
5 tahun kemudian
Newyork, Amerika
Waktu terasa berlalu begitu cepat. Alice sudah menyelesaikan pendidikannya diperguruan tinggi. Dirinya sudah mendapat gelar master. Prestasi yang luar biasa yang Alice syukuri dan ingin berkarir dinegara ini namun kedua orang tuanya melarang dan menyuruh Alice untuk kembali ke Indonesia. Setelah perdebatan panjang dengan kedua orang tuanya, akhirnya dirinya menurut.
Jakarta, indonesia.
16:45 wib
Alice telah sampai dibandara Soekarno Hatta. Kedua orang tuanya dan abangnya sudah menunggunya. Sayang.. Ibunya memanggilnya sambil merentangkan tangan. Alice pun memeluk kedua orang tuanya beserta abangnya lalu pulang ke rumah.
Setelah beristirahan beberapa jam, Malam harinya mengadakan pesta barbeqiew untuk menyambut kepulangan Alice. Manda dan Sisky diundang dan mereka bertiga melepas rindu.
Malam ini Alice tidak memperboleh Manda dan Sisky untuk pulang karena masih kangen dan pengen quality time. Sisky dan Mand tentu saja menyetujuinya. Sepanjang malam mereka mengobrolkan sesuatu apapun. Dari mulai Sisky yang berpacaran dengan Arkan dan Manda yang ternyata lagi dekat dengan abangnya yang membuat Alice terkejut. Lalu tentang pekerjaan mereka berdua yang ternyata bekerja dalam satu perusahaan. Kemudian giliran Alice yang menceritakan kehidupannya selama di Amerika yang mempunya banyak teman, banyak laki-laki yang ingin menjalin hubungan dengannya namun Alice menolaknya dengan halus lantaran hatinya masih tertutup.
Tiba-tiba Manda bertanya. Lo engga pengen tau gimana kabarnya ustadz Fauzan. Seketika Alice terdiam.
Sisky mengambil bantal untuk senderan. Sini gue kasih tau. Ustadz Fauzan tambah cool, tambah ganteng, dan cuek. Tapi para karyawan dan klien nya sangat menyukainya terutama para wanita. Tapi ustadz Fauzan gak pernah meresponnya karena sikapnya yang dingin namun sangat profesional.
__ADS_1
Alice memutar bola matanya. Ya iyalah, orang udah punya istri mana mungkin mau kegatelan sama cewek lain. Namun dalam hati kecilnya merasa sakit saat dirinya mengatakan bahwa Fauzan memilik istri. Apakah perasaan itu masih ada sampai sekarang. Entahlah dirinya tidak mau menganalisa lebih dalam. Meskipun ternyata masih ada, perasaan itu tidak boleh ada.
Ya iyalah, istrinya cantik sholehah. Mana tertarik sama cewek abal-abal. Manda dan Sisky memanas-manasi Alice. Alice merasa terusik mendengarnya sehingga dirinya hanya memberi respon deheman saja.
Manda mengalihkan pembicaraan. Oh iya Lice, lo mau kerja dimana? Kantor bokap? Alice menggelengkan kepalanya. Gue pengen mandiri. Pengen kerja diperusahaan orang lain aja.
Emang bokap lo setuju? Tanya Sisky
Setuju dong. Kan udah kesepakatan gue ama bokap gue. Manda dan Sisky saling lirik kemudian berdehem gelagatnya mencurigakan. Lo masuk dikantor kita aja. Kebetulan lagi membutuhkan sekertaris kedua. Karena sekertaris kesatu kewalahan menghendel jadwal bos yang banyak. Maklum perusahaan besar Lice.
Alice merengut. Sama aja dong gue gak mandiri, gue masuk karena rekomendasi kalian berdua.
