
Setelah 2 jam Alice Sisky Manda Nazwa Zara dan Rara berada di Cafe Itu
mereka beranjak dari duduknya untuk pulang karna mereka merasa sudah cukup untuk refreshing otak mereka
Kalian duluan ajh, gw mau bayar dulu, gak usah berhentiin angkot gue udah pesan grab' Ujar Alice dan berlalu pergi meninggalkan Manda Sisky Zara Nazwa dan Rara
Mereka Berlima pun Pergi keluar Dari Cafe Tersebut Untuk menunggu Alice Yang sedang membayar biaya makanan yang mereka makan tadi
Setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya Alice keluar dari dalam Cafe dengan tangan menenteng paper bag, sudah pasti itu makanan
Lama bangett sih lo Lice' Gerutu Manda Kesall
Sorry gue nungguin ini nih' Jawab Alice nyengirr
Apaan Itu Lice?' Tanya Nazwa penasaran
Ini makanan buat kita makan di Kamar' Jawab Alice santai
Banyak Banget beli nya' Ujar Zara
iya sekalian mau gue bagiin ke beberapa kamar lain nya' jawab Alice
Yaudah yuu Itu grab nya udh datang' Ujar Alicee mendahului Mereka
Dengan mbak Alice yah?' tanya supir grab tersebut
iya pak saya yang pesan Grab ini' jawab Alice ramah
Yasudah silahkan masuk mbak' Ujar supir tersebut
bentarr pak saya panggil teman teman saya dulu' Jawab Alice
Woiiiiii........!!! Cepetann sinii malah bengong ajh' Teriak Alice kepada Manda Sisky Zara Nazwa dan Rara
Dengan cepat mereka berlima bergegas menghampiri Alice yang sedang brkacak pinggang dengan wajah kesal
Kalian ngapain sih bengong ajh, kasian nih pak supir nya nungguin' Gerutu Alice
iya iya maap, Maaf Yah pak' Jawab Sisky meminta maaf kepada supir grab
Iya gak papa mbak silahkan masuk soalnya saya sudah ada yang pesan' Ujar Supir grab itu dengan ramah
mereka pun langsung masuk Ke mobil Grab itu dengan cepat supir menancap gas nya menuju pondok pesantren
Pak nanti berhenti di Minimarket dulu yah' Ujar Alice
Oh iya mbak siaap' Jawab Pak sopir itu
Setelah beberapa menit Pak supir berhentikan mobil nya di depan minimarket
sesuai Keinginan Alice
Tunggu Ya' Ujar Alice keluar dari mobil itu dan memasuki minimarket
Si Alice mau beli apaan yah' Tanya Manda dengan tangan memangku dagu
Mana gw tau' Jawab Sisky singkat
Manda tidak menjawab Hanya diam Memainkan ponsel nya Karna pasti kalau sudah berada di pesantren dia tidak Akan bisa memainkan Ponsel nya kecuali ada kepentingan yang sangat penting
Setelah beberapa menit Alice keluar dari dalam minimarket dengan tangan penuh dengan belanjaan
Dengan cepat Pak supir keluar dan membantu membawa belanjaan Alice memasukan ke dalam bagasi Mobil, setelah selesai pak supir Kembali Masuk mobil dan menancap gas, Tak lupa alice juga mengucapkan terimakasih
Lo beli apaan sih al Repoot bangett' Ujar Sisky
Gw Beli Beberapa cemilan Dan kebutuhan Lain nya Nanti kalau udah Di kamar kita Liat liat' jawab alice santai
setelah 45 Menit Mereka sampai di depan gerbang Pesantren Dengan cepat mereka turun Dan meminta Di buka kan gerbang kepada Satpam
Mereka Masuk dengan Tangan Menenteng belanjaan menuju Kamar Untuk Menaruh belanjaan Itu, setelah Menaruh belanjaan Mereka Langsung keruangan pribadi Ustadzah Fitri
Assalamualaikum' ucap mereka serempak
Waalaikum salam, Kalian sudah Selesai?' Jawab ustadzah fitri
Iya ustdzah Alhamdulillah Ini kartu tanda Izin nya, dan ini tadi saya beli Cemilan untuk Ustadzah' Ujar Alice memberikan Kartu tanda izin dan memberikan Cemilan Itu
masyaallah Terima kasih yah' Ujar ustdzah Fitri dengan ramah
