
Alice melajukan motornya dengan kencang sehingga bisa menyusul lawannya.
Alice Alice Alice.. Sorak sorakan terdengar.
Fauzan yang baru pulang dari kantor larut malam memicingkan matanya. Seketika memelankan mobilnya dan matanya melotot melihat bahwa Alice sedang balapan liar. Amarah dan kekhawatiran menyelimutinya.
Finish. Alice memenangkannya. Sorak sorakan terdengar begitu ramai.
Lice, gila gila gila. Gue was was sekaligus takjub. Ujar Manda heboh.
Gue kira setelah lama di pesantren, kemampuan balapan lo hilang haha. Sisky menimpali.
Yeehh ya gak lah. Gue lagi kesal aja sekaligus pengen ngebungkam bacotannya si Arga.
Pulang! Sebuah suara yang familiar terdengar begitu tegas dan dingin. Lantas ketiganya menoleh.
Pak ustadz. Serempak mereka bertiga menengok ke asal suara dan terkaget.
Belum sempat menjawab, tiba-tiba Arga dan teman-temanya muncul menghampiri.
Alice, hebat juga lo. Tapi tunggu aja tanding berikutnya gue pastiin lo K O.
__ADS_1
Udah kalah, kalah aja lo gak usah sombong. Ujar manda sewot
Oww tiga sekawan anggota inti sudah tobat rupanya, salam bu Hj. Ledek Arga dan teman-temannya sambil tertawa.
Bacot! Ujar Alice geram.
Ah makin cantik. Ujar Arga sambil mencolek dagu Alice tapi belum sempat menyentuh dagu, tangan Arga ditepis oleh Fauzan.
Jauhkan tangan kamu. Ujar Fauzan dengan dingin. Alice Manda dan Sisky cepat kalian masuk mobil. Lanjutnya.
Alice Manda dan Sisky menurut memasuki mobil ustadz Fauzan. Didalam mobil mereka bertiga ketar ketir rusuh. Fauzan yang melihatnya melalui kaca depan mobil memelototinya membuat ketiganya diam seperti patung.
Serem banget njirr. Ujar Manda dalam hati
Sementara Alice matanya bersibobok dengan Fauzan lewat kaca.
Deg. Alice melihat kemarahan, kekecewaan dan kekhawatiran. Lalu Alice menunduk tidak berani mendongakkan kepala. Pikirannya campur aduk.
Setibanya dipesantren tengah malam, sudah tidak ada para santri yang berseliweran.
Turun. Langsung ke tempat masing-masing. Ujar Fauzan dingin
__ADS_1
Mereka bertiga turun lalu kembali ke kamar.
Gila tuh ustadz, serem banget kalau marah. Ujar Manda rusuh
Iya, sampe gue mau pipis didalam mobil, untung gue tahan-tahan kalau gak udah ngamuk tuh ustadz. Sisky menimpali dengan bergidigan membayangkannya.
Alice diam pikirannya semerawut. Dah lah tidur yuk. Ujar Alice mengajak teman-temannya untuk tidur.
Santai banget lo Lice, gue aja sampe mau pipis. Ujar Sisky diangguki oleh manda.
Ya sama, gue juga ketar ketir tadi. Mau gimana lagi udah terjadi. Jawab Alice pasrah.
Tapi ustadz Fauzan kalau lagi marah gitu tambah ganteng yah, uuhh cool gitu. Ujar Manda seketika dua bantal melayang ke arahnya, ketika hendak protes Alice dan Sisky sudah berbaring dengan menutup selimut. Membuat Manda merengut lalu membaringkan badannya dan tertidur.
Sementara dibalik selimut, Alice meneteskan air mata sedikit menyesal tapi kesal dengan sikap Fauzan yang seperti itu. Kemarahan Fauzan mengganggu pikirannya.
Dilain tempat, Fauzan merasa kecewa terhadap mereka bertiga terutama Alice.
Sebagai seorang ustadz di pesantren, Fauzan merasa belum berhasil mendidik mereka. sekeras apapun aturan yang ditetapkan di pesantren belum bisa merubah tingkah laku mereka.
Pikiran Fauzan melayang pada hari itu, hari dimana kedua orang tuanya mengutarakan niatnya untuk menjodohkan dirinya. Jelas Fauzan menolaknya karena dirinya hanya menginginkan Alice, tapi malam ini, Alice telah membuatnya kecewa. bagaimana jika kedua orang tuanya tau apa yang telah dilakukan Alice dan teman-temannya malam ini.
__ADS_1