NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA

NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA
14. Rapat


__ADS_3

Maxi menatap Daisy dengan tatapan keheranan. "Aku pernah ikut rapat, tapi baru kali ini duduk dekat kursi kakek" ucap Maxi.


"Mungkin kakek hendak memperkenalkan kita kepada semua jajaran direksi dan komisaris" ucap Daisy.


"Bisa jadi" ucap Maxi. Tapi selama dua tahun ini dia sudah mengenal hampir semua jajaran direksi. Maxi berpikir.


"Ternyata kita bertiga bertemu kembali" Seseorang duduk di sebelah Maxi. Maxi dan Daisy menoleh. Yazid mengedipkan matanya pada Daisy. Maxi menatap Yazid dengan tajam. Lalu melirik nama yang tertera di meja di hadapan Yazid. itu nama ayahnya, DIREKTUR LUCA, itu yang tertulis di sana.


"Yazid, itu bukan tempat dudukmu. Lihatlah di sana tertera nama ayahku" ucap Maxi mengarahkan matanya ke atas meja. Yazid mengikuti arahan mata Maxi. Dia menghela nafas. Lalu berdiri.


"Tuan Yazid?" seorang staff menyapa Yazid. Yazid mengangguk.


"Kursi anda di sebelah sini" staff wanita itu mengantar Yazid ke kursinya yang berada di bagian paling ujung lainnya meja rapat. Yazid nampak kesal. Apalagi melihat Maxi menunduk menahan tawa dengan gaya sok kerennya, Yazid merutuk dalam hati. Lalu dia menatap Daisy, sangat mengagumkan. Begitu cantik dan menarik perhatian.


Para orangtua yang tadi masih berkumpul di sofa di bagian lain ruangan, kini mulai bergabung. Semua duduk di kursinya masing-masing sesuai nama. Tidak lama kemudian kakek masuk ke ruangan rapat ditemani pak Thomas (asisten pribadi kakek) dan pak Richard (pengacara perusahaan dan keluarga Edoardo).


Selain paman Luca, bibi Naomi dan paman Roger, ada juga beberapa direktur yang bukan dari keluarga Edoardo. Mereka menjabat secara profesional dan tidak memiliki saham di perusahaan. Karena Edoardo group memiliki banyak perusahaan, tentu saja membutuhkan tenaga-tenaga profesional untuk menjabat di posisi penting perusahaan. Karena tidak bisa jika hanya mengandalkan anak-anak Kakek Edoardo yang hanya tiga orang.


Kehadiran Daisy dan Maxi yang duduk di kursi dekat kakek menarik perhatian semua yang hadir.


Semua sangat menanti pengumuman penting dari kakek selaku direktur utama.


Rapat dimulai. Semua menyimak dengan seksama. Setelah kakek menyampaikan beberapa poin penting.


"Akan dibuka satu perusahaan baru yang bergerak di industri minuman dengan produk berupa minuman sari buah dan teh dalam kemasan" Kakek menjelaskan. Selebihnya pak Thomas dan salah seorang staff wanita yang melakukan presentasi dengan sangat detail.


"Untuk lokasi pabrik, akan dibuka di kota Amber. Berada di bagian barat kota Brown" Pak Thomas menjelaskan. Seketika Daisy menatap Kakek. Kakek hanya tersenyum. Daisy mengerti semua ini arahnya akan kemana.


Kemudian seseorang yang memperkenalkan diri dari kantor notaris mulai mencatat notulen rapat.

__ADS_1


Sampai pada bagian tentang kepemilikan saham.


"Untuk kepemilikan saham dari PT. Fiorella Alessio. Enam puluh persen dimiliki oleh Tuan Edoardo dan Empat puluh persen oleh Nona Daisy Fiorella Alessio Edoardo" Kali ini pak Thomas memandang Daisy, membuat semua mata juga ikut memandang Daisy. Daisy berdiri lalu menganggukan kepalanya seraya tersenyum kepada semua.


"Untuk kemudian menetapkan Tuan Edoardo sebagai direktur utama. Nona Daisy Fiorella Alessio Edoardo sebagai direktur operasional. Tuan Maxi Edward Hamilton sebagai direktur pemasaran, Tuan Gustav Fernando sebagai direktur internal dan Tuan Alexandro sebagai direktur keuangan" Daisy dan Maxi saling bertatapan yang ditatap penuh rasa jengkel oleh Yazid di ujung sana. Apalagi saat mereka berdiri ketika pak Thomas meminta nama-nama yang baru saja disebut untuk berdiri.


Tuan Gustav Fernando dan Tuan Alexandro sepertinya orang-orang yang sudah bekerja dengan kakek sejak lama dan sangat bisa dipercaya. Karena kakek tidak mungkin memberikan jabatan penting kepada orang yang belum teruji loyalitas dan keahliannya di bidang tersebut.


