
Selama 5 tahun Fauzan menunggu Alice. Selama itu juga Fauzan menjaga hatinya dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga hatinya dan hati Alice. Sekecewa apapun dirinya kepada Alice kalah dengan rasa cintanya yang besar dan murni. Fauzan mendatangi orang tua Alice saat sekembalinya mereka dari Amerika untuk mengantarkan putrinya. Orang tua Alice begitu terkejut saat Fauzan meminta putri mereka dan mengutarakan niatnya untuk menjadikan Alice sebagai bagian dari hidupnya. Orang tuanya Alice tidak keberatan sama sekali. Mereka senang dan menerima lamaran Fauzan jika dirinya siap menunggu kepulangan Alice yang tidak dipastikan entah untuk berapa tahun. Dan Fauzan telah siap menunggunya sampai sekarang.
Fauzan dan orang tuanya Alice menjalin kerja sama hingga membuatnya semakin dekat. Sesekali dirinya mengunjungi rumah orang tuanya Alice untuk bersilaturahmi dan mengetahui kabar Alice. Ibunya Alice juga sering mengundang Fauzan untuk makan malam dirumah saat Fauzan dan suaminya selesai meeting. Pada saat itu juga ibunya sering menelepon Alice dan meloadspeker suaranya agar Fauzan dapat mendengar suaranya. Ibunya juga selalu mewanti-wanti untuk menjaga pergaulannya selama berada disana. Dan malam ini Fauzan akan melamar langsung kepada Alice. Ummi nya dan mamanya Alice sudah menyiapkan resepsi pernikah mereka berdua dari 3 bulan yang lalu. Setelah malam ini, seminggu kemudian acara pernikahan dilaksanakan. Tidak peduli Alice menerimanya atau tidak, nanti itu menjadi urusan mamanya karena beliau tau bahwa putrinya itu juga mencintai Fauzan. Karena firasat seorang ibu tidak pernah salah.
Baru satu hari bekerja, Alice sudah membolos. Saat ini dirinya berada ditaman. Dirinya tidak peduli mau dipecat atau tidak. Manda dan Siski menelponnya untuk mengajak makan siang bersama dan menanyakan keberadaannya kemudian mereka berdua menyusul Alice di taman setelah Alice memberi tahunya.
Setibanya mereka berdua ditaman, mereka kaget dengan kondisi Alice. Lo habis nangis ya? Alice mengangguk. Sisky duduk disebelah kanan dan Manda duduk disebelah kirinya. Lo kenapa Lice? Giliran Manda yang bertanya.
Gue kayaknya mau risent aja deh. Perkataan Alice membiat Manda dan Sisky terkejut. Gue gak bisa kalau setiap hari harus ketemu dia. Gue takut gak bisa mengendalikan perasaan gue. Hati gue sakit saat gue sadar dengan fakta bahwa dia udah mempunyai keluarga dan udah bahagia bersama anak istrinya. Gue gak kuat. Nyatanya gue masih mencintainya sampai sekarang. Alice menangis mengungkapkan segala isi hati dan perasaannya kepada kedua sahabatnya. Manda dan Sisky memeluk Alice. Lo harus sabar dan tenang. Setelah ini lo akan bahagia. Perkataan Sisky dan Manda terdengar begitu ambigu dikalimat terakhirnya. Namun Alice menghiraukannya.
Setelah acara makan siang selesai dan acara curhat-curhatan selesai mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sisky dan Manda membolos kerja setengah hari untuk menemani Alice yang sedang galau.
Assalamualaikum Alice pulang..
Wa'alaikumsalam anak mama udah pulang. Bagaimana dikantor betah gak? Tanya ibunya antusias
Biasa aja ma. Jawab Alice dengan malas. Alice mengernyitkan matanya saat melihat didapur dan meja makan banyak makanan dan bahan-bahan lainnya . Tumben mama masak banyak.
