NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA

NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA
26. Tidak Semua Seperti Itu


__ADS_3

David memasuki ruangannya diikuti Jhon.


"Terimakasih, Jhon. Sudah meneleponku di saat genting tadi" David terkekeh.


"Sama-sama, Dave. Kulihat gadis tadi seperti ingin memangsamu. Sangat agresif. Padahal masih muda" Jhon ikut terkekeh.


Jhon dan David memang berteman sejak kuliah di Inggris. Jhon yang sedang mengalami kesulitan keuangan, diajak David untuk membantunya mengelola beberapa butik yang ada di kota Brown. Keluarganya memang memiliki beberapa butik merk ternama dunia. Beberapa butik brand 'Gents' memang khusus untuk pria dan beberapa butik brand 'Ladies' khusus untuk wanita.


"Kudengar beberapa gadis dari keluarga Edoardo memang sangat sombong dan sering berbuat seenaknya" ucap Jhon.


"Oh ya? apakah mereka semua seperti itu sikapnya?" tanya David.


"Karena tadi pagi aku bertemu dengan salah satu gadis Edoardo lainnya yang sikapnya mirip seperti gadis tadi" ucap David. Dia teringat dengan Marie yang ditemuinya tadi pagi.


Tapi dia juga kemudian teringat Daisy. Menurutnya Daisy sangat baik, ramah dan anggun. Sangat berbeda dengan dua gadis Edoardo yang hari ini dia lihat.


"Tidak semuanya seperti itu, Dave" sahut Jhon.


"Ada gadis bernama Clarissa, dia adalah adik dari pelanggan tetap di butik kita, Cedro Edoardo. Dia sudah beberapa kali datang menemani Cedro berbelanja pakaian pria di sini. Dia gadis yang sangat menyenangkan" ucap Jhon bersemangat.


"Ramah, ceria dan agak sedikit tomboy"Jhon tersenyum lebar mengingat Clarissa.


"Hahaha..kau pasti menyukainya. Lihat wajahmu saat menyebut namanya" David tertawa melihat raut wajah Jhon yang nampak sumringah.


"Kaupun pasti akan senang melihat gadis ramah dan menyenangkan seperti Clarissa" Jhon berkilah. Namun David yakin bahwa Jhon tertarik dengan Clarissa.


"Oh iya, ada lagi gadis dari keluarga Edoardo bernama Daisy. Aku pernah bertemu dengannya di butik Ladies kita yang berada di Edoardo Luxury Plaza. Dia sangat ramah dan sopan" kata Jhon.


"Dia juga gadis yang sangat pintar. Di usianya yang ke tujuh belas, dia sudah menyelesaikan kuliahnya dengan nilai terbaik di universitas Brown"ucap Jhon membuat David menoleh.


"Daisy Alessio?" tanya David memastikan.


"Kau mengenalnya?" Jhon balik bertanya. David mengangguk.


"Baru bertemu dua kali. Urusan pekerjaan di kota Amber. Dia CEO salah satu perusahaan Edoardo group" jawab David. Dia tidak mau menunjukkan bahwa dia sangat tertarik dengan Daisy.


"Wow di usia tujuh belas tahun sudah menjadi CEO, Dave?" Jhon terpukau.


"Yang aku tahu memang seperti itu, Tuan Edoardo sendiri yang mempekenalkannya kepadaku" jawab David.


"Aku melihatnya di liputan berita nasional pada saat dia lulus kuliah. Dia muda dan sangat cantik. Seperti seorang princess" gumam Jhon.


"Betul, masih sangat muda. Namun anggun dan elegan"timpal David.


"Kau tahu, Dave? dia akan tampil di Jack Connor Music Festival" Jhon membuka ponselnya dan membuka laman media sosialnya.


"Lihatlah. Ini dia. Daisy Alessio Edoardo" Jhon memperlihatkan laman iklan festival musik tersebut di media sosial.


"Hhmmhh... dia tampil di festival musik Jack Connor" David bergumam kagum. Dia yang penyuka musik klasik memang sudah berencana untuk melihat konser musik itu. Tapi dia tidak tahu kalau salah satu pengisi acara tersebut adalah Daisy dari Benvollio Mansion atau Daisy Alessio.