Iya ustadzah kalau begitu kami pamit dahulu Assalamualaikum' Ucap Alice Bersalaman Kepada Ustadzah Fitri di ikuti Manda Sisky Nazwa Zara dan Rara
Iya waalaikum salam, Rara Habis Maghrib Kamu kesini lagi yah' Ujar Ustadzah Fitri
Iya ustadzah' Jawab Rara dan berlalu Pergi bersama Alice dkk dan Nazwa dkk
Mereka pun Berlalu Pergi
Rara nanti habis Kerumah Ustadzah kamu ke kamar Kita yah' Ujar Alice
iya kak, Kalau begitu saya pergi dulu assalamualaikum' Jawab Rara Berlalu pergi meninggalkan mereka
__ADS_1
Waalaikum salam jawab mereka serempak
Skip habis maghrib Rara langsung Menuju Keruangan ustadzah Fitri
tok tok tok assalamualaikum' Ucap rara
waalaikum salam, eh rara masuk Nak' Jawab ustadzah Fitri
Iya ustadzah' Jawab Rara mengikuti Ustadzah Fitri dari belakang
Saya suruh kamu Kesini Ingin bertanya gimana tadi siang mereka beneran mengerjakan tugas A
atau keluyuran kemana?' tanya ustadzah Fitri kepada Rara
Tidak ustadzah mereka beneran mengerjakan tugas, mereka ngerjain tugas di cafe ustadzah Katanya biar sedikit Refresing' jawab Rara menunduk
Kamu tidak berbohong kan Ra?' tanya Ustadzah Fitri
Tidak ustadzah Saya berani bersumpah' Jawab Rara mendongak kan kepala Menatap UstadzahFitri
ustadzah Fitri menatap mata Rara untuk mencari Kebohongan, tidak ada kebohongan di mata itu semua yang di katakan nya jujur
Yasudah saya percaya, Terima kasih yah' ujar ustadzah Fitri
Iya ustadzah Kalau begitu saya boleh Keluar?' tanya Rara
iya silahkan' Jawab Ustadzah Fitri
Assalamualaikum' Ucap Rara berlalu pergi tak lupa dia juga bersalaman kepada ustadzah Fitri
Waalaikum salam' Jawan ustadzah Fitri
Setelah Keruangan ustadzah Fitri Rara Langsung ke kamar Alice dkk
Assalamualaikum' Ucap Rara
waalaikum salam masukk' Jawab Alice dengan teriakan
Rara langsung masuk
ada apa kaka menyuruh saya kesini?' Tanya Rara
Ini untuk kamu Makasih yah tadi siang udah nemenin kita ngerjain tugas' Ujar Alice memberikan paperbag makanan
Makasih kak' jawab Rara mengambil makanan tersebut
ini Sekalian kasih kan Ke kamar sebelah kamu yah' Ujar Alice memberikan beberapa paperbag
Iya waalaikum salam' jawab Alice
dengan cepat Rara membagikan paperbag tersebut ke beberapa kamar sampai paperbag nya habis,
Skip beberapa Hari
Allahu akbar 4x...
Adzan subuh telah berkumandang .
Lice bangun..
Apa sih, ngantuk tau!
sholat woy, mau dihukum lo? ujar Sisky yang sedang membangunkan Alice. Sementara Manda sudah bangun sambil nguap-nguap.
Alice memegangi perutnya. perut gue sakit nih, kayaknya gue dapet tamu bulanan deh.
oh gitu, yaudah kita berdua sholat dulu.
lo gak papa kita tinggal? seru Sisky yang khawatir.
Dengan pelan Alice menjawab. Gak papa kok. udah sana keburu telat.
entar gue bawain air hangat biar perutnya gak keram. ujar Manda sambil berdiri lalu pergi diikuti Sisky
Tinggalah Alice sendiri di kamar sambil merintih sakit perut karena keram. setiap datang bulan perut Alice selalu sakit, dan itu benar-benar menyiksa.
setelah sholat dan telah selesai kegiatan yang lain (kultum, tadarus dll) semua santri kembali ketempat masing-masing titik.
Ustadz Fauzan melihat Sisky dan Manda, mengerutkan keningnya dan bertanya.
Assalamualaikum..
Wa'alaikumsalam ustadz. ujar Sisky dan Manda berbarengan
kalian cuma berdua, dimana Alice? tanya ustadz Fauzan
ada di kamarnya pak ustadz. ucap Manda
tidak sholat subuh? tanya ustadz Fauzan kembali
gak pak ustadz. jawab Sisky
__ADS_1
kenapa?
emmm.. anu pak. mereka bingung menjelaskannya
melihat tingkah keduanya, ustadz Fauzan memicingkan matanya. Anu apa?