Nanti malam akan ada tamu, habis sholat maghrib kamu siap-siap yah mama udah siapin baju, mama udah taro di kamar kamu. Alice bingung tamu siapa yang yang akan datang sampai ibunya memasak begitu banyak. Tamu siapa mah. Ibunya mengelus rambutnya. Nanti kamu akan tau sayang. Yaudah mama kedapur dulu kasian bi siti kewalahan. Setelah mengatakan itu ibunya kembali ke dapur.
Tok tok tok
Sayang sudah siap belum?
Ini bentar lagi mah
Buruan dong tamunya sebentar lagi datang.
Iya nanti aku turun.
Yaudah mamah tunggu dibawah. Setelah itu ibunya pergi untuk menyambut tamu kehormatan.
Assalamualaikum..
__ADS_1
Wa'alaikumsalam. Setelah salam-salaman, mama dan papanya Alice menyuruhnya masuk.
Fahmi berbisik ditelingan Fauzan. Siap-siap lo bakal ditampol adik gue hehe.
Saya sudah siap ditampol. Fauzan menyunggingkan senyumnya untuk menutupi rasa geroginya.
Silah kan duduk. Ujar ibunya Alice dengan senang.
Iya bu terimakasih. Ujar ibu nyai dengan tersenyum. Sedang asik berbincang-bincang dan saling menanya kabar, tiba-tiba suara Alice terdengar.
Mah pah ada tamu sia- Alice kaget saat melihat ruang tamu. Alice mematung kemudian suara ibunya menyadarkannya. Sini sayang duduk. Alice menyalami pak kiai dan ibu nyai lalu duduk didekat ibunya. Dirinya bingung ada apa pak kiai sekeluarga berada di rumahnya.
Apa kabar nak Alice. Suara pak kiai membuyarkan lamunannya. Alhamdulillah baik pak kiai, pak kiai dan bunyai bagai mana kabarnya. Dengan tersenyum bu nyai menjawabnya. Alhamdulillah kami baik nak. Oh iya bagaimana kuliah di Amerika apakah menyenangkan dan seru?
Alice tersnyum dan menjawabnya. Alhamdulillah menyenangkan dan banyak teman-teman yang baik disana.
Pak kiai berdehem. Langsung saja, kedatangan kami kesini untuk bersilaturahmi dan untuk meminang anak bapak dan ibu untuk anak saya. Perkataan pak kiai membuat Alice kaget lalu matanya menatap Fauzan yang sedang menatapnya. Kemudian Alice memutuskan kontak matanya.
Selaku orang tua dengan senang hati saya menerima lamaran dari pak kiai. Tapi bagaimanapun yang akan menjalani adalah Fauzan dan Alice. Mari kita sama-sama tanyakan kepada mereka.
Dengan yakin Fauzan menjawab. Bismillahirtohmanirrohim Iya abi. Membuat Alice kaget. Pasalnya Fauzan sudah mempunyai istri dan anak. Dirinya tidak mau menjadi istri kedua itu sama saja dirinya menjadi seorang pelakor.
Lalu pak kiai bertanya kepada Alice. Bagaimana dengan nak Alice, apakah menerimanya? Alice sangat gugup sekaligus sedih. Momen seperti ini tidak berani dia mimpikan. Tapi dia juga tidak ingin menyakiti hati wanita lain.
Menarik nafasnya Alice menjawab. Maaf pak kiai, saya tidak bisa menerimanya. Jawaban Alice membuat punggung Fauzan meluruh.
Apakah nak Alice sudah memiliki calon pendamping. Kini giliran bu nyai yang bertanya.
Alice menggelengkan kepalanya. Tidak bu nyai. Saya masih sendiri. Alasan saya tidak menerima lamaran ini adalah karena saya tidak ingin menyakiti hati wanita lain. Bukankah ustadz Fauzan sudah memiliki seorang istri dan anak? Saya tidak ingin menghancurkan keluarga kecil yang telah bahagia. Dengan sekuat hati Alice menahan air matanya untuk terjatuh. Dirinya selalu merasa sakit dengan fakta itu.
