
Saat ini Alice merasa sendirian. Tidak ada teman dan tidak ada seseorang yang spesial. Semuanya pergi dalam sekejap karena Afifah.
Hahh.. Gue harus kemana yah? Alice bertanya pada dirinya sendiri. Saat ini dia butuh sendiri. Dirinya butuh suasana baru untuk menjernihkan pikiran dan menenangkan perasaannya. Hingga dia memilih untuk keluar dari pesantren dengan alasan pergi ke atm untuk mengambil uang dan akhirnya berhasil.
Baru beberapa ratus meter, dirinya melihat mobil yang terlihat aneh. Pasalnya mobil tersebut berhenti tapi mesinnya masih menyala sedangkan pintu mobil terbuka dan ada sepotong sandal. Itu mobil kenapa yah. Alice bertanya pada dirinya. Kemudian mendekati mobil tersebut tapi kosong. Sayup-sayup Alice mendengar keributan dan seseorang meminta tolong lalu tanpa pikir panjang Alice menghampiri suara tersebut.
Woy..! Beraninya lo sama orang tua.
Siapa kamu. Minggir jangan campuri urusan saya.
Enggak, gue mau kalian melepaskan bapak itu.
Kurang ajar nih cewek. Gue hajar lo sampe mampus.
Alice dan beberapa orang itu berkelahi. Tidak seimbang karena Alice hanya sendiri sedangkan mereka bertiga dengan badan yang besar. Alice merasa terdesak.
__ADS_1
Sadar dirinya akan kalah kemudian Alice mendekati bapak itu dan berbisik. Pak kembali ke dalam mobil dan tunggu saya didalam sana. Saya akan mengalihkan mereka dan kabur. Tapi nak, bapak itu tidak bisa meninggalkannya sendiri. gak ada waktu lagi pak. Nanti ketika saya masuk langsung tancap gas. Oh iya kalau sempat, tolong bikin ban motor para penjahat itu kempes. Saya akan menahan mereka lebih lama. Kemudian bapak itu kembali sesuai dengan intruksinya Alice.
Sebaiknya kamu nyerah saja. Saya tidak akan membunuh kamu. Tapi saya akan menjual kamu di pasar gelap perdagangan manusia haha..
Mimpi lo. Yang ada lo yang mau gue kirim ke neraka.
Kurang ajar! Ayo habisi saja.
Tenaga Alice semakin berkurang. Dirinya tidak punya banyak waktu lagi. Dengan sisa kekuatannya Alice menumbangkan mereka lalu kabur. Mereka mengejarnya. Beruntung Alice cepat memasuki mobil yang langsung tancap gas.
Sambil mengatur nafas Alice menjawab. Iya pak. Bapak itu kiai Abdullah Syahid orang tuanya Afifah kan?
Iya nak. Kamu santri yang datang dari kota itu yah? Kemampuan Bela diri kamu hebat nak.
Ini tidak ada apa-apanya pak. Oh iya bapak mau ke pesantren yah? Tapi kok ini lawan arah? Tanya Alice dengan bingung.
__ADS_1
Sambil menarik nafas kiai Abdullah Syahid menjawab. Iya tadinya saya mau ke pesantren tapi dijalan ada yang mau celakai saya. Jadi saya memutuskan tidak jadi ke pesantren agar orang itu tidak mengusik pesantren. Karena mereka bukan perampok tapi mencari saya. Untung ada kamu nak.
Maaf memangnya apa yang bapak lakukan pada mereka?
Mereka mencari saya untuk meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan oleh anak saya. Kemudian kiai Abdullah menceritakan semuanya tentang Alifah saudara kembar Afifah yang memilih hidup bebas diluaran sana dan dirinya ingin bersilaturahmi kepada kiai sambil memberitahukan bahwa Afifah belum bisa kembali ke pesantren karena masih berada di rumah sakit.
Penuturan kiai Abdullah Syahid tersebut membuat Alice shok dan terdiam beberapa saat. Kalau Afifah di rumah sakit, lalu yang ada didalam pesantren itu siapa? Apa mungkin dia adalah Alifah saudara kembar Afifah? Lalu kemudian Alice bertanya untuk menguatkan dugaannya. Pak Afifah dan Alifah itu kembar identik gak?
Mereka kembar identik. Yang membedakannya adalah sifat dan karakternya.
Kini Alice menemukan jawabannya. Ternyata yang ada didalam pesantren adalah Alifah bukan Afifah. Alice juga penasaran tentang penyakit Afifah. Pak kiai Afifah sakit apa?
Dengan wajah sedih kiai Abdullah Syahid menjawab. Sakit kangker stadium akhir. Saya baru mengetahuinya beberapa bulan ini. Dan kedatangan saya ke pesantren untuk memberi pilihan dan tidak akan memaksa Fauzan untuk menikah dengan Afifah karena saya tidak ingin Fauzan merasa terbebani.
Alice sedih dan bimbang. Disatu sisi dia mencintai Fauzan dan sudah berjanji akan mempercayainya tapi disatu sisi dirinya iba dengan kondisi Afifah. Alice tidak boleh egois. Kebahagiaan Afifah adalah menikah dengan Fauzan disisa usianya. Dirinya akan mundur.
__ADS_1
jangan lupa di like komen and vote 😍