
Setelah sholat subuh dan bertadarus bersama di masjid Alice Manda dan Sisky sudah berada di dapur bersama ustadzah Ayu.
Untuk menu sarapan pagi ini kita akan membuat nasi goreng. Pertama-tama siapkan bahan-bahannya yaitu nasi, bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, merica, cabai merah) ditubuk hingga halus, selanjutnya kecap sasa/penyedap rasa, mentimun dan wortel dipotong-potong, dan siapkan kerupuknya. Paham kalian? Tanya ustadzah Fitri yang sedang menjelaskan kepada Alice Sisky dan Manda.
Iya bu ustadzah. Jawab serempak ketiganya
Baiklah saya akan membagi tugas. Karena nasi sudah siap, saya akan membagi tugas yang lain. Alice membuat bumbu, Sisky memotong mentimun dan wortel, Manda menggoreng kerupuk. Mulai!
Mereka bertiga mengerjakan masing-masing dan berusaha sebaik mungkin.
Alice kamu tidak lupakan dengan bahan-bahan untuk bumbu nasi goreng?
Iya bu ustadzah, saya agak kesulitan. Ini mericanya ada dua macam yang kecil dan agak besar tapi padat. Pakai yang mana nih?
Ya ampun Alice, yang kecil itu namanya ketumbar nah yang agak besar itu baru namanya merica.
Oh oke bu ustadzah. Jawab Alice mengacungkan tangan membentuk kata "okay".
Sisky memotongnya jangan seperti itu, itu terlalu besar. Seperti ini memotongnya. Ustadzah Ayu mencontohkan cara memotong kemudian beralih pada Manda.
Manda, apinya kecilkan itu gosong kerupuknya dan jangan terlalu lama digoreng.
Aduuhh mata gue perih. Keluh Alice sambil mengucek-ngucek matanya karena terkena cipratan bumbu yang ditumbuk (dihaluskan) nya.
Sisky ambil air. Ujar ustadzah Ayu
Gak ada air bu, kerannya mati. Ujar Sisky panik.
Ambil air digentong yang biasa buat masak. Jangan dipegang Alice nanti tambah perih. Ujar ustadzah Ayu. Sisky buru-buru nyari gentong air tapi ketika dibuka airnya habis.
Gak ada juga bu airnya. Ujar Sisky kemudian Manda menghampiri Sisky.
Kok habis bu. Aduuh gimana nih temen kita, Lice tahan Lice. Ucap Manda heboh
Yaudah bawa aja didanau samping pesantren, cuma itu tempat terdekat dari dapur, Sisky bawa alice ke danau dan Manda teruskan menggoreng kerupuknya dan saya akan melanjutkan memasaknya, jangan lupa kembali lagi kesini. Ujar ustadzah Ayu
Sisky membawa Alice ke danau yang ada di samping pesantren.
Udah sampe Lice, buruan cuci mata lo
__ADS_1
Alice mencuci matanya yang terasa perih. Kemudian pelan-pelan membuka matanya.
Aduuhh mata gue masih perih ujar Alice sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
Mata lo merah Lice, jangan dikucek-kucek. Tunggu bentar gue mau ambil tisu dulu. Ujar Sisky menginggalkan Alice.
Fauzan yang sedang lewat langkahnya terhenti.
Alice lagi apa disini? Mata kamu kenapa? Tanya Fauzan dengan khawatir
Gak ppa, mata gue perih karena terkena cipratan bumbu yang gue halusin pake cobek. Ujar Alice sambil megucek-ngucek matanya.
Jangan dikucek matanya nanti tambah merah. Ujar Fauzan tanpa sadar memegang tangan Alice
Ini periihh. Ucap Alice dengan pelan sambil nangis
Kemudian Fauzan mengikis jarak diantara mereka dan meniup-niup mata Alice.
Alice tertegun, jantungnya berdebar-debar karena jarak mereka yang dekat dan sikap Fauzan yang lembut.
U-udah. Ujar Alice dengan terbata. Dirinya malu ditatap Fauzan begitu dekat.
Udah gak sakit? Tanya Fauzan dengan lembut.
Fauzan tersenyum. Gemas dengan gadisnya. Andai sudah halal ingin sekali Fauzan men- Astaghfirullah.. Ucapnya dalam hati.
Aku-kamu
Apanya? Tanya Alice bingung
Manggilnya aku-kamu, I'm yours and you are mine. Jawab Fauzan dan berlalu meninggalkan Alice yang masih terdiam tak lama kemudian Alice tersenyum setelah menyadari maksud Fauzan. Ah betapa manisnya pengen gue peluk-cium. Batin Alice.
Eheemmm.. Ngapa lo senyum-senyum? Tanya Sisky yang sudah kembali dari mengambil tisu.
Gak ppa. Jawab Alice masih dengan senyumnya.
Idiihh kesambet apa gimana lo? Ah tapi whatever entar gue bawa lo untuk di rukyah. Eh tadi gue berpapasan sama ustadz Fauzan kayaknya dia dari arah sini deh. Sesaat kemudian.
Oh my god! Jangan-jangan lo ama ustadz Fauzan tadi habis-
__ADS_1
Syuuttt! Jangan keras-keras. Mulut lo comel banget. Ujar Alice membekap mulut Sisky yang sedang mengap-mengap.
Sisky menggerakkan tangannya memakai bahasa isyarat.
Apaan sih tangan lo gerak-gerak muter-muter kayak gitu. Ngomong yang jelas dong Sis. Ujar Alice dengan sewot.
Kemudian Sisky melepaskan tangan Alice dari mulutnya dengan kuat.
Mulut gue nyet, gak bisa napas gara-gara lo bekap. Sungut Sisky.
Uuuppss sory. Ujar Alice nyengir. Yaudah yuk kembali ke dapur. Lanjutnya.
Mereka kembali kedapur bahan-bahan sudah siap tinggal tahap menggoreng nasinya.
Alice mata kamu sudah baikan? Tanya ustadAh Ayu begitu melihay Alice dan Sisky.
Udah bu ustadzah. Jawab Alice
Yasudah, sini saya kasih tau cara menggoreng nasinya. Kemudian ustadzah Ayu mengajarkan mereka bertiga untuk memasak nasi goreng. Setelah nasi goreng sudah matang. Mereka membawanya untuk dihidangkan kepada seluruh penghuni pesantren.
Assalamualaikum. Permisi permisi.. Ujar Alice dan teman-temannya dengan riang
Wa'alaikumsalam. Jawab semuanya
Menu sarapan pagi ini seperti biasa nasi goreng. Silahkan dimakan. Ujar Alice
Gosong gak nih
Enak gak nih
Asin gak nih
Ujar para santri
Kuaaampreettt kalian. Ujar Alice Manda dan Sisky dalam hati.
Sudah sudah, mari kita makan. Ujar ustadzah Ayu
Fauzan memakannya kemudian menunduk dan tersenyum. Alice yang melihatnya menjadi merona kemudian Fauzan mengangkat pandangannya dan bertemu dengan mata Alice sontak membuat Alice salah tingkah.
__ADS_1
Assalamualaikum maaf baru up Soalnya Lagi Sibuk banget Hhee😇
Jangan lupa Like komen and vote ya Kaka Kaka😍