NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA

NAMAKU DAISY - BUKAN BEBEK BURUK RUPA
21. Perkebunan Teh


__ADS_3

Perkebunan sedang ramai para pekerja yang selesai memetik pucuk teh. Daisy berkeliling di rute yang lengang agar tidak mengganggu para pekerja. Para pekerja yang melihat Daisy menganggukan kepala dan tersenyum Daisy membalasnya. Beberapa pekerja senior awalnya kaget karena mereka pikir yang datang adalah nyonya Bella. Karena Daisy sangat mirip dengan ibunya. Namun mandor segera menginfokan bahwa yang datang adalah direktur baru mereka Nona Daisy, putri dari nyonya Bella.


"Ternyata dia nona Daisy. Aah cantiknya sama seperti nyonya Bella" gumam seorang wanita yang sudah bekerja di sana selama sepuluh tahun.


"Saat peristiwa itu nona Daisy masih kecil. Sekarang sudah jadi gadis dewasa yang sangat cantik" bisik yang lainnya penuh kekaguman.


Para pemetik teh sudah memulai pekerjaan mereka sebelum matahari terbit. Saat ini mereka membawa hasil petik ke tempat pelayuan.


Perkebunan teh Benvollio adalah penghasil white tea atau teh putih yang harganya paling mahal diantara semua jenis teh.


White Tea atau Teh Putih adalah daun teh yang tidak diawetkan dan di oksidasi sehingga menghasilkan teh yang mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Terlebih warna dan aroma yang ringan membuat teh ini sangat cocok dinikmati di segala suasana dan mudah di terima oleh segala usia.


Teh putih ini dipetik dari kuncup daun teh pilihan dan dipetik diwaktu tertentu yaitu sebelum terbitnya matahari. Tujuannya adalah untuk menjaga bentuk dan kualitas daun teh agar tetap segar, diolah dengan proses panning atau pelayuan pada hari itu juga. Pengolahannya pun dilakukan dengan metode yang alami. Hanya melalui pelayuan dan pengeringan dengan bantuan angin dan sinar matahari pegunungan segera setelah proses pemetikan dilakukan. Tanpa mengalami proses oksidasi/fermentasi maupun penggilingan sehingga tidak merusak bentuk teh yang sebenarnya dan kandungan anti oksidan dan zat yang bermanfaat lainnya tetap terjaga dengan baik.


White Tea memang masih merupakan teh terbaik dan termahal. Dan di negara Lotus ternyata hanya perkebunan Benvollio yang menghasilkan white tea. Karena awalnya teh ini hanya ada di China dan Taiwan.


Daisy sudah mempelajari hal tersebut beberapa hari belakangan ini. Dari beberapa jenis teh yang diproduksi, white tea adalah produk andalan perkebunan mereka.


"Saya dengar, harga teh produksi perkebunan Benvollio adalah yang termahal dengan kualiitas terbaik, Nona" Gabriella berbicara sambil mendampingi Daisy berjalan menuju tempat pelayuan.


"Untuk jenis white tea memang iya. Karena memang saat ini white adalah teh termahal. Dan hanya kita satu-satunya si negara Lotus" sahut Daisy.


"Kalau untuk green tea dan black tea memang kita juga yang terbaik kwalitasnya, namun harga masih sama dengan perkebunan lainnya" lanjut Daisy.


"White Tea terbuat dari helaian pucuk daun Camellia sinensis yang sangat muda dan belum mekar. Dipetiknya pun harus secara hati-hati. Pucuk muda yang dipetik masih diselaputi rambut halus berwarna putih perak seperti beludru"


"Bila sudah mengering akan berubah warna menjadi putih. White Tea ini juga diproses secara alami dengan pelayuan selama tujuh puluh dua jam. Itu juga yang membuat harganya mahal" lanjut Daisy dengan senyum mengembang. Dia merasakan ketenangan dan kebahagian melihat hamparan teh dengan aroma daun teh yang masih basah dan udara yang sangat sejuk.


"Saya baru mendengarnya sekarang, Nona" Gabriella memang bukan penikmat teh. Dia hanya tahu teh adalah minuman berwarna kecoklatan. Atau teh hijau yang berkhasiat untuk membuat tubuh ramping. Dia jarang sekali meminum teh. Karena lebih menyukai kopi dibandung teh.


"White Tea memang jenis teh yang masih terdengar asing, terutama jika dibandingkan dengan popularitas teh hitam dan teh hijau. Yaa karena teh ini masih merupakan jenis teh yang paling langka di dunia"

__ADS_1


"Harganya yang tinggi menjadikan White Tea kadang digunakan sebagai simbol status sosial seseorang. Dan karena harga yang tinggi pula yang menyebabkan tidak banyak orang mengkonsumsinya sehingga kurang populer di masyarakat" Daisy melanjutkan ucapannya.


Dia tiba-tiba terpikirkan sebuah ide untuk mengembangkan perkebunan teh Benvollio. Mungkin akan menarik jika dia membuka sejenis agrowisata untuk para wisatawan. Mengenalkan berbagai macam teh dan juga proses untuk menghasilkan berbagai jenis teh kepada semua orang.


