
Hari ini rumah Acqua tampak sepi. Sepertinya memang semua sedang pergi. Karena hari memang sudah beranjak siang. Cleo menuruni tangga menuju pintu keluar. Hari ini dia sudah diperbolehkan keluar rumah. Senang rasanya bisa bebas. Setelah satu minggu dikurung dan dia dipaksa dibawa oleh Ibu berobat ke psikiater. Cleo tidak suka. Karena menurutnya dia tidak sakit dan tidak mengidap kelainan kejiwaan. Jika dia marah dan melukai Daisy hingga terluka baginya itu sangat wajar karena dia sangat membenci Daisy.
Akhirnya dia terpaksa pura-pura mengikuti saran psikiater yang mengobatinya supaya lekas diperbolehkan keluar rumah oleh orangtuanya. Dia harus berpura-pura menyesal dan berjanji akan meminta maaf kepada Daisy. Padahal saat ini dia semakin benci kepada Daisy. Apalagi semalam dia melihat wajah Daisy muncul di iklan Festival Musiknya Jack Connor.
Dan kemarin dia mendengar Yazid bercerita kepada Zayn bahwa Daisy sekarang diangkat menjadi CEO di salah satu perusahaan yang Kakek dirikan. Kedua kakaknya itu sangat mengagumi Daisy. Membuat Cleo kesal.
"Usia bebek jelek itu baru tujuh belas tahun. Kenapa dia sudah menjadi seorang CEO. Huh, Kakek dan Nenek sangat pilih kasih" Gerutunya seraya menyalakan mesin mobilnya.
Mobil Cleo sudah ada di jalanan yang lumayan ramai siang ini. Dia malas ke kampus. Dia mau bersantai dan senang-senang hari ini, pergi ke spa dan berbelanja di butik merk ternama yang ada di hotel Stella Marine. Tadi dia sudah mengajak beberapa temannya untuk sama-sama bolos kuliah hari ini. Tapi mereka semua tidak bisa menemaninya karena harus ikut kelas wajib di kampus. Terpaksa dia pergi sendiri saja.
Sebenarnya lebih menyenangkan jika spa dan berbelanja di pusat perbelanjaan milik keluarganya karena lebih banyak butik-butik merek ternama di sana. Hanya saja, di sana dia pasti akan tertangkap basah oleh Ibunya dan akan disuruh pulang.
Cleo menyusuri lobbi hotel menuju butik dan spa langganannya.
"Selamat siang, tuan David" sapa seorang pria yang baru saja keluar dari sebuah butik pakaian pria merk asal Inggris.
David Ferguson yang berjalan tepat di depan Cleo membalas sapaan pria tadi dengan menganggukkan kepalanya.
Lalu mereka memasuki butik itu.
Cleo menatap ke arah mereka. Pria yang menyapa tadi sepertinya seorang manajer toko. Dia nampak sangat menghormati pria yang disapanya, pikir Cleo.
Cleo menatap tak berkedip kepada David. Karena dia yakin pria itu bukan orang sembarangan. Selain memang sangat tampan.
"Sangat tampan" gumamnya. Lalu dia bergegas masuk ke dalam butik itu sambil terus memantau pria tadi.
"Bisa saya bantu, Nona?" tanya seorang staff membuat Cleo terkejut.
"Kau membuatku terkejut. Saya mau lihat-lihat dulu. Jangan ganggu saya"jawab Cleo kesal. Nada suaranya yang berisik membuat David dan manajer toko menoleh ke arahnya.
Cleo berpura-pura melihat beberapa sweater. Padahal matanya masih fokus ke arah David yang sekarang sedang berbincang di dekat rak bagian kemeja.
David dan manajer toko menganggukkan kepala kepada Cleo dengan sopan.
Manajer toko mengisyaratkan staff tadi untuk meninggalkan Cleo.
"Baiklah. Jika Nona perlu sesuatu bisa panggil saya"ucap staff tadi. Lalu pergi meninggalkan Cleo dan melayani pengunjung lain.
Cleo berjalan perlahan menuju tempat David berdiri.
Dia meraih dua potong kemeja dan bertingkah seolah sedang pusing memilih.
"Kemeja mana yang pas untuknya, ya?"ucap Cleo sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh dua pria yang sedang berdiri di dekatnya.
"John, coba kau bantu dulu nona ini" David berbicara kepada manajer toko yang bernama Jhon.
"Baik, tuan" sahutnya.
"Permisi, Nona. Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Jhon kepada Cleo.
"Ooh, iya. Saya sedang bingung memilih ukuran yang pas dari dua kemeja ini untuk Kakak saya" jawab Cleo pura-pura bingung.
__ADS_1
"Apakah Nona tidak tahu ukuran badannya?"
Cleo menggeleng dengan raut wajah seolah berpikir keras. Lalu dia memperhatikan Jhon dan menggeleng.
"Anda terlalu kurus dibanding kakak saya" gumam Cleo dengan tatapan menganggap remeh.
Kemudian dia menoleh ke arah David. Matanya berbinar.
"Naaaah tuan ini sepertinya pas, ukuran tubuhnya sepertinya sama persis