Bebeberapa hari kemudian Alice mendatangi perusahaan tersebut untuk melamar pekerjaan. Lice semangat! Manda menyemangati Alice. Alice mengangguk dan tersenyum. Kemudian Sisky berbisik. Lo harus nunduk aja sebelum tanda tangan kontrak soalnya bosnya galak. Gue takut bukannya lo tanda tangan malah salto saking terkejutnya. Alice tertawa. Gue gak takut. Manda mengibaskan tangannya. Udahlah turuti aja apa kata Sisky Lice. Kemudian Manda dan Sisky tersenyum evil setelah Alice menuju HRD dan ruangan direktur.
Setelah sampai diruangan HRD dan dilihat profilenya. Alice dipersilahkan untuk menemui direktur utamanya. Karena posisi yang tersedia hanya sekertaris yang selalu berhubungan dengan direktur. Jadi direktur yang menetukan lolos atau tidak.
Alice menuju ruangan direktur yang berada dilantai paling atas sesuai arahan dari pihak HRD tersebut. Dirinya merasa gugup dan sedikit takut apalagi Sisky membisikkan bahwa bosnya galak.
Sesampainya didepan pintu ruangan direktur, Alice menarik nafas sedalam-dalamnya guna mengurangi rasa gugupnya. Kemudian mengetuk pintu tak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam yang menyuruhnya untuk memasuki ruangan.
__ADS_1
Alice melihat seseorang yang berdiri membelakanginya dijendela sedang menerima telphone.
Saat orang itu berbalik untuk melihatnya, Alice segera menunduk menuruti intruksi dari Sisky sehingga dirinya tidak melihat wajah seseorang itu.
Lama tidak ada suara, kemudian seseorang itu berdehem. Alice masih menundukkan kepalanya.
Jadi kamu yang akan menjadi sekertaris kedua saya?
Deg. Suara itu mirip dengan suara seseorang yang tidak pernah hilang dari ingatannya. Kemudian Alice menggeleng-gelengkan kepalanya karena memikirkan seseorang itu.
Ternyata bukan? Jadi apa tujuan kamu datang keruangan saya? Suaranya begitu dingin dan mengintimidasi.
Dengan masih menunduk Alice menjawab. Maaf pak maksud saya, iya saya ingin bergabung diperusahaan ini sebagai sekertaris kedua bapak. Setelah membaca profilenya, dan wawancara kemudian seseorang itu menyuruhnya untuk menandatangani kontrak dan tanpa pikir panjang Alicepun menandatanganinya karena merasa terusik dengan nada suara itu.
Saat Alice hendak undur diri, tiba-tiba seseorang iti bersuara. Apa lehermu tidak sakit menunduk terus? Dalam hati Alice membatin. (Sakit dan pegel coy, karena lo menakutkan dan mengintimidasi gue) kemudian Alice mengangkat kepalanya saat itu juga dirinya kaget sekaget kagetnya melihat seseorang yang sedari tadi ada dihadapannya. Seseorang itu menatapnya datar dan menyuruhnya untuk segera keluar dari ruangannya. Dengan kata lain mengusirnya.
Setelah berada diluar dirinya kembali menarik nafas berkali-kali dadanya naik turun kemudian segera memasuki lif. Ketika berada didalam lif, air matanya berjatuhan. Hatinya sesak sekali. Ada rasa rindu yang begitu besar, namun saat teringat tatapan dari seseorang tadi begitu dingin dan datar, dirinya sadar bahwa seseorang itu bukanlah seperti yang dulu statusnya yang telah menikah menghantamnya. Dirinya memang salah. Fauzan berhak marah dan kecewa karena tidak memberinya pilihan untuk memilih.
Didalam ruangannya Fauzan memejamkan matanya. Jantungnya berdetak tak beraturan. Dirinya menahan diri untuk tidak memeluk Alice karena memang dalam agamanya tidak diperbolehkan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya dan hatinya masih diliputi rasa marah dan kecewa terhadap Alice.
__ADS_1
jangan lupa di like komen and vote 😍