My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
Pernikahan


__ADS_3

Kabar mengenai pernikahan Fauzan dan Afifah sudah menyebar dilingkungan pesantren. Sebentar lagi acara akad nikah dimulai yang diselenggarakan di pesantren.


Tidak jauh dari kamar pengantin, Alifah berpapasan dengan Sisky dan Manda yang sedang mondar mandir membawa kueh untuk dihidangkan. Ehh hai kalian sini. Teriak Alifah. Iiihh ngapain sih kita ketemu sama si Alifah kambing. Gerutu Sisky. Kemudian mereka menghampiri.


Alifah tersenyum mengejek. Gimana, sahabat lo itu udah lo pada kasih tau belum tentang acara pernikahan Afifah dan Fauzan? Gue yakin pasti Alice bakal bunuh diri karena gak kuat nerima kenyataan.


Manda dan Sisky merasa geram dan marah. Ehh jaga yah mulut busuk lo itu! Harusnya lo dan bokap lo itu berterimakasih sama Alice.


Alifah nyolot dan terpancing emosinya. Atas dasar apa gue dan bokap gue harus berterimakasih sama si pelakor Alice?! Gue dan keluarga gue gak pernah hutang budi apapun!


Oh banyak! Manda maju selangkah. Pertama, kalau saat itu Alice gak nolongin bokap lo yang dihadang ditengah jalan oleh musuh lo, bokap lo udah meninggal saat itu juga. Kedua, lo selalu manggil Alice dengan pelakor. Asal lo tau, Alice dan ustadz Fauzan sudah dekat sebelum perjodohan itu dilakukan. Ketiga, saat Alice mengetahui dari bokap lo kalau Afifah saudara kembar lo itu sakit parah dan sekarat, Alice mundur melepaskan ustadz Fauzan. Melepaskan cintanya, membiarkan nama baiknya hancur karena ulah lo! Sisky menarik Manda. Udah Man.. Dan lo! Tangannya menunjuk Alifah. Jangan pernah menghina Alice lagi bahkan mulut kotor lo itu gak pantas meski sekedar lo menyebut namanya aja. Kalau bukan karena Alice gue dan Manda udah muak berada disini dengan orang-orang munafik. Kemudian Manda dan Sisky meninggalkan Alifah yang hanya bisa diam. Tanpa mereka sadari, banyak pasang mata yang melihat dan mendengarnya yakni pak kiai, bu nyai, kiai Abdullah dan Fauzan. Serta satu orang yang berada dibalik pintu kamar yang sedang menahan isak tangisnya.

__ADS_1


Newyork, Amerika.


Buset rajin bener dah adik gue. Fahmi kaget melihat perubahan adiknya itu. Pasalnya, Alice itu paling males. Waktu sekolah sering bolos dan tidak pernah mengerjakan PR. Lo beneran Alice Adik bangsat gue bukan sih? Lanjutnya sambil menggoyang-goyangkan badan Alice serta mencubit pipi dan hidung Alice.


Abaangggg lucnutt!!! Gue gak bisa nafas. Sontak Fahmi langsung melepas tangannya dari hidung Alice dengan cengiran yang lebar.


Dek, gue mau nanya nih. Lo tiba-tiba pengen pindah kesini kenapa? Apa mungkin lo kangen sama bau ketek gue?! Sebuah pulpen langsung melayang kearah Fahmi. Abang aku tuh lagi berjuang untuk mengejar masa depan yang baik. Harusnya abang senang dong. Ujar Alice dengan sewot.


Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul dilayar handphone nya kemudian Alice mengecek lalu membacanya saat sebuah foto beserta captionnya terpampang jelas dilayar. Air matanya berjatuhan tanpa bisa dicegah, dadanya sangat sesak dan tangisnya pecah. Fauzan telah menikah dengan Afifah. Bukankah ini keinginannya. Dan mungkin setelah ini, Fauzan akan benar-benar melupakannya karena dirinya tau bahwa Fauzan sangat kecewa terhadap dirinya.


Dilain sisi. Bisa kita mulai acaranya? Pak penghulu bertanya. Semuanya menganggukkan kepala perasaannya tidak menentu saat mendengar pertengkaran Alifah dengan Sisky dan Manda beberapa saat lalu.

__ADS_1


Saat akan dimulainya akad pernikahan, tiba-tiba Afifah menghentikan pak penghulu. Berhenti pak. Saya tidak bisa melanjutkan acara pernikahan ini. Kiai Abdullah Syahid terkejut. Maksud kamu apa nak? Menarik nafas yang terasa sesak Afifah menjawab. Abi aku tidak bisa menikah dengan ustadz Fauzan diatas penderitaan orang lain. Terlebih menikah dengan orang yang tidak mencintaiku. Aku tidak mau dikasihani hanya karena penyakitku ini abi. Afifah menangis dirinya sudah mendengar sendiri pertengkaran Alifah dengan kedua sahabatnya Alice. dan saat ini kepalanya terasa teramat sakit.


Kemudian beralih kepada saudara kembarnya. Alifah, aku menyayangimu. Terimakasih atas apa yang kamu lakukan untukku, tapi aku tidak suka dengan caramu yang salah. Jangan membenci Alice. Dia sudah menyelamatkan nyawa satu-satunya orang tua yang kita punya. Dia juga sudah mengorbankan cintanya, harga dirinya dan masa depan untuk belajar dipesantren ini untukku yang hanya orang asing. Alifah menangis atas penuturan saudara kembarnya itu.


Afifah kemudian menghadap Fauzan. Ustadz Fauzan maafkan saya karena sudah menjadi penghalang antara hubunganmu dengan Alice. Terimakasih atas pengorbanan kalian berdua untuk menyenangkan saya disisa usia ini. Tapi maaf saya tidak bisa menerima itu. Saya akan sangat bahagia tanpa mengorbankan kebahagiaan siapapun. Dan


Keberadaan abi dan Alifah sudah cukup bagi saya.


Semuanya menangis mendengar penuturan Afifah. Fauzan merasa kasihan dan bersalah tapi dirinya tidak bisa memaksakan hatinya untuk mencintai Afifah. Dan akhirnya pernikahanpun batal. Afifah dilarikan kerumah sakit karena kondisinya memburuk.


Jangan lupa di like komen and vote 😍

__ADS_1


__ADS_2