My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
Sebuah pengakuan


__ADS_3

Seperti biasa acara sarapan bersama dimulai.


Apakah seluruh santri sudah kumpul? Kalau sudah mari kita sarapan. Ujar ustadz Fauzan.


Sudaah.. Ujar para santri.


Pak ustadz, Alice dan teman-temannya tidak ada. Ujar Nazwa diangguki oleh Zara teman sekamar Alice dan teman-temannya.


Kemana mereka? Tanya Fauzan mengerutkan Alisnya.


Tidak tau pak ustadz, tadi saat saya dan Nazwa memasuki kamar, kami berpapasan dengan mereka yang hendak keluar, saya kira mereka menuju kesini. Ujar zara menjelaskan.


Ya sudah, kita mulai saja sarapannya. Mengenai mereka biar saya yang urus. Sebelum kita sarapan jangan lupa membaca doa dulu. Ujar Fauzan.


Semuanya sarapan bersama. Pikiran Fauzan tertuju pada Alice dan teman-temannya terutama Alice.


Enak banget makanannya kita bisa bebas pilih menu. Aahh gue kangen ama lontong sayur. Ujar Manda heboh


Samaaa. Sisky menimpali dengan dramatis


Heboh banget kalian. Tapi samaaaa. Alice berujar. Lalu mereka tertawa bersama.


Sesudah sarapan selesai, mereka pulang dengan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dari lingkungan pesantren.


Eehh itu si bapak motornya kenapa yah. Ujar Alice


Cuss samperin. Ujar Sisky lalu mereka bertiga menghampiri bapak tersebut.


Kenapa motornya pak? Tanya Manda


Tidak tau neng, tiba-tiba motornya mati. Ujar bapak tersebut.


Udah dicek bensinnya pak? Tanya Sisky


Sudah neng, bensin ada. Padahal saya mau ke balai desa ada rapat.


Mmm coba saya lihat motor bapak. Ujar Alice.


Mangga neng..


Bapak tenang aja. Teman saya jago masalah mesin. Ujar Manda.


Waahh bener neng? Tanya bapak


Gak pak jangan dengerin dia. Jawab Alice. Lalu matanya melirik ke Manda dan Sisky. Mending kalian bantuin gue.


Ok..


Skipp


Alhamdulillah motornya sudah nyala, terimakasih yah neng. Saya kepala desa (lurah) di di desa ini. Kalau ada apa-apa jangan sungkan sama bapak. Rumah bapak juga tidak terlalu jauh dari sini nanti kapan-kapan mampir yah neng. Ujar pak Lurah


Iya pak sama-sama. Ujar Alice

__ADS_1


Kalian anak pesantren yah, tapi sepertinya bukan asli sini. Tanya pak lurah.


Iya pak, kami dari jakarta dan sedang belajar di pesantren ini. Jawab Sisky


Oh pantesan nak. Yasudah bapak permisi dulu yah. Sekali lagi terimakasih. Ujar Pak lurah berlalu pergi.


Yaahh muka lo pada kotor tuh haha. ujar Manda


Lo juga tuh terutama Alice cumang-cemong hahaha jawab Sisky ketawa terbahak. Mereka bertiga tertawa


Sampai di pesantren. Pak bukain pintunya.


Kalian habis kemana?


Pak satpam gak lihat muka kita cemong kayak gini?


Si neng pada habis ngapain?


Habis ngebengkel. Ujar Sisky


Hadeh hadeh si neng jangan bohong, dosa neng.


Yaudah tanya aja sama pak lurah. Jawab Alice.


Kalau sudah bawa-bawa pak lurah berarti bener nih. Yasudah masuk neng, tadi ustadz Fauzan berpesan kalau kalian sudah pulang nanti suruh menemui ustadz Fauzan di ruangannya.


Iya pak tapi kita mandi dulu. Uajr Alice berlalu pergi diikuti oleh Manda dan Sisky.


Skipp


Alice dan teman-temannya menemui Fauzan.


Kenapa kalian keluar dari pesantren ini tanpa izin? Tanya Fauzan


Alice dan teman-temannya diam saja.


Kenapa semakin kesini kalian semakin liar?!


Banyak melanggar peraturan pesantren terutama kamu Alice.


Sontak Alice mendongakkan matanya menatap Fauzan.


Saya dengar tadi pagi sikap kamu tidak sopan dan kamu tidak mau menyadarinya. Ujar Fauzan menyudutkan Alice.


Sisky dan Manda melihat ekspresi Alice kemudian menggenggam tangannya takut jika Alice sampe lose control.