"keputusan rapat ini akan dicatat oleh petugas dari kantor notaris yang kemudian akan disahkan oleh negara" pak Thomas menyudahi pembicaraannya.


Semua informasi yang berkaitan dengan pendirian perusahaan telah selesai disampaikan. Kemudian Kakek menutup rapat. Lalu mengajak semua untuk menikmati jamuan makan siang yang telah disediakan.


"Selamat, Maxi. Kamu memang pantas mendapatkan jabatan itu. Bekerjalah dengan mengagumkan" Paman Luca menepuk punggung Maxi.


"Terimakasih, ayah" ucap Maxi.


"Iya, Paman. Aku kembali ke kota Amber. Kota kelahiranku" Ucap Daisy.


"Harus semangat. Kamu bisa sambil memantau perusahaan dan rumahsakit peninggalan orangtuamu di sana"ucap paman Luca.


"Betul, paman. Aku juga mengerti bahwa maksud kakek adalah seperti itu" Daisy berkata lirih. Dia jadi teringat beberapa hari lalu saat kakek bertanya tentang keputusannya. Daisy memutuskan ikut bergabung dengan perusahaan kakek dan meminta waktu juga untuk meneruskan mengelola perusahaan dan rumah sakit milik orangtuanya di kota Amber. Ternyata Kakek justru memudahkannya untuk menjalani semuanya bersamaan.


"Untuk apa aku hadir di rapat ini. Aku tidak mendapat jabatan apapun" Yazid merutuk kepada ibunya. Bibi Naomi adalah direktur pemasaran dan memiliki empat puluh persen saham di Luxury Dapartement Store milik Edoardo group.


"Kamu baru saja lulus, dan baru hari ini menginjakkan kakimu di kantor. Belajarlah yang banyak dan giat bekerja. Suatu saat kamu akan mendapatkan jabatan" ucap Bibi Naomi.


"Maxi sudah tiga tahun bekerja membantu paman Luca di kantornya. Wajar saja kalau sekarang saat dia lulus kuliah kakek memberikannya jabatan" Bibi Naomi mengerti apa yang ada di benak Yazid.


"Daisy. Dia memiliki saham. Karena itu adalah memang hak bagian ayahnya yang selama ini kakek simpan. Sama seperti semua anak kakek, mendapatkan saham sebanyak empat puluh lersene. Menunggu Daisy usianya cukup menurut hukum negara Lotus, baru kakek berikan saham itu untuknya" lanjut bibi Naomi.

__ADS_1


"Bersabarlah dan giat bekerja. Tunjukan semua kemampuan kamu" Bibi Naomi menepuk bahu Yazid.


Yazid hanya terdiam. Matanya masih sibuk mengikuti langkah Maxi dan Daisy. Mereka sudah beranjak menuju tempat makan siang.


"Ayo bergabunglah dengan mereka" Ibunya merangkul Yazid mengajaknya bergabung dengan Daisy dan Maxi dan semua yang hadir di sana.


Mereka duduk berenam bersama Kakek. Setiap meja memang diperuntukan bagi enam orang.


Saat makan semua sangat tenang, tidak ada yang berbicara.


Selesai makan. Kakek mengajak mereka berbincang.


"Daisy dan Maxi, Minggu depan kalian berangkat bersama kakek ke kota Amber. Di sana sekitar satu minggu. Kita melihat lokasi kantor dan pabrik di sana. Sekaligus melihat kesiapannya. Dan Yazid, kamu menggantikan Maxi sebagai wakil paman Luca di sini" ucap kakek.


"Baik, Kakek" ketiga anak muda itu menjawab bersamaan.


"Persiapkan diri kalian memasuki dunia baru kalian. Kalian harus mandiri, kuat dan tidak mudah menyerah"ucap Kakek.


Kakek beranjak dari kursinya. Semua mengikuti.


"Luca, Naomi. Ayah harus pergi sekarang. Jam dua siang ada undangan ulangtahun perusahaan produsen kertas"


" Baik, ayah" paman Luca dan bibi Naomi menjawab.


Setelah Kakek meninggalkan ruangan. Mereka satu persatu kembali ke kantor masing-masing.


"Kamu dengar kan tadi? Kakek memberimu jabatan sebagai wakil paman Luca. Paman Luca memegang tiga perusahaan. Posisi Maxi kemarin adalah sebagai wakil paman Luca di perusahaan sirup. Banyaklah bertanya pada Maxi. Buang rasa bencimu kepadanya. Bagaimanapun dia lebih senior darimu." Yazid mendengarkan nasehat ibunya dengan sungguh-sungguh.


***

__ADS_1


__ADS_2