My Ustadz Idaman

My Ustadz Idaman
kembali pulang


__ADS_3

Assalamualaikum mamah aku pulang! Teriak Alice memenuhi sudut rumah.


Wa'alaikumsakam anak mamah. Kok tiba-tiba sih nak, kan mamah bisa jemput kalau mau pulang. Ibunya memeluknya. Tak bisa dipungkiri ibu dan anak itu saling merindukan.


Alice melepas pelukannya. Mah aku mau ngomong sesuatu tapi nanti nunggu papa. Mau ngomongin apa sayang. Sekarang aja mama kepo nih. Pinta ibunya sambil membawa Alice duduk di meja makan.


Iiiihh nanti aja mah, aku gak mau ngejelasin dua kali.


Ya sudah, tiap hari mamah masakin makanan kesukaan kamu, karena siapa tau kamu pulang tiba-tiba seperti sekarang ini. Alice langsung memeluk ibunya.


Dilain tempat. Sisky dan Manda mencari ustadz Fauzan untuk memberikan surat yang Alice titipkan.


Assalamualaikum pak ustadz.


Fauzan yang baru pulang dari kantorpun menghentikan langkahnya. Wa'alaikumsalam.


Manda memberikan surat itu kepada Fauzan. Pak ustad ini ada titipan surat dari Alice.


Fauzan tersenyum dan menerimanya. Terimakasih yah. Saya ada pertanyaan untuk kalian. Apa yang terjadi dengan Alice belakangan ini?

__ADS_1


Baik Sisky maupun Manda terdiam. Tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Maaf pak ustadz kami sudah berjanji kepada Alice untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.


Ya sudah tidak apa-apa. Saya pergi dulu yah assalamualaikum.


Wa'alaikumsalam.


Setelah Fauzan membersihkan dirinya dan sholat, kemudian membaca surat dari Alice.


"Assalamualaikum Wr. Wb.


Saat kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada disana. Maaf atas semua hal yang menyakitimu karenaku. Mungkin aku dan kamu bukan sepasang takdir. Tapi semoga kita berdua mendapatkan takdir yang indah dimasa depan.


Pertanyaanmu dimalam itu yang mengatakan bahwa apakah perasaanmu tidak berarti bagiku layaknya sampah? Aku akan menjawabnya. Perasaanmu sangat berharga bagiku. Saat kamu mengatakan bahwa perasaanmu hanya sendirian dan berjalan satu arah. Aku juga akan menjawabnya. Aku mencintaimu. Kamu mencintaiku. Tapi untuk saat ini dan seterusnya perasaan ini tidaklah penting. Aku bukan yang terbaik untukmu. Ada wanita yang jauh lebih baik dari aku, wanita yang ingin menikah dan hidup bahagia disisa usianya, dia adalah Afifah. Menikahlah dengannya. Aku ikhlas melepasmu meski hati ini begitu sakit. Aku akan pergi ke luar negeri untuk menempuh pendidikan. Doakan aku yah semoga sukses dan semoga kita bisa bertemu dititik yang berbeda."


Fauzan tidak bisa membendung air matanya saat membaca surat dari Alice. Ada rasa senang dan menyakitkan. Alice mengakuinya bahwa dia mencintai dirinya. Namun jalan yang diambilnya sangat menyakitinya.


Dirinya tidak bisa menikah dengan Afifah. Tapi perkataan Alice didalam surat itu yang secara tidak langsung mengatakan bahwa hidup Afifah hanya sebentar apakah Afifah sakit parah? Dan muncul satu stetment bahwa Alice memilih mundur karena mengalah pada Afifah yang ternyata sedang sakit parah.


Alice sedang berkumpul dengan keluarganya.

__ADS_1


Mah pah, ada yang ingin aku bicarakan.


Papanya menjawab. Mau bicara apa sayang?


Dengan yakin Alice mengutarakan keinginannya. Jangan potong omonganku sebelum aku selesai. Mama dan papa nya menganggukkan kepalanya. Alice menarik nafas. Aku gak akan kembali ke pesantren. Aku ingin menyusul Abang Fahmi berkuliah disana. Aku berjanji sama mama dan papa aku akan berubah, aku akan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Aku akan mengejar masa depanku.


Kedua orang tuanya tercengang mendengarnya. Sayang maksud kamu apa? Apa kamu yakin dengan mengambil keputusan sebesar ini.


Sayang mama dan papa khawatir kalau kamu pergi jauh. Cukup mama dan papa memikirkan abang kamu yang jauh disana, dan sekarang kamu mau berjauhan juga sama mama dan papa. Ibunya memeluknya.


Mah pah, percaya sama aku, aku akan baik-baik aja. Lagian disanakan ada abang yang bakal jagain aku. Mama dan papa setujukan? Pliisss.


Kedua orang tuanya menarik nafas. Baiklah papa dan mama setuju. Kapan kita survei kesana?


Dengan semangat Alice menjawab. Besok pah, aku udah mesen tiket penerbangannya.


Astaga nih anak. Ibunya geleng-geleng kepala atas kelakuan anaknya. Yasudah pagi-pagi kita berangkat.


Alice memeluk kedua orang tuanya. Makasih mama papa.

__ADS_1


Iya sayang nanti mama dan papa akan menghubungi abang kamu. Balas keduanya.


jangan lupa di like komen and vote😍


__ADS_2