
Hari ini kiai Abdullah Syahid datang ke pesantren hendak membicarakan perihal kelanjutan perjodohan ini yang disambut baik oleh pak kiai.
Maaf sebelumnya saya baru sempat kesini. Sebenarnya beberapa hari yang lalu saya hendak kesini tapi dijalan ada kendala jadi saya balik lagi kiai.
Pak kiai tersnyum. Tidak apa-apa. Monggo segera dinikmati hidangannya.
Matur suwun kiai. Langsung saja pada intinya. Kedatangan saya kesini ingin membicarakan perihal perjodohan.
Nggih moggo silahkan..
Kiai Abdullah menarik nafas. Saya minta maaf hampir dua minggu ini Afifah belum bisa berada di pesantren ini karena sedang sakit. Perkataan kiai Abdullah tersebut sontak membuat pak kiai, bu nyai dan Fauzan merasa heran.
Kemudian kiai Abdullah melanjutkan. Afifah sakit kangker stadium akhir, saya baru mengetahuinya beberapa bulan ini. Suaranya lirih menandakan sebuah kesedihan.
Innalillahi.. Maaf kami baru tau kiai, kami belum sempat menjenguknya. Ujar bu nyai yang merasa iba. Maaf kiai, kalau Afifah selama beberapa hari ini ada di rumah sakit, lantas siapa yang ada dipesantren ini? lanjutnya.
Kiai Abdullah bingung atas penuturan bu nyai tersebut. Afifah ada di rumah sakit dengannya. Lalu kiai Abdullah tersentak jangan-jangan Alifah. Maaf bisa saya bertemu dengan Afifah yang ada disini?
__ADS_1
Kemudian bu nyai menyuruh salah satu santri untuk memanggilkan Alifah.
Kiai Abdullah kaget begitupun dengan Alifah. Alifah hendak bergegas pergi, namun panggilan kiai Abdullah menghentikannya.
Alifah kemari nak..! Alifah terdiam kaku penyamarannya terbongkar. Kemudian Alifah duduk didekat kiai Abdullah.
Dengan tegas layaknya seorang ayah. Apa yang kamu lakukan disini nak? Kamu tidak berbuat macam-macamkan disini?
Fauzan membuka suaranya. Ini siapa pak kiai?
Dia putri saya, namanya Alifah saudara kembarnya Afifah. Sontak membuat bukan hanya Fauzan yang kaget, bunyai dan pak kiai pun sama.
Fauzan memicingkan matanya dan menganalisis kejadian beberapa hari yang lalu antara Alifah dengan Alice, mulai dari perubahan sikap dan perilaku Alice hingga Alice memutuskan untuk pergi. Dan sekarang Fauzan mendapatkan jawabannya.
Kiai Abdullah memijit keningnya yang terasa pusing atas ulah anak-anaknya. Kamu jangan coba-coba kabur. Nanti pulang sama ayah. Kemudian kiai Abdullah meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Pak kiai dan bu nyai hanya menganggukkan kepalanya.
Kiai Abdullah beralih kepada Fauzan. Nak Fauzan, setelah kamu mengetahui tentang kondisi Afifah yang sebenarnya, bapak tidak akan memaksa kamu untuk menerima perjodohan ini. Bapak tidak mau membebani kamu. Jadi keputusan ada ditangan kamu.
__ADS_1
Alifah memprotes. Ayah, Fauzan harus menikah dengan Afifah. Kemudian kiai Abdullah memperingati Alifah untuk diam.
Pak kiai dan bu nyai memandang anaknya yang masih terdiam. Apapun keputusan anaknya mereka akan mendukungnya dan tidak akan memaksanya lagi.
Menarik nafas yang terasa berat Fauzan menjawab. Saya akan menikahi Afifah.
Alhamdulillah.. Ujar semunya namun dengan ekspresi yang berbeda. Jika Kiai Abdullah dan Afifah senang mendengarnya, lain halnya dengan pak kiai dan bu nyai yang sedih dengan perasaan anaknya.
Setelah dirasa semua sudah cukup mengenai pernikahan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi karena kondisi Afifah yang semakin drop, kiai Abdullahpun pamit untuk pulang dan membawa Alifah. Namun sebelum itu, kiai Abdullah menitipkan salam dan rasa terimakasih untuk Alice yang sudah menolongnya.
Sepeninggalan kiai Abdullah Syahid, baik Fauzan maupun pak kiai dan bu nyai masih belum beranjak dari duduknya.
Pak kiai melihat anaknya yang sedang melamun. Nak, apa kamu yakin dengan keputusan kamu? Abi dan umi tidak akan memaksamu lagi. Dengan pelan Fauzan menjawab. Insya Allah abi. Kemudian uminya memeluknya. Sayang umi ingin kamu bahagia, umi tau kamu terpaksa nak.
Fauzan memegang tangan ibunya. Tidak apa-apa umi, ini semua kulakukan demi abi dan umi serta dia. Setelah mengatakan demikian, Fauzan meminta izin untuk keluar.
Fauzan tiba didanau. Dirinya sangat merindukan Alice. Kenangannya bersama Alice memutar bagai kaset. Cinta dan kecewa menjadi satu.
__ADS_1
jangan lupa di like komen and vote 😍