
Sekembalinya Alice dari kamar mandi perasaannya semakin memburuk. Dia juga penasaran dari mana Afifah mengetahui hubungan dirinya dan Fauzan. Sedangkan yang nengetahui hububungannya dengan Fauzan hanya dirinya dan Fauzan beserta kedua temannya. Tapi dia yakin tidak mungkin teman-temannya memberitahukan kepada Afifah. Jadi Alice yakin mungkin dari Fauzan. Dia kesal pada Fauzan karena dia memberi tahukan hubungan mereka kepada Afifah. Tapi disatu sisi Alice juga mempercayai Fauzan.
Lice.. Lice.. Alice..!
Yah..? Alice terkaget dengan panggilan Manda
Lo kenapa? Tanya Manda yang bingung melihat Alice yang melamun sehabis dari kamar mandi.
Sisky memicingkan matanya dengan tatapan horor. Lo habis ketemu setan alias kesambet yah? Sini gue sembur pake air. Byuuurr.
SISKY...! Raung Alice. Gila jigong lo bau banget! Lanjutnya. Manda sudah tertawa terbahak-bahak.
Dengan kesal Sisky menjawab. Enak aja, jangan fitnah lo Lice, jigong gue wangi. Tapi Alhamdulillah lo udah gak kesambet lagi berkat gue hehe. Lanjutnya dengan bangga.
Ngaco, gue gak kesambet! Tanggung jawab lo. Beliin gue sampo. Jawab Alice dengan bersungut-sungut karena dirinya sudah disiram pake air dari mulutnya Sisky.
Emang bau banget yah jingongnya Sisky? Tanya Manda dengan masih tertawa terbahak-bahak.
Menurut lo?! Jawab Alice dengan ngegas. Manda semakin kencang tertawa.
Sis mending lo cepet deh beliin sampo buat Alice, sebelum lo dibales sama Alice dengan tai ayam hahaha. Sontak Alice dan Sisky saling tatap dengan ekspresi yang berbeda. Alice yang tersenyum smirk dan Sisky yang menatap horor.
Gue cabut beli sampo. Sisky langsung berlari keluar.
Woy Sisky sini lo..! Teriak Alice.. Manda tertawa sampe jungkal-jungkal.
Dilain sisi. Sisky pergi ke warung untuk membeli shampo dan sabun karena persediaannya sudah habis dan karena harus bertanggung jawab pada Alice. Tiba-tiba Sisky bertemu dengan Afifah yang warung juga.
Hai kamu, Sisky kan?
Iya.. Lo tau nama gue?
Iya, kamu temannya Alice kan? Aku sering lihat kalian bertiga.
Lo tau Alice juga?
__ADS_1
Iya, saya bertanya pada salah satu santri.
Oh..Lo cewek yang dijodohkan sama ustadz Fauzan kan yah?
Iya. Jawab Afifah sambil menunduk dengan ekspresi sedih.
Kenapa dengan ekspresi lo? Lo terpaksa dijodohkan sama ustadz Fauzan? Tanya Sisky dengan kepo. Kalau memang Afifah terpaksa besar kemungkinan perjodohannya akan batal dan ini berita baik untuk Alice.
Tidak, saya malah senang dijodohkan dengan ustadz Fauzan. Tapi sepertinya dia sudah ada perempuan lain. Jawab Afifah dengan sedih..
Oh.. Yang sabar deh yah.. Sisky merasa sedikit iba dan begumam dalam hati. Kasihan juga sih yah, tapi gue tetap berada dipihak Alice sahabat gue.
Sedangkan dilain tempat. Alice dan Manda nungguin Sisky.
Lama amat tuh anak. Komentar Alice.
Nyasar kemana yah? Yuk kita samperin. Ajak Manda pada Alice dan mereka berdua mencari Sisky.
Ehh itu Sisky, dia lagi ngobrol sama siapa yah. Ujar Manda dengan kepo. Kelihatannya akrab. Lanjutnya.
Manda menepuk jidatnya. Oh iya itukan cewek yang dijodohin sama ustadz Fauzan. Saingan lo Lice hehe. Lanjutnya dengan berbisik.
Iiiss apaan sih lo. Ujar Alice dengan sewot.
Dalam hati Alice berpikir, Sisky terlihat akrab dengan Afifah. Dia bertanya-tanya apa yang sedang mereka obrolkan. Kemudian satu pikiran terlintas dibenaknya. Apa mungkin Sisky yang sudah memberi tahu Afifah? Tapi dirinya tidak yakin karena dia tau bagaimana teman-temannya itu dan dia pun tidak memiliki bukti.
Sis..! Manda memanggil Sisky. Kemudian Sisky menghampiri Alice dan Manda dan kembali ke tempat mereka bertiga.
Gue duluan yang mandi. Manda langsung ke kamar mandi. Woy gue dulu yang mandi. Teriak Alice namun tidak ada jawaban.
Resek emang si Manda. Ujar Sisky.
Sis tumben lo bareng Afifah? Tanya Alice dengan penasaran dan dirinya tidak mau berburuk sangka.
Oh iya tadi kita ketemu diwarung. Dia tau sama kita bertiga loh Lice.
__ADS_1
Dia ada ngomong apa sama lo?
Gak ngomong apa-apa ko
Terus lo ada ngomong apa sama dia?
Gak ada ngomong apa-apa. Ini gue kayak diintrogasi deh.
Enggak.. Siapa tau lo ada ngomong sesuatu terus lo kelupaan. Jawab Alice
Enggak Lice. Lo nuduh gue ngomong sesuatu? Lo nuduh gue nyebarin ke Afifah tentang lo dan ustadz Fauzan?! Ujar Sisky dengan sewot.
Gue gak nuduh lo sampe sana, oh lo mengakui kalau lo yang udah bilang ke Afifah tentang hubungan gue sama ustadz Fauzan?
Apaan sih lo Lice?! Keterlaluan banget lo nuduh gue kayak gitu.
Soalnya Afifah tau tentang hubungan gue sama ustadz Fauzan. Dan yang tau ini cuma kita bertiga dan Fauzan. Dan barusan gue lihat lo akrab banget sama Afifah dan mengobrolkan sesuatu.
Lice gue gak ada bilang kesiapapun yah tentang hubungan lo sama ustadz Fauzan. Lo kok bisa nuduh gue sih?!
Gue gak bermaksud nuduh. Lo sendiri yang seakan memperjelas tentang digaan gue.
Tiba-tiba manda keluar dari dalam kamar mandi karena mendengar suara ribut-ribut.
Woy kalian ngeributin apa sih.
Manda kali tuh, bukan gue. Jangan asal nuduh lo. Teriak Sisky.
Dengan bingung manda bertanya. Kok bawa-bawa nama gue. Ada apaan sih emang.
Tanya tuh sama Sisky. Jawab Alice sambil keluar.
Diluar ada seseorang yang bersembunyi dengan ekspresi bahagia. Rasain lo. Gue akan hancurin lo Alice. Ini baru permulaan. Gue benci sama lo ditambah lo mau ngerebut kebahagiaan salah satu keluarga gue.
Jangan lupa di like komen and vote😍
__ADS_1