
Lice.. Panggil Manda dan Sisky saat melihat Alice datang
Hukumannya apa guys? Tanya Alice dengan riang. Sontak membuat Sisky dan Manda terheran-heran.
Lo kenapa deh? Tanya Sisky sambil memegang kening Alice. Gak panas. Lanjutnya.
Tadi lo habis jatoh terus kepentok batu apa gimana? Tanya Manda sambil menaikkan alisnya
Iiihh kalian apaan sih. Gue baik-baik aja. Jawab Alice dengan memutar bola matanya
Apa lo habis di jampi-jampi sama tuh ustadz? Ujar manda dengan penuh drama
Fiks iya bener Man!!! Ujar Sasky dengan heboh.
Yeeyy apaan sih kalian, ya gak lah. Tapi iya sih. Alice berkata sambil senyum-senyum membayangkan momen bersama Fauzan
Maksudnya apa sih, ngebingungin banget lo?! Ujar Manda sewot dengan jawaban Alice yang membingungkan
Pasti ada something yang terjadi nih. Ujar Sisky. Cepet cerita ama kita. Lanjutnya dengan tidak sabaran.
Syyuutt. Entar aja jangan sekarang kan kita mau dihukum. Ujar Alice. Btw apa hukuman buat kita? Lanjutnya.
Oke awas lo gak cerita sama kita. Kita dihukum untuk memasak makanan untuk seluruh penghuni pesantren selama satu minggu. Jawab Manda sambil memanyunkan bibirnya karena kesal dengan hukuman tersebut.
Whaattt! Gilaaa kita kan gak bisa masak. Keluh Alice.
Tenang guys, gue punya solusi, banyak jalan menuju roma. Disetiap ada kesulitan pasti ada kemudahan. Ujar Sisky dengan penuh percaya diri. Lantas membuat Alice dan Manda bernafas lega dan memandangnya dengan penuh haru.
Sis lo emang sahabat kita yang ter the best. Jawab Manda sambil mereka berpelukan seperti teletubis
__ADS_1
Kira-kira apa solusinya? Tanya Alice
Ya gampang tinggal nyari di mbah google atau nyari di akang youtube tentang tutorial memasak dan macam-macam resepnya. Beres deh, gitu aja kok repot! Jawab Sisy dengan mudah tanpa menyadari perubahan ekspresi kedua sahabatnya yang seketika lemas.
Kalian berdua pada kenapa deh? Tanya Sisky heran.
Sahabat lo tuh Man
Gak, sahabat lo kali tuh
Kesal gue. Enaknya kita apain yah
Kita cincang-cincang.
Ehh kalian napa deh? Tanya Sisky lagi
Sisky tepuk jidat dan nyengir lebar kemudian tertawa hehehe lupa guys.
Tau akh
Ehh kalian mau kemana?
Dapur. Ayo!
Teriak Manda menggandeng tangan Sisky menyusul Alice.
Skipp dapur
Kalian bertiga kemari! Cepetan! Ujar ustadzah Fitri dan Ustadzah Ayu..
__ADS_1
Berhubung hari ini masih ada bahan-bahan masakannya, jadi kalian tidak usah pergi ke pasar lagi. Ini bahan-bahan untuk dimasak. Ujar ustadzah Ayu
Harus sudah selesai jam setengah satu setelah sholat Dzuhur. Paham?! Ujar ustadzah Fitri. Dan yah ingat kalian jangan bikin masalah lagi. Lanjutnya.
Ya sudah kami permisi. Assalamualaikum
Wa'alaikumsalam.
Masak apa nih kita?
Ayam ama tempe goreng aja lah biar gak ribet. Sayurnya sup. Ujar Alice.
Oke ayo siap tempur. Ujar Manda dan Sisky
Selama mereka bertiga memasak, banyak sekali keributan yang terjadi.
Aww aww panas coy minyaknya
Jangan dilempar njiirr, nyiprat nih minyaknya
Iya iya ini lagi masukin ayamnya susah bener deh hahhhh
Mata gue perih, gila nih bawang jahat amat kayak mantan
Berisih amat kalian. Dugg aww jari gue kena ulekan.
Huaaaa teriak mereka bertiga.
Sementara dikejauhan ustadzah Fitri dan ustadah ayu memantau mereka bertiga dengan tepuk jidat dan geleng-geleng kepala. Ibu nyai yang diam-diam melihatnya pun geleng-geleng kepala antara kasihan dan ingin tertawa. Sedangkan ditempat yang berbeda Fauzan menyaksikan dengan ngeri dan meringis tapi antara kasihan dan geli juga sama seperti ibu nyai. Fauzan berpikir, kalau seperti ini, Alice akan susah untuk mengambil perhatian ibunya. Fauzan akan meminta tolong kepada ustadzah Ayu selaku teman yang tidak kepo dan menghargai privasi orang lain untuk membantu mengajarkan Alice memasak.
__ADS_1