My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
Rasa


__ADS_3

ke esokan harinya Alice bangun dari tidurnya dengan bugar dan membaik.


Hoaammm.. dah subuh. ujar Alice sambil merentangkan tangannya


Widiihh, tumben lo udah bangun? biasanya kalau lagi libur ibadah bangun siang bolong. ujar Manda mengejek


Gue bangun siang salah, gue bangun pagi salah. Dasar lo netizen kurang ajar. sembur Alice


ah, baperan lo Lice. Tapi sory deh. ujar Manda nyengir


Sisky menimpali. Perut lo udah baikan Lice?


Udah enakan nih, haid nya juga lancar-lancar aja. jawab Alice


Tumben lo, biasanya udah jerit-jerit kayak setan.


pluuukkk..


Adaawww..


Udah, udah ayo kita ke mesjid Sis, bye Lice. Ajak Manda dan berlalu diikuti Sisky.


Selesai sholat dan mendengarkan ceramah subuh. Sisky dan Manda hendak kembali ke kamar sebelum ada yang memanggil dan mencarinya untuk giliran piket yakni bersih-bersih lalu menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh penghuni pesantren namun baru selangkah, kalian berdua mau kemana?! teriak ustadzah Fitri sambil berkaca pinggang.


sialan! anjir! umpat Manda dan Sisky lalu berhenti dan berbalik.


Jangan coba-coba lari dari tanggung jawab yah, ayo kerjakan giliran tugas piketnya.


jangan su'udzon deh ustadzah, ini kita mau piket. ujar Sisky


Dapur itu arah sana, bukan ke arah situ. ucap ustadzah Fitri


iya, iya. yaudah permisi ustadzah. ujar Manda dengan malas


Ehh bentar. Teman kamu yang satunya kemana? jangan lupa suruh piket. ujar ustadzah Fitri menghentikan langkah mereka berdua


Sakit, ustadzah. Yaudah bye. ujar mereka berdua

__ADS_1


Pamit yang benar. perintah ustadzah Fitri dengan bersungut-sungut


Assalamu'alaikum ustadzah Fitri. ujar Manda dan Sisky dengan dongkol


dilain sisi Alice sedang menunggu Manda dan Sisky. Nih anak pada kemana sih, kok gak balik-balik. Nih perut juga mules. gerutu Alice


1 jam kemudian


Mereka lagi pada ngapain sih. gue kan mau minta tolong anter beliin pembalut. gerutu Alice. Gue mesti ke minimarket sendirian nih. lanjutnya.


Permisi pak satpam, saya mau keluar. ujar Alice


mau kemana neng? tanya pak satpam. udah izin neng? lanjutnya


Belum, buru-buru nih pak, buruan.


Waahhh tidak bisa neng kalau belum izin. Lagian si neng juga cuma sendirian. ujar pak satpam tidak mau memberi izin


tapi pak sa-


Assalamualaikum, ada apa ini? ujar seseorang dari belakang


perhatian Fauzan teralih pada Alice yang sedang meringis sekaligus kesal.


Mau kemana? tanya ustadz Fauzan pada Alice


Minimarket pak ustadz, tapi pak satpam gak mau bukain pintu padahal ini urgen banget. sungut Alice


Ya sudah bareng saya saja, kebetulan saya juga mau keluar. Pak buka gerbangnya. ujar Fauzan


eeehh pak ustadz gak usah deh. ujar Alice


Gak papa, mau beli sesuatu yang urgen kan? jawab Fauzan sambil menekan kata urgen.


Dengan cemberut, Alice menjawab. Yaudah ayo.


dijalan. Ehh Pak hati-hati dong bawa motornya. ujar Alice dengan takut

__ADS_1


makanya pengangan pada tas ransel yang ada dipunggung saya. ujar Fauzan


iya iya. sahut Alice. Ehh awas tuh ada orang nyebrang, ada kambing juga tuh. Aaahhh...! lanjut Alice dengan suara kencang


Berisik banget kamu, gak pernah naik motor? jawab Fauzan


Jangan salah, level gue bukan motor kayak ginian.


motor vespa? tanya Fauzan menaikkan alisnya


dengan dongkol Alice menjawab. MOTOR SPORT!!!!


Turun udah sampai. mereka memasuki minimarket orang-orang mengira mereka adalah pasangan suami istri.


eh, ngapain ustadz ikutan masuk?


saya mau membeli sesuatu. ujar Fauzan kemudian masuk mendahului Alice


Setelah membeli pembalut, Alice merogoh saku bajunya, ternyata dia lupa membawa dompet. kesal kemudian Alice menaruh lagi barang-barang yang hendak dibeli. Diam-diam Fauzan mengamati, ketika Alice keluar Fauzan membeli barang yang dibutuhkan Alice yakni pembalut.


buat istrinya yah mas? tanya pegawai kasir


hmm iya. jawab Fauzan sekenanya


Setelah keluar, Fauzan menghampiri Alice yang sedang menunggunya kemudian menyerahkan barang yang tadi dibelinya.


Nih buat kamu. ujar Fauzan sambil menyodorkan bingkisan plastik


Apaan nih? kening Alice berkerut kemudian melihat isinya, seketika matanya melotot dan mulutnya terbuka. i-ini... ehemmm terimakasih lanjutnya dengan pipi yang memerah antara kesal dan malu namun disebagian kecil hatinya ada perasaan asing yang telah menyelinap masuk.


Ayo kita pulang. Ajak Fauzan.


Alice hanya diam dan mengikuti Fauzan.


Diperjalanan. Kalau lagi dapat tamu bulanan dan perutnya keram, harus minum air hangat dan minum jamu yang bahannya terbuat dari rempah kunyit itu bisa mengurangi rasa sakitnya. Ujar Fauzan


Sok tau. Ujar Alice dengan ketus. Namun sesaat kemudian

__ADS_1


Deg


kemaren. Hukuman. Jamu kunyit. Ustadz Fauzan?! Alice menyadari dan menerka-nerka apakah ustadz Fauzan sengaja memberi hukuman berupa jamu itu hanya trik nya. Lalu seketika Alice ingin tertawa mengingat ekspresi dua sahabatnya yang tersiksa meminum jamu itu. pantas saja perutnya tidak sesakit biasanya saat mengalami menstruasi namun setelahnya ada perasaan hangat menyeruap di dadanya. dan tersenyum. Tanpa Alice sadari ustadz Fauzan melihat senyuman itu melalui kaca spion motornya. seketika jantungnya berdetak lebih cepat teringat dengan apa yang telah dia ucapkan tapi setelahnya tersenyum dengan perasaan yang meletup-letup. Hati gadis itu sudah mulai luluh. gumam ustadz Fauzan dalam hati.


__ADS_2