Jack Connor adalah seorang musikus ternama dari negara Lotus yang sudah mendunia. Dia juga seorang komponis, pencipta lagu dan produser rekaman. Dia memiliki sekolah musik dan kelompok musik simphony bernama Jack Connor Orchestra.


Jack Connor memiliki hubungan baik dengan ayah David. Beberapa kali saat Jack Connor tampil tour di Inggris, ayahnya lah yang menjadi sponsor utamanya.


"Bukankah acaranya di mega ball room Stella Marine?" David seketika teringat bahwa acara itu diadakan di ball room hotelnya.


"Betul, Dave" sahut Jhon.


"Kita menonton bersama, Jhon. Aku akan siapkan tempat duduk terbaik untuk kita. Siapa tahu kau akan bertemu dengan Clarissa Edoardo" ucap David menggoda Jhon.

__ADS_1


Jhon terkekeh dibuatnya.


"Terimakasih, Dave" ucap Jhon.


"Oke, Jhon. Kita bahas mengenai pekerjaan sekarang" David membuka laptopnya dan duduk di kursinya.


"Siap Dave. Silakan buka email yang sudah kukirim tadi pagi" Jhon duduk di depan meja David.


Mereka memang bersahabat. Tapi jika di tempat bekerja dan di depan banyak orang, Jhon selalu memanggil David dengan sebutan tuan David. Meskipun David melarangnya, namun Jhon tetap seperti itu. Kecuali jika sedang berdua, maka Jhon akan memanggilnya dengan panggilan Dave.


Mereka mulai sibuk dengan laporan penjualan sebulan terakhir di beberapa butik di kota Brown yang mengalami peningkatan sangat bagus. David sangat puas dengan kinerja Jhon selama ini.


"Untuk butik Ladies yang berada di Edoardo Luxury Plaza, aku ingin nanti ada penambahan stock untuk beberapa items dengan permintaan pembelian yang sangat tinggi" ucap David.


"Dan untuk produk scarf edisi sebelumnya, adakan sale. Karena dua bulan lagi akan ada scarf edisi terbaru" lanjut David.


Jhon mencatatnya seraya mengacungkan ibu jarinya.


"Oke. Noted, Dave"ucap Jhon.


Mereka kembali sibuk dengan urusan pekerjaan.


***


Di sebuah kafe dan resto mewah milik Stella Marina, nampak Marie, Cleo dan Joane duduk bertiga sambil menikmati hidangan dan pemandangan pantai yang indah.


"Kalian tahu tidak? tadi pagi aku bertemu pemilik hotel Stella Marina di sini" Marie berucap dengan bangga.


"Ya ampun, Kak. Apa istimewanya dengan itu? kita bahkan sering bertemu dengan kakek sang pemilik Edoardo Luxury group. Yang memiliki banyak hotel, gedung dan villa di negara Lotus" Joane mencibir.


"Ah kamu, Joane. Jelas istimewa. Pemiliknya masih sangat muda. Mungkin usianya tidak jauh beda dengan kak Maxi. Dia juga sangat tampan" mata Marie berbinar-binar.


"Aku tidak peduli soal itu, Joane. Yang pasti aku sudah jatuh hati padanya" Marie mendekap tangan di dadanya.


Joane menggelengkan kepalanya melihat tingkah Marie.


Sedangkan Cleo hanya menyimak perkataan Marie dan merasa bahwa cerita Marie ada hubungannya dengan pria bernama David pemilik butik tadi.


Tadi dia sudah mencari tahu tentang butik pakaian pria merk Gents asal Inggris. Dia adalah David Ferguson anak dari founder hotel Stella Marina. David juga kini menjabat sebagai CEO hotel Stella Marina.


"Aku akan mendapatkannya. Dia harus jadi milikku" ucap Marie membuat Cleo meringis.


Bagaimana bisa kali ini dia harus bersaing dengan Marie. Jika Marie tahu bahwa dirinya juga menginginkan David Ferguson, bisa habis dia oleh Marie. Cleo berbicara dalam hatinya.


"Kalian harus membantuku mendapatkannya" ucap Marie membuat Cleo semakin meringis.


"Kamu kenapa meringis, Cleo?" tanya Joane.


"Aaahh..aku sangat lapar. Karena dari pagi belum makan. Jadi rasanya perutku sakit" Jawab Cleo berbohong.


