
Pagi-pagi sekali Fauzan pergi ke rumah Alice. Dirinya tidak ingin Alice pergi. Fauzan ingin mengajukan negosiasi dengan Alice karena dirinya tidak terima Alice meninggalkannya begitu saja. Jika Alice menginginkan dirinya menikahi Afifah, maka Alice tidak boleh pergi ke luar negeri. Dengan kepergian Alice ke luar negeri maka jarak mereka akan semakin jauh. Namun saat Fauzan telah sampai dirumah Alice, Alice dan keluarganya sudah berangkat. Fauzan kecewa dengan Alice karena tidak memberinya kesempatan untuk berbicara dan memilih.
Sayang kok kamu melamun? Itu pramugarinya nanya kamu mau makan apa? Ibunya menyadarkan Alice yang melamun. Oh maaf, saya mau avocado just dan terserah makanan apa saja yang ada disini. Alice berbicara pada pramugari.
Ibunya mengelus bahu Alice. Kamu ngelamunin apa sih? By the way, Manda dan Sisky gimana?
Manda dan Sisky masih stay di pesantren mah. Alice menjawabnya dengan tidak semangat karena dirinya juga kangen pada sahabat-sahabatnya itu.
Terus kenapa kamu pengen pindah ke Amerika. Apa ada masalah yang terjadi? Mama dengar kamu lagi dekat dengan anaknya pak kiai. Apa itu benar?
Gak ada masalah apa-apa mah. Iya sempat dekat dengan anaknya pak kiai tapi sekarang udah engga.
Namanya siapa? Tanya ibunya kepo
Namanya Fauzan mah. Alice menyebutnya dengan hati yang pilu.
Oh iya tadi abang kamu telpon, katanya abang mau jemput di bandara. Setelah itu tidak ada obrolan lagi.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian sampailah di bandara Amerika dijemput oleh Fahmi kakaknya Alice yang sebentar lagi akan lulus. Mereka langsung menuju penthouse. Papanya Alice memiliki penthouse dan apartement di Amerika. Setelah beberapa waktu beristirahat, Alice dan kedua orang tuanya mendaftarkan perkuliahan disalah satu universitas bergengsi yang ada di Amerika.
Sepi banget gak ada Alice. Gue kangen. Manda merasa bosan begitupun dengan Sasky. Tega baget Alice ninggalin kita disini.
Semua ini gara-gara di bangsat Alifah. Ujar Sisky dengan dongkol. Manda manggut-manggut saja. Yuk lah kita keluar. Sisky mengajak Manda.
Manda memicingkan matanya. Sis lihat tuh si bangsat Alifah. Enek gue ngelihatnya. Sisky manggut-manggut sambil *******-***** tangannya. Sama gue juga. Pengen gue tonjok muka pura-pura lugunya itu sampe penyok.
Alifah melambaikan tangannya. Hai kalian berdua sini gabung. Kita lagi membuat batik nih.
Manda Sisky bisa kita bicara disana. Alifah menunjuk halaman samping. Kemudian mereka bertiga pergi ke halaman samping.
Maksud kalian apa ngomong drama tadi? Tanya Alifah dengan sewot.
Biasa aja keles kalau gak ngerasa. Siaky memutar bola matanya.
Kamu kok gitu sih sama saya, saya salah apa sama kalian. Alifah masih memasang topeng menjadi Afifah.
__ADS_1
Emosi Manda seketika meluap. Banyak! Gara-gara lo nama baik sahabat gue jadi hancur, gara-gara lo sahabat gue pergi dari pesantren ini, gara-gara lo gue kehilangan sahabat gue!
Dan demi Afifah kembaran lo yang lagi sekarat itu, sahabat gue merelakan cintanya. Puas lo Alifah! Sisky kesal dan dongkol.
Alifah tertawa. Oh kalian udah tau siapa gue. Baguslah gue gak perlu pura-pura lagi. Dengerin gue, gue sangat membenci sahabat lo itu. Dan gue gak akan biarin dia ngerebut kebahagiaan saudara kembar gue.
Yakin lo benci Alice karena menyangkut Afifah doang? Sisky tersenyum devil.
Maksud lo apa?! Alifah mulai terpancing emosinya.
Gue tau sebelumnya lo emang udah membenci Alice karena Arga menyukai Alice dari pada lo. Benar begitukan Lili?
Alifah marah mendengarnya, semua tentang dirinya terbongkar. Kurang ajar. Bangsat lo berdua! Teriak Alifah.
Manda dan Sisky memutar bola matanya. Bangsat teriak bangsat. Meninggalkan Alifah yang marah-marah.
jangan lupa di like komen and vote😍
__ADS_1