Alice lagi sakit perut karena lagi dapat tamu bulanannya, pak ustadz. jawab Manda
Oh. ujar ustadz Fauzan yang wajahnya sudah memerah.
Yaudah kami permisi pak ustadz, assalamualaikum. ujar Sisky dan Manda berbarengan. Dalam hati mereka berpikir "ngapa tuh ustadz mukanya merah?"
Wa'alaikumsalam. Ustadz Fauzan menjawab salam. Lalu termenung dan khawatir kepada Alice yang sakit perut akibat tamu bulanannya (haid). ustadz Fauzan berpikir biasanya kalau sakit perut minum jamu terbuat dari rempah kunyit biar sedikit reda. Tapi Ustadz Fauzan bingung bagaimana cara memberikannya tanpa harus ketahuan hingga berujung menimbulkan pertanyaan dan gosip. hmm akhirnya punya. ide. ujar Fauzan dengan senang.
skipp
Assalamualaikum..
Wa'alaikumsalam pak ustadz. jawab para santri yang sedang piket sesuai jadwalnya.
Hari ini siapa yang tidak piket? Tanya Ustadz Fauzan
Alice dan teman-temannya. ujar salah satu santriwati.
panggil mereka kesini.
dilain tempat
Lice nih diminum air hangatnya. ucap Sisky menyodorkan gelas
Alice bangun dan meminumnya. Duh, sakit banget perut gue. sambil meringis menahan sakit.
Yaudah tiduran lagi aja, kita temenin Lice. ujar Manda.
Assalamualaikum, Siski, Alice dan Manda. kalian disuruh keluar dipanggil pak ustadz Fauzan. ujar salah satu santriwati.
ngapain? tanya Sisky
Kalian tidak piket. jawab santri tersebut.
oh ya lupa, bilangin tuh ama pak ustadz ntar nyusul. ucap Manda
Lice, lo disini aja, gue ama Manda mau keluar, gak papa kita tinggal? tanya Sisky
Gak papa, udah sana ntar dihukum lagi. jawab Alice
Sisky dan Manda sampai dihalaman belakang pesantren, karena tugasnya bagian nyapu halaman belakang.
Assalamualaikum pak ustadz. ucap Sisky dan Manda serentak
Wa'alaikumsalam, kenapa kalian tidak piket? tanya ustadz Fauzan dengan tajam
Sory pak ustadz, kita nemenin Alice yang sakit perut, jadi kita gak piket. jawab Manda
Tugas harus tetap dilaksanakan. Yang sakitkan satu orang, kenapa tiga-tiganya bolos? tanya ustadz Fauzan
kitakan setia kawan pak. ujar Sisky tengil
kalian bertiga saya hukum. Ayo ikut saya. ujar ustadz Fauzan
whaaattt! hukuman apa pak? ck ck ya ela. Sebal Sisky dan Manda
Nih. ustadz Fauzan menyodorkan sebotol jamu
Apaan nih? tanya Manda
Itu jamu, kalian bertiga harus meminumnya, setelah itu lanjutkan tugas kalian.
Ogah pak ustadz. gila hukuman apaan nih, masa suruh minum beginian. ujar Sisky
Yasudah kalian bersihkan saja seluruh toilet yang ada diseluruh lingkungan pesantren ini.
iddiihh jijik banget. Yaudah kita pilih opsi pertama. Ujar Manda
yaudah sana kalian minum dan berikan pada Alice. kalau sampai kalian tidak minum, saya tambah hukumannya. dan satu lagi, jangan coba-coba kalian buang.
Ya pak ustadz. mereka berlalu. gila tuh ustadz, minta dimutilasi atau apaan. masa kita suruh minum ini. sungut Sisky.
Sampai di kamar. Lice nih minum. Manda menyodorkan botol jamu itu.
Apaan tuh? ujar Alice dengan heran
Hukuman kita bertiga suruh minum jamu ini dari tuh ustadz. ucap Sisky dengan kesal
Whaaattt! apa sih tuh ustadz. gue lagi sakit gini masih aja dihukum. sungut Alice
tapi kita harus minum jamu ini, kalau nggak hukuman kita bakal tambah parah. Ujar Manda.
Mereka bertiga meminum jamu itu dengan susah payah menahan ingin muntah. kalau saja tidak ada Nazwa dan Zara yang mengawasi mereka atas perintah ustadz Fauzan sudah mereka buang jamu itu.
sementara tidak jauh dari tempat itu, Fauzan melihatnya dan tersenyum. Ide nya benar-benar brilian.
__ADS_1