"Ayo makanlah. Tidak ada yang melarangmu makan. Kamu sendiri mencari masalah dengan perutmu" Marie menatap Cleo.


"Kamu sudah langsing, tidak perlu diet segala macam. Nanti malah menyiksa diri sendiri" kata Marie lagi.


"Huh karena dia senang kalau aku gendut. Supaya dia menjadi paling cantik" rutuk Cleo dalam hati.


"Makanlah yang banyak Cleo" Marie meletakkan empat ekor udang besar di atas piring Cleo.


Mata Cleo terbelalak melihat empat ekor udang besar itu.

__ADS_1


Marie melotot, memaksanya makan.


"Oke, aku akan habiskan" Cleo tersenyum. Terpaksa.


"Nanti aku harus segera minum teh pelangsing" pikir Cleo.


Sementara Marie hanya memakan salad sayur dengan campuran minyak zaitun. Semua hidangan di meja harus dihabiskan oleh Joane dan Cleo. Padahal yang memesan semua hidangan itu adalah Marie.


Cleo tadi hanya memesan Ikan salmon panggang kesukaannya dan salad sayur.


Kenapa sekarang dia harus menyantap semua makanan di meja.


'Memangnya siapa pemilik hotel ini?" tanya Cleo pura-pura tidak tahu.


"Lihatlah. Sangat tampan bukan?" Marie memperlihatkan sebuah foto di ponselnya.


Sebuah artikel di internet tentang David Ferguson.


Cleo nyaris tersedak.


"David Ferguson, namanya" Marie berucap dengan sangat semangat.


"Apakah dia belum punya istri atau calon istri?" tanya Joane.


"Semoga saja belum, Joane"Sahut Cleo tanpa sadar.


"Hei, jangan sampai nanti kalian berdua tertarik padanya. Dia milikku. Ingat itu" Marie menatap sinis kepada Cleo dan Joane.


"Bagaimana bisa Kakak mengakui bahwa dia milik kakak. Bahkan kakak saja baru bertemu sekali dan tanpa sengaja pula" Joane mendengus.


"Siapapun boleh mendapatkannya. Bisa saja Kakak bukan tipe wanita idamannya" Joane terkekeh.


"Mungkin saja kan ternyata seleranya adalah gadis seperti aku atau Cleo" lanjut Joane,dia tidak peduli dengan tatapan Marie yang kesal.


"Joane. Jangan merusak moodku lagi. Hari ini aku hanya ingin bersenang-senang" Marie melotot ke arah Joane yang masih terkekeh.


Marie mencoba menghibur dirinya akibat kesal kepada Daisy yang ternyata akan tampil di festival musik. Saat ini dia tidak mau mengingat hal itu. Cukup dengan berharap bisa bertemu dengan David Ferguson lagi, dia merasa senang.


"Ayolah, Kak. Kita bersaing sehat untuk mendapatkannya" Joane asik memakan potongan udang.


"Aku setuju dengan Joane. Karena tadi aku juga bertemu David Ferguson di butik Gents" Cleo akhirnya buka suara. Dia tidak tahan jika harus merelakan Marie mendapatkan David begitu saja.


Marie dan Joane menatapnya tidak percaya.


Cleo mengangkat tas belanja berisi kemeja dari butik Gents.


"Tadi aku sedang membeli kemeja untuk Zayn di sana. Dan aku bertemu David. Dia bahkan membantuku mencarikan ukuran yang pas. Dia pemilik butiknya"jawab Cleo santai berhasil membuat Marie menghentikan suapan saladnya.


"Aaah ini membuatku jadi tidak nafsu makan" Marie mendengus kesal.


"Ayolah, Marie. Kita sama-sama punya kesempatan untuk mendapatkannya. Seperti kata Joane, mari kita bersaing dengan sehat"sahut Cleo. Dia tidak lagi merasa takut karena ide Joane sangat membantunya.


Marie menghela nafas.


"Oke, aku setuju. Kita bersaing untuk mendapatkannya" kata Marie. Dia menatap Joane dan Cleo.


"Okeee,aku siap bersaing" Joane mengangguk.


"Aku juga siap"Cleo tersenyum senang

__ADS_1


***


__ADS_2