Lice? Alice mengangguk. Tiap gue perhatiin kayaknya tuh anak benci banget sama lo karena si cewek itu suka sama Arga dan Arga malah suka sama lo.


Alice merengut mendengar nama Arga, dirinya selalu kesal dengan orang itu. Arga bangsat emang!


Arkan, Dika dan semua anggota lainnya tertawa terbahak-bahak. Namanya Lili, hati-hati sama dia. Gue ada firasat dia bakal berbuat curang dan celakain lo. Arkan memperingati Alice yang hanya menganggukkan kepala. Yuk cabut ke lokasi, lo bareng gue Lice. Lanjutnya dan setelahnya mereka semua pergi menuju lokasi.


Kedatangan mereka disambut oleh Arga dan teman-temannya terkecuali dengan cewek yang bernama Lili itu, dia menatap Alice dengan penuh benci. Alice pun menatap lawan mainnya itu. Dirinya merasa familiar dengan mata itu.


Waaww Alice kejutan lo berada disini, gue suka ini. Dan lo tambah cantik. Perkataan Arga membuatnya kesal. Lili yang mendengar perkataan Arga barusan langsung menatap Alice dengan tajam.


Hati-hati lo, tuh cewek disebelah lo melotot. Alice tertawa melihat ekspresi Lili yang kesal dan terkejut. Alice semakin merasa familiar dengan Lili apalagi dengan tatapan mata yang penuh dengan kekesalan seperti mengingatkannya pada seseorang yang beberapa hari ini membuat kacau. Dan Alice mengingat satu hal bahwa Alifah tidak jauh beda dengan dirinya menurut cerita kiai Abdullah Syahid. Apakah dugaannya ini benar, Alice akan membuktikannya nanti ketika mobil Fauzan beserta pak kiai dan bunyai melewati jalanan ini sesudah pulang dari kunjungannya ke tempat saudaranya pak kiai. Alice sudah mengatur semua ini dan akan mengambil kesempatan ini untuk membuat Fauzan membencinya. Perasaannya sesak, dirinya mencintai Fauzan dan Fauzan pun mencintainya. Tapi disisi lain ada seseorang yang hidupnya tidak akan lama yang menginginkan kebahagiaan.


Pertandingan balapan dimulai. Lili berada dibelakang Alice kemudian menyusulnya. Alice pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul lawannya.

__ADS_1


Disisi lain, Manda dan Sisky mencari kebaradaan Alice diseluruh sudut pesantren namun mereka tidak menemukannya dimanapun. Mereka sudah menghubungi Alice beberapa kali namun tidak ada jawaban.


Apa jangan-jangan Alice kabur Sis?


Tapi ini udah malem banget man.


Ehh Sis lihat ini. Arkan up loud story video lagi diarea tanding. Dan dia bikin caption "the queen is back". Jangan-jangan Alice ada disana.


Tanpa pikir panjang Sisky langsung menarik Manda untuk kabur dan pergi kesana.


Sebentar lagi mendekati garis finish Alice berhasil menyalip Lili. Saat itu juga Fauzan melihat Alice sedang balapan. Fauzan menatapnya dengan tajam.


Astaghfirullah berhenti nak. Itu Alice! Ucap bu nyai dengan takjub namun segera menutupinya dengan mengomel. Ayo kita turun dan bawa Alice. Ujar pak kiai.


Pertandingan dimenangkan oleh Alice. Saat Lili sampai, dirinya langsung pergi entah kemana. Dugaan Alice benar bahwa Lili adalah Alifah. Semua anggota bersorak-sorak atas kemenangannya. Tiba-tiba Arga mencium Alice didepan semuanya dan Alice kaget dia tidak bisa menghindar karena Arga mengunci pergerakannya dan memegang tengkuknya. Fauzan yang melihatnya begitu marah.


Aliicee...! Manda dan Sisky menghampiri.


Lo kok ada disini sih Lice?!


Lo balapan lagi Lice?!

__ADS_1


Gue cariin lo kemana-mana. Teriak Sisky dan manda secara bergantian.


Assalamualaikum..


Sontak semuanya terdiam dan beberapa saat kemudian menjawab salam.


Pak kiai! Ujar Manda dan Sisky dengan terkejut.


Anak-anak ayo pulang. Singkat jelas padat. Pak kiai dan bunyai menyuruh mereka bertiga untuk pulang bersamanya. Fauzan masih berdiri menatap Alice yang tidak berani menatapnya. Setelah Alice Manda dan Sisky memasuki mobil barulah Fauzan memasuki mobil dan mengemudikannya. Posisi duduknya Fauzan dan pak kiai didepan, bu nyai dan Alice dikursi tengah, Manda dan Sisky dikursi belakang. Semuanya terdiam tidak ada yang berbicara. Tiba-tiba Fauzan memberikan tisu basah kepada Alice untuk mengelap bibirnya. Dan Alice menurutinya dirinya juga merasa jijik dan kesal. Setelah sampai, pak kiai menyuruh semuanya beristirahat dan besok menyuruh mereka bertiga ke rumahnya.


Pak kiai dan bunyai sudah masuk kedalam rumah. Saat mereka bertiga hendak pergi ke kamar, Fauzan memanggil Alice.


Fauzan masih membawa tisu basah dan kering lalu memberikannya kepada Alice.


Bersihkan bibir kamu. Perkataan Fauzan begitu dingin. Alice menurut. Dirinya mengelap bibirnya dengan tisu.


Dimana lagi dia menyentuh kamu. Nadanya begitu dingin. Alice yang sedari tadi menunduk langsung melihat Fauzan yang sedang marah, dan kecewa. Seketika hati Alice sakit. Apakah Fauzan memandang dirinya begitu rendah. Akhirnya air matanya keluar. Alice menangis. Fauzan menghapus air matanya dengan tisu.


Fauzan menarik nafas yang begitu sesak dan menetralkan kemarahannya. Dia tidak ingin lepas kontrol. Saya sudah berusaha membimbingmu untuk menjadi lebih baik. Membuat namamu baik dimata orang tua saya, mati-matian memperjuangkanmu hingga detik ini. Tapi saya sadar, orang yang saya perjuangkan tidak menghargai saya dan tidak pernah menginginkan saya. Ternyata selama ini perkataan saya tidak pernah kamu percayai. Apakah perasaan saya tidak begitu berarti bagimu layaknya sampah?! Fauzan mengatakannya dengan dingin dan lirih.


Air mata Alice semakin deras. Hatinya sangat sakit. Dirinya telah berhasil dalam tahap ini. Berhasil membuat Fauzan marah dan membencinya. Alice menarik nafasnya yang sesak. Iya inilah gue. Gue sama lo gak akan bisa bersatu, kehidupan dan dunia kita berbeda kan? Kita selesai. Menikahlah dengan Afifah. Setelah mengatakan itu, Alice berlari meninggalkan Fauzan yang masih terdiam kaku ditempat.

__ADS_1


jangan lupa di like komen and vote😍


__ADS_2