Saya belum menikah. Saya selalu menunggu kedatangan seseorang dari Amerika. Pernyataan Fauzan mengejutkannya. Alice menatap mata Fauzan untuk mencari kebohongan, namun tidak menemukan kebohongan. Seketika air matanya terjatuh. Dirinya segera menghapusnya.
Bagaimana sayang apakah kamu menerima lamaran dari Fauzan? Alice menatap ayahnya lalu abangnya terakhir ibunya dan mereka tersenyum.
__ADS_1
Alice mengangguk. Bismillahirrohmanirrohim. Saya menerima lamaran ini. Semuanya merasa senang tak terkecuali Fauzan yang hatinya merasa plong dan bahagia. Setelah itu mereka makan malam dan berbincang-bincang.
Alice meminta izin kepada para orang tua untuk berbicara berdua dengan Fauzan. Kemudian Alice membawanya di tepi kolam.
Mereka masih terdiam satu sama lain.
Alice.. Suara Fauzan memecah kesunyian. Alice masih diam. Ada yang ingin lo jelasin ke gue? Suara Alice sarat akan rasa kesal dan bingung.
Maaf sikap dan perkataanku kemarin telah membuatmu menangis. Aku melakukan itu untuk mengetahui perasaanmu terhadapku. Aku juga kecewa terhadap dirimu namun rasa cintaku lebih besar dari rasa kecewaku.
Jantungnya berdetak sangat kencang. Untuk menutupi rasa geroginya Alice bertanya dengan jutek. Terus Afifah bagaimana? Fauzan tersenyum rasanya lucu sekali saat Alice sudah seperti ini. Dia sudah menikah dengan sepupuku 4 tahun yang lalu. Alice kaget dengan fakta itu. Bukannya seharusnya kamu yang menikah dengan Afifah?
Yang benar adalah seharusnya saya menikah denga kamu. Alice melengos untuk menutupi wajahnya yang mungkin memerah karena senang sekaligus kesal saat mendengar jawaban Fauzan.
Alice lihat saya. Kemudian Alice melihatnya. Mereka bertatapan saling menatap satu sama lain untuk mendalami perasaan masing-masing. Saya tidak pernah berhenti untuk mencintaimu. Saya menunggu kamu selama 5 tahun ini. Tidak pernah seharipun untuk tidak mengingatmu. Kepergianmu menyakitiku. Saya tidak bisa melepasmu begitu saja. Saat mama dan papamu datang sesudah mengantarmu, hari itu saya langsung melamarmu.
Sudah beberapa kali dirinya dikejutkan. Rasa haru dan cinta membuatnya menangis. Alice tidak menyangka Fauzan begitu memperjuangkannya. Dirinya ingin memeluk Fauzan begitu erat namun tidak bisa ia lakukan karena mereka belum halal.
Maaf untuk 5 tahun yang lalu karena mengesampingkan perasaanmu, saat itu aku hanya berfokus pada kebahagiaanmu dan mengesampingkan perasaanku sendiri.
Ehem... Suara deheman menghentikan suasana haru dan romantis diantara mereka.
Abaanggg!
Iya Lice iya abang tau lo mau jingjrak-jingkrak sebenarnya.
Iiiihh abang. Alice memanyunkan bibirnya. Abang peluk Fauzan sekarang.
Hah?! Enggak, abang masih normal. Tolak Fahmi mentah-mentah. Begitupun dengan reaksi Fauzan.
Gue pengen meluk Fauzan tapi kan belum boleh kalau belum halal. Jadi abang wakilin gue untuk meluk Fauzan. Lalu Alice beralih pada Fauzan. Dan lo harus meluk bang Fahmi. Tunjukin seberapa besar lo kangen sama gue.
Fauzan dan Fahmi tidak bisa menolaknya. Akhirnya mereka berpelukan. Aduuhhh gue gak bisa nafas woyy. Fahmi ngamuk kemudian Fauzan melepaskannya.
__ADS_1
Alice tertawa terbahak-bahak begitupun dengan para orang tua yang menyaksikannya dari dalam.
Jangan lupa di like komen and vote 😍