
Pak ustad! Panggil Alice
Fauzan menghentikan langkahnya.
Sa-saya mau min-
Assalamualaikum ustadz Fauzan. Ujar Afifah memotong ucapan Alice.
Wa'alaikumsalam. Ada apa Afifah?
Ayo, kita dipanggil oleh orang tua kita. Sepertinya ada yang ingin dibicarakan. Jawab Afifah.
Fauzan menoleh kearah Alice. Permisi Alice. Saya sibuk. Fauzan berlalu diikuti oleh Afifah dibelakangnya.
Alice kesal. Iiihhh jalannya gak usah berdampingan bisa gak? Ujar Alice dalam hati.
Dilain waktu.
Alice sengaja membawa buku juz amma didepan Fauzan. Biasanya Fauzan akan membimbingnya menghafal. Ini kesempatan bagus untuknya meminta maaf dan membuat Fauzan kembali bersikap normal pada dirinya. Tapi Fauzan tak meliriknya sama sekali. Alice pasrah rasanya dia ingin nangis.
Muka lo kenapa? Tanya Sisky
Biasanya muka lo ceria kalau habis keperpus bawa buku juz amma. Ini kok mendung banget. Manda menimpali.
Bukan mendung lagi man, tapi udah gerimis tuh. Ujar Sisky
Gue kesel. Kesel kesel. Ustadz Fauzan kayak sengaja ngehindari gue banget. Iya gue tau gue salah. Tapi apa harus kayak gini?! Ujar Alice mengungkapkan unek-uneknya.
Udah Lice sabar. Bukan cuma elo, tapi kita bertiga salah. Ujar Manda
Tenang aja Lice, besok temuin tuh ustadz. Bila perlu kita sampe samperin ke rumahnya untuk minta maaf. Sisky menimpali dengan memberi semangat.
Iihh ngapain ke rumahnya segala. Ogah. Lama-lama gue kesel sendiri ama dia. Ujar Alice sewot.
Kita berdua gak kesel tuh, b aja. Ujar Manda meledek diangguki oleh Sisky dengan senyum menyebalkan.
Dah ah tidur, kalian tambah bikin mood gue turun, tambah bikin kesel. Good night bye. Ujar Alice berbaring menutup selimut dan tidur.
Manda dan Sisky putar bola matanya dan geleng-geleng kepala atas kelakuan sahabatnya yang satu ini.
Alice Manda dan Sisky sedang berjalan menuju kamarnya seusai sholat subuh berjamaah dan tadarusan lalu berpapasan dengan ustadz Fauzan.
Assalamualaikum pak ustadz. Ujar mereka bertiga dengan senyum paling manis yang mereka berikan.
Wa'alaikumsalam. Jawab Fauzan datar.
Hmm pak ustadz kita mau minta maaf soal tadi malam. Ujar Manda
Iya, kita janji gak akan ngulangin lagi. Sisky menimpali.
__ADS_1
Fauzan masih diam menunggu giliran Alice untuk berbicara. Tapi Alice hanya diam dan menunduk. Fauzan menghela nafas.
Terakhir kalian berjanji untuk tidak mengulangi lagi kapan? Masih ingat? Tanya fauzan
Mereka bertiga tertunduk diam teringat moment terakhir kali mereka berjanji akan bertobat kepada para orang tua. Tapi kali ini mereka mengingkari janji itu. Mereka bertiga menyesal. Pasti kalau orang tuanya tau akan kecewa dan marah.
Bertaubat yang sungguh-sungguh. Jangan seperti tobat sambal. Ujar fauzan pedas. Fauzan tidak bermaksud jahat, tapi itu semua demi menyadarkan mereka bertiga.
Iya pak ustadz. Jawab Alice dengan pelan diangguki oleh Sisky dan Manda.
Pak ustadz tolong jangan bocorkan masalah semalam kepada siapapun. Lanjut Alice dengan penuh harap dan rasa takut.
Insya Allah. Tapi jangan rusak kepercayaan saya lagi. Ini demi kebaikan kalian. Permisi. Assalamualaikum. Jawab Fauzan sambil
berlalu.
Wa'alaikumsalam. Jawab mereka bertiga dengan kompak dan rasa lega.