"Waaah waaah. Ternyata calon istriku memang sangat pintar"Suara Maxi tepat di belakang Daisy. Membuat rangkaian ide dibenaknya terhenti.


Daisy segera menoleh. Ditatapnya Maxi dengan bingung.


"Bukankah kamu dan Kakek ada jadwal meeting dengan calon klien pagi ini, Max?"tanya Daisy. Dia memperhatikan pakaian yang dikenakan Maxi. Setelan sweater dan jeans dengan sneakers di kakinya.


"Meeting diubah ke jam dua siang" jawab Maxi.


"Jadi...Kakek mengizinkanku menemanimu berkeliling kebun teh. Apakah kamu bersedia aku temani?" Maxi menggoda Daisy.


"Hmmmh..dengan senang hati tuan Maxi" sahut Daisy dengan senyum manisnya.


"Ayo ikut denganku melihat proses pembuatan teh. Karena pucuk teh sudah selesai dipetik" ajak Daisy.


"Nona, Tuan besar mengubah tempat makan siang ke pusat kota. Tidak jadi di vila. Dan kunjungan ke pabrik Viorella diubah waktunya menjadi be2sok pagi" Gabriela berucap setelah ada notifikasi masuk di ponselnya.


"Tidak masalah, Miss. Kita ikuti saja instruksi Kakek"ucap Daisy.


"Nona juga diminta hadir saat meeting bersama calon klien tersebut. Karena ini memang proyeknya Fiorella"Kata Gabriella.


"Baik, Miss. Masukkan di jadwal saja. Aku selalu siap" Daisy mengangguk kepada Gabriella.


"Tamu kita adalah calon distributor minuman teh dan buah kemasan produksi Fiorella untuk dipasarkan di Inggris" ucap Maxi.


"Sebenarnya calon partner kita adalah pemilik waterpark di kota Amber ini. Katanya keluarganya sudah setahun tinggal di sini. Hanya saja orang tersebut memang beberapa waktu harus berangkat ke Inggris. Karena di sana ada beberapa perusahaannya juga yang harus dia urus"


"Semalam dia sudah tiba dari Inggris,tapi tadi pagi dia mengalami cidera ringan saat berkuda. Jadi sekarang sedang berobat ke rumah sakit Alecio di pusat kota"

__ADS_1


"Di rumah sakit milikmu" lanjut Maxi. Membuat Daisy teringat bahwa dia juga ada jadwal berkunjung ke sana beberapa hari ke depan.


"Makanya Kakek menyarankan pertemuannya di pusat kota saja" Maxi menjelaskan.


"Awalnya kakek menyarankan untuk ditunda besok. Tapi menurut asistennya, tamu kita tetap meminta hari ini karena hanya cidera ringan"


Daisy mencerna kata-kata Maxi dan langsung teringat dengan pria berkuda yang dia lihat tadi pagi. Apakah pria tadi adalah tamu yang dimaksud Maxi?, pikir Daisy.


Bukankah menurut Clarissa dia adalah pemilik waterpark di kota Amber?. Kemungkinan memang benar tamu yang akan bertemu dengan mereka nanti siang adalah pria berkuda tadi. Pikir Daisy lagi.


Mungkinkah sewaktu tadi pagi dia berkuda, dia mengalami cidera? Karena terakhir Daisy lihat kudanya memang terlihat gelisah dan meringkik agak keras. Kalau dari suara ringkikannya seperti sedang kesakitan. Mungkin kudanya terjatuh saat berlari, dan itu yang menyebabkan pria tadi cidera.


"Perkebunan Benvollio adalah salah satu produsen teh ternama di negara Lotus. Dan satu-satunya penghasil white tea yang sudah berhasil diekspor ke beberapa negara di Eropa" Maxi berucap saat mereka sudah sampai di tempat pelayuan teh. Manajer kebun bergegas menghampiri mereka dan mempersilakan mereka masuk ke ruang pelayuan yang penuh dengan nampan besar dari kayu.


"Sebenarnya hasil panen white tea di siniĀ  belum bisa memenuhi permintaan pasar di Eropa. Semoga ke depannya kami bisa memperluas lahan ke arah timur yang masih kosong" ucap Daisy.


"Kamu pasti bisa, Daisy" Maxi menyemangati.


"Aku percaya kamu bisa membuat bisnis keluargamu semakin maju" lanjut Maxi.


"Terimakasih, Max"ucap Daisy.


Maxi mengangguk.


Mereka berkeliling ruangan dan menyapa para pegawai di sana.


Setelah sekitar dua jam berkeliling. Mereka akhirnya sampai di sebuah taman yang penuh bunga. Ada beberapa gazebo di sana. Sewaktu kecil saat Kakek masih ada, taman itu sering dipakai untuk acara jamuan teh tamu-tamu Kakek.


Saat ini kembali terlintas ide di kepala Daisy. Taman ini akan dia jadikan bagian dari agrosiwata. Para wisatawan bisa menikmati berbagai macam teh dan mempelajari seni meminum teh.


Dengan begitu, selain memperkenalkan budaya minum teh kepada masyarakat luas di negara Lotus, dia juga bisa membantu untuk membuat kota Amber lebih dikenal. Sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat kota Amber.

__ADS_1


***


__ADS_2