Alice menarik nafas. "Maaf". Satu kata dari Alice. Hatinya marah dongkol kenapa semuanya menyudutkan Alice.


Fauzan yang mendengarnya terdiam sambil mengamati wajah Alice yang merah menahan amarah.


Kalian berdua kembali ke tempat masing-masing nanti ada pengurus yang akan memberi hukuman kepada kalian bertiga. Alice ikut saya. Ujar Fauzan berlalu diikuti oleh Alice.


Fauzan membawanya ditepi danau, area samping pesantren yang sedikit jauh.

__ADS_1


Fauzan melipat tangannya memandangi Alice yang menunduk enggan menatapnya.


Ada yang ingin kamu jelaskan Alice? Tanya Fauzan


Untuk apa? Gue rasa percuma, saat semua orang menyudutkan gur seperti itu berarti yaudah itu yang terjadi. Ujar Alice melengos.


Alice..


Kenapa? Kenapa Semua orang cuma bisa nyari kesalahan gue, cuma bisa nyudutin gue. Apa karena image buruk gue? Semua orang bisa berubah dan gue lagi berusaha. Ujar Alice mengungkapkan unek-uneknya.


Andai Alice sudah halal baginya, ingin sekali Fauzan merengkuhnya.


Gue tau malam itu gue salah, gue udah minta maaf. Tapi kenapa pak ustadz jahat banget mengabaikan gue?!


Fokus Fauzan tertuju pada kalimat terakhir Alice.


Kamu merasa terganggu dengan sikap saya yang kemaren? Tanya Fauzan dengan geli. Hatinya menghangat, mungkinkah perasaanya berbalas.


Alice tersadar atas ucapannya.


Enggak..


Alice..


Gue bilang enggak ya engga.. Ujar Alice melengos menyembunyikan wajahnya yang memerah dan merutuki mulutnya.


Alice tolong jangan ulangi lagi yang kemaren dan hari ini. Ujar Fauzan


Iya, terutama hari ini sikap gue yang udah gak sopan sama tunangan lo pak ustadz? Tenang aja, gak bakal diulangi kok. Gue permisi. Ujar Alice serak dan berlalu namun langkahnya terhenti saat Fauzan memanggilnya.


Alice, saya mencintai kamu. Fauzan mengatakannya dengan penuh keberanian. Jantungnya berdetak lebih cepat sekaligus hatinya resah memikirkan perjodohan itu.


Alice masih memunggungi Fauzan. Dirinya menangis tanpa suara, bahagia sekaligus terluka. Untuk apa Fauzan mengungkapkan perasaannya jika dirinya sudah dijodohkan dengan orang lain membuatnya semakin terluka.


Kamu lagi saya perjuangkan dihadapan orang tua saya. Kalau kamu memiliki perasaan yang sama dengan yang saya rasakan, tolong berubah dan kita berjuang bersama. Ujar Fauzan meyakinkan Alice karena Fauzan melihat punggung Alice yang bergetar menahan tangis.


Pak ustadz kenapa lo ngomong gitu ke gue. Lo udah punya tunangan yang sempurna. Kita beda dari segala hal. Meskipun perasaan gue sama kayak yang lo rasain, gue akan simpan perasaan ini untuk diri gue sendiri. Gue gak mau jadi pelakor. Ujar Alice dengan serak.


Kita tercipta dari unsur yang sama. Tidak ada perbedaan disetiap manusia. Kamu tidak perlu melakukan apapun, cukup berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Biarkan saya yang memperjuangkan kamu.


Alice hanya diam..


Alice tolong berbaliklah dan lihat saya.


Alice tetap diam memunggungi Fauzan


Alice..


Alice berbalik matanya langsung bertemu dengan mata Fauzan. Disana ada cinta dan kesungguhan.


Saya tau posisi kita sekarang ini tidak baik, keadaan juga sedang rumit. Tapi tolong percaya sama saya. Apakah kamu menerima saya? Tanya Fauzan dengan sungguh-sungguh.


Matanya beradu pandang dengan Alice dan Fauzan menemukan jawabannya tanpa harus terucap dari bibir Alice. Kemudian Fauzan tersenyum. Senyum yang manis dan menyebalkan membuat Alice mengerucutkan bibirnya lantas membuat Fauzan tertawa. Tawa yang indah terdengar ditelinga Alice. Dan Alice tersenyum. Senyum yang manis yang pernah Fauzan lihat.

__ADS_1


__ADS_2