Eehh btw itu bukannya cewek yang dijodohin sama ustad Fauzan yah? Tiba-tiba manda berseru.
Mana? Ujar Sisky kepo.
Ituu.. Jawab Manda sambil menunjuk kearah Afifah.
Hmm.. Lumayan cantik sih, anggun juga. Tapi tetep masih kalah jauh cantiknya ama bestie kita, bestie kita tetep yang terbaik dengan caranya sendiri. Ujar Manda sambil menggenggam tangan Alice.
Gue ama Manda ada digarda terdepan. Tenang aja Lice. Ujar Sisky menyemangati
Eehh tapi tadi dia denger pembicaraan kita ama ustadz Fauzan gak yah? Pertanyaan Sisky membuat mereka takut dan curiga.
Semoga aja gak. Jawab Alice
Gimana kalau denger terus dibocorin. Ujar Manda.
Yaudah terima nasib. Jawab Alice dan Sisky dengan kompak.
Yuk ah balik ke kamar. Ujar Manda sambil memutar bola matanya dan berjalan menggandeng dua sahabatnya.
Ehh kalian duluan aja ntar gue nyusul. Ujar Alice
Mau kemana lo? Tanya Sisky
Mau kedapur ambil makanan, kalian laparkan? Ngaku lo? Jawab Alice
Hehe iya. Jawab Manda dan Sisiky dengan cengiran. Tapi kita ikut deh. Lanjutnya.
Gak usah, kita bagi-bagi tugas. Kalian bersihin tempat tidur sama tolong gue nitip nyuci yah hehe. Ujar Alice
Ah elu. Tapi ok deh, baju lo ada dikeranjang samping kasur lo kan?
__ADS_1
Iya, dimana lagi? Jawab Alice dengan memutar bola matanya. Dah ah, laper nih. Bye. Lanjutnya kemudian berjalan menuju dapur.
Sesampainya didapur.
Assalamualaikum bu ustadzah, saya mau ambil sarapan untuk saya dan kedua teman saya.
Wa'alaikumsalam. Silahkan Alice.
Saat Alice hendak membawa makanan keluar tiba-tiba menabrak seseorang
Prangggg...
Aduuhh..
Maaf gak sengaja. Ujar Alice dengan kaget
Sedangkan perempuan tadi terjatuh.
Apa yang terjadi? Alice apa yang kamu lakukan? Tanya ustadzah Fitri
Gak ngelakuin apa-apa, tadi kita tabrakan sama-sama gak sengaja. Jawab Alice
Bisa gak sih sehari saja gak bikin kepala saya pusing? Jangan bikin gara-gara terus Alice. Ujar ustadzah Fitri dengan marah.
Kan tadi saya bilang, kita gak sengaja tabrakan bukan saya doang yang nabrak dia. Ujar Alice dengan ngotot sambil tangannya nunjuk kearah Afifah.
Alice tangan kamu tidak sopan. Tiba-tiba bu nyai muncul dan membangunkan Afifah.
Kamu tidak ppa nak Afifah?
Ahh tidak ppa ummah. Jawab Afifah dengan lembut.
Ya sudah ayo ikut ummah. Ujar bu nyai membawa Afifah kemudian matanya menatap Alice. Alice kamu juga sebaiknya bersihkan badan kamu dan jangan ulangi lagi sikap kamu yang tidak sopan itu. Lanjutnya kemudian berlalu.
Alice kesal. Semua menyudutkannya. Kemudian berlalu pergi.
Lo kenapa Lice?
Kayaknya lo lagi kesal banget.
Alice menceritakan semua kejadian tadi kepada kedua temannya.
Kurang ajar tuh orang. Mentang-mentang punya peran penting maen nuduh-nuduh aja, padahal kan dia ustadzah.
Sialan tuh si perempuan ngapa diem aja!
Ujar Manda dan Sisky kesal dan gondok karena tidak terima temannya diperlakukan seperti itu.
Keluar yuk. Kesel gue. Laper juga. Kita makan diluar aja.
__ADS_1
Kuuyy. Bodo amat dengan peraturan. Kita lagi kesel. Ujar Sisky dan Manda.