My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
tetap diam


__ADS_3

Alice sudah menguatkan tekadnya untuk membuat image nya kembali buruk dimata orang-orang terutama keluarga pak kiai agar Fauzan membencinya dan menerima perjodohannya dengan Afifah. Dirinya tidak boleh egois.


Alice tunggu! Manda dan Sisky mengejar Alice yang baru keluar dari rumah pak kiai kemudian menyeretnya ditempat yang sepi.


Lo kenapa sih lice? Kenapa lo berubah lagi kayak dulu? Sisky merasa kecewa tapi dia tau Alice mempunyai alasan.


Mandapun menanyakan hal yang sama. Ada apa Lice? Kenapa lo bersikap kayak tadi? Kalau ada masalah cerita sama kita.


Alice masih diam. Dirinya bingung antara ingin menceritakan semuanya atau tidak.


Sisky merasa kesal dengan sikap Alice yang hanya diam. Lice jawab dong. Gue tau dibalik perubahan sikap lo itu, ada sesuatu yang lo sembunyikan. Gue minta maaf atas pertengkaran kita tadi, gue udah nyolot banget. Tapi lo terbuka dong sama gue sama Manda.


Sebenarnya lo masih anggap kita ini sahabat gak sih Lice? Jawab Lice. Manda pun merasa kesal dengan Alice yang hanya diam. Dirinya merasa tidak dianggap sebagai seorang sahabat.


Alice menarik nafasnya dirinya masih marah pada dua sahabatnya itu lantaran tidak mempercayainya. Gue gak berubah. Yang barusan gue tunjukin itulah gue yang sebenarnya. Lo pada tau itukan?


Manda dan Sisky tercengang mendengarnya. Terus apa manfaatnya lo berada dipesantren ini, apa gunanya kita berada disini. Kalau perilaku lo masih kayak dulu. Apa kabar dengan bokap nyokap lo nanti Lice. Apa kabar dengan hubungan lo dengan ustadz Fauzan?! Manda kesal sekesal-kesalnya.

__ADS_1


Gue gak pernah ngajak kalian berdua untuk ngikutin gue ke pesantren ini. Belajar yang bener di pesantren ini jangan ikut-ikutan gue. Dan satu lagi, perihal sikap gue, itu bukan urusan kalian berdua. Gue yang akan tanggung semuanya. Alice melenggang pergi.


Alice..! Sisky dan Manda memanggil Alice dengan kesal namun tak dihiraukan oleh Alice.


Dilain sisi, pak kiai menarik nafas. Dia merasa gagal mendidik santrinya. kenapa anak itu berubah lagi. Abi lihat beberapa waktu lalu Alice menunjukkan sifat positifnya.


Umi menimpali. Umi juga bingung bii, umi lihat Alice itu sebenarnya anak yang baik tapi tidak ada niatan untuk berubah. Sampai kapanpun kita tidak akan bisa merubahnya kalau dia sendiri yang tidak mau berubah.


Apa kita pulangkan saja nak Alice ke rumahnya. Mungkin ditempat lain dia bisa belajar menjadi lebih baik.


Sontak membuat Fauzan membuka suaranya. Abi umi saya yakin Alice sudah berubah. Sikapnya yang beberapa saat lalu mungkin lagi ada suatu permasalahan yang tidak bisa dia ceritakan kepada siapapun.


Kemudian pak kiai mengambil keputusan. Ya sudah kita beri kesempatan pada Alice untuk belajar agama dan memperbaiki dirinya. Tapi tetap ada konsekuensinya. Abi akan memberikan hukuman untuk Alice dan menyerahkannya kepada ustadzah Fitri dan ustadzah Ayu untuk membimbingnya.


Alice sedang menahan tangisnya. Dirinya tidak ingin sampai menangis. Dia duduk ditaman samping pesantren. Kebetulan taman itu sepi karena para santri lagi pada mengaji kemudian Fauzan menghampirinya.


Assalamualaikum Alice..

__ADS_1


Wa'alaikumsalam


Boleh saya duduk? Alice hanya menjawab dengan deheman saja. Fauzan duduk diujung kursi dan menyisakan bagian tengah yang kosong.


Alice, saya tau kamu lagi mempunyai masalah dan kamu tidak akan menceritakannya kepada saya bahkan sahabatmu saja tidak kamu percayai. Perkataan Fauzan membuatnya tercubit.


Saya percaya didalam hati kamu, kamu tidak bermaksud melakukan perbuatan yang tidak baik itu.


Jangan sok tau. Ujar Alice dengan jutek. Alice kesal kenapa Fauzan sepengertian itu.


Fauzan tak menghiraukannya dan kembali berbicara. Perkataanmu yang mengatakan bahwa kamu berpura-pura berubah menjadi lebih baik agar cepat-cepat pergi dari pesantren ini menyakitiku Alice. Saya berpikir apakah selama ini perasaan yang saya rasakan selama ini hanya sendirian dan berjalan satu arah. Tapi ketika ingatan di danau itu muncul, saya yakin dan masih percaya bahwa rasa ini tidak sendirian. Kepingan ingatan itulah yang menjadi penyemangat saya untuk terus memperjuangkanmu hingga detik ini. Fauzan mengatakannya dengan lirih membuat hati dan perasaan Alice menjadi lemah.


Sesaat setelah Fauzan pergi, Alifah yang masih menyamar menjadi Afifah menghampirinya.


Kalau kamu masih punya malu, jauhi jodoh orang. Perkataan Alifah begitu sarkas.


Ustadz Fauzan maksud lo? Dia belum tentu menjadi jodoh Afifah, atah jodoh gue, atau bahkan jodoh lo Alifah. Bisik Alice ditelinga Alifah yang membuat Alifah kaget. Alice langsung melenggang pergi meninggalkan Alifah yang gelisah.

__ADS_1


jangan lupa di like komen and vote😍


__ADS_2