NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA

NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA
35. Nona Clare


__ADS_3

Clarissa tersenyum lega saat menatap desainnya terpampang di laptopnya.


"Kurasa ini sudah sempurna. Semoga saja David menyukainya" gumam Clarissa tanpa berhenti tersenyum


Lalu dia meraih benda kecil dari laci mejanya. Ditimang2nya benda bergambar kuda itu.


"Sebaiknya aku kembalikan secepatnya. Dia pasti memerlukannya" gumam Clarissa lagi.


Tuuuut..tuuutt


Telepon di mejanya berbunyi. Dari Sonia, sekretaris Cedro yang duduk didepan ruangan kerja mereka. Saat ini merangkap jadi sekretaris Clarisa juga untuk sementara.


"Ada telepon dari Tuan David. katanya staff Amber water park" kata Sonia.


"Oke, silakan sambungkan ke saya. Terima kasih, Sonia" ucap Clarissa. "Staff Amber water Park? ada-ada saja Tuan Klasik itu" ucap Clarissa dalam hati seraya menyunggingkan senyum.


"Selamat sore, Nona Clarissa. Apakah saya menganggumu?" sapa David.


"Selamat sore, Tuan David. Tentu saja tidak mengganggu. Saya baru saja menyelesaikan desain kantor anda" sahut Clarissa. Matanya masih tertuju pada layar laptop. Memastikan kembali bahwa karyanya sudah sempurna.


"Waah lebih cepat dari yang saya perkirakan!" seru David kagum.


"Padahal saya baru saja mau menanyakan apakah dalam empat hari ini desainnya bisa selesai. Karena lima hari ke depan saya ada rencana berangkat ke Amerika" lanjut David.


"Anda beruntung, Tuan. Saya bisa mengirimkan filenya ke email anda sore ini" sahut Clarissa antusias. Dia sangat senang karena bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


"Besok saja kita bertemu, bagaimana?" tanya David.


"Karena saya pun pasti harus bertemu anda untuk tahu detailnya. Sekaligus membicarakan persiapan semua bahan dan lain-lainnya"


"Boleh, Tuan. Saya akan ke Amber Waterpark besok pagi. Sekalian saya jelaskan langsung desainnya di ruangan anda. Jadi bila ada kekurangan bisa langsung dikoreksi" ucap Clarissa seraya kembali menimang benda mungil di tangannya.


"Baiklah. Saya tunggu anda besok jam sembilan pagi Nona Clare" ucap David membuat Clarissa termenung.

__ADS_1


Nona Clare? gumam Clarissa.


"Maaf maksud saya Nona Clarissa"ralat David.


Entah kenapa hati Clarissa merasakan desiran aneh.


Seketika juga dia merasa pipinya terasa hangat. Dan dia seperti melayang.


Segera dia menghela nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Oooh tidaaak..ini aneh sekali" pikir Clarissa.


""Bagaimana? apakah anda bisa, Nona?" tanya David membuat Clarissa kembali merasakan kakinya berpijak di lantai.


"Bisa, Tuan David. Besok jam sembilan pagi. Oke?" sahut Clarissa.


"Oke. Saya tunggu anda, Nona. Sampai jumpa besok"


"Sampai jumpa" sahut Clarissa.


Drrrtt..drrt...ponselnya yang berada di atas meja bergetar.


Panggilan masuk dari Mommy.


Mommy kemarin sore berangkat ke Amerika karena ada seminar yang harus Mommy hadiri sebagai pembicara.


"Hai Mom." sapa Clarissa


"Hai, Clare. Sedang apa?" tanya Mommy.


Clare adalah panggilan kesayangan Mommy, grandma dan grandpa kepadanya.


"Aku baru saja menyelesaikan projek ruangan kantor pemilik Amber Water Park, Mom"

__ADS_1


"Wow, sudah selesai? cepat juga kerjamu" puji Mommy antusias.


" iya, Mom. Besok aku bertemu dengan tuan David untuk memperlihatkan hasil desainku ini"


"Semoga lancar ya, sayang. Mommy tidak akan ikut campur untuk desainnya. Mommy akan lihat setelah kamu selesai bertemu dengan klienmu itu. Jadi pekerjaan ini murni tanpa campur tangan Mommy dalam mendesainnya" ucap Mommy.


"Terimakasih atas kepercayaan Mommy kepadaku" sahut Clarissa.


"sama-sama, Clare sayang"


" O iya. Mommy mau mengabari kamu tentang workshop di kampus tempat Grandpa mengajar. Kamu berhasil dapat undangannya"


Clarissa terlonjak senang. Bagaimana tidak. Workshop tersebut adalah kegiatan tahunan untuk umum yang diadakan oleh universitas ternama di Newyork. Peminatnya sangat banyak. Untuk bisa mendapatkan undangannya harus mengikuti tes tertulis di kampus tersebut.


Pengisi materi acara workshop tersebut adalah arsitek-arsitek ternama di Amerika.


Clarissa sudah mengikuti tes tersebut beberapa bulan yang lalu.Dia bahkan sudah lupa akan acara tersebut.


"Menurut grandpa, nanti undangan resmi akan dikirim ke alamat emailmu"


"Selamat ya, Clare. Kamu nanti bisa bertemu dengan arsitek-arsitek hebat di sana" lanjut Mommy.


Mereka berbincang dengan seru hingga hampir satu jam lamanya. Percakapan mereka terhenti ketika Sonia datang mengingatkannya bahwa ada meeting.


***


Dave meletakan ponselnya di meja. Lalu meraih air minum.


"Hmmmhh..kenapa aku segugup tadi bicara dengan Nona Clare?" gumamnya.


"Berbincang dengannya sangat menyenangkan. Dia ceria dan energik"


"Gadis yang unik" Dave tersenyum seraya bergumam.

__ADS_1


***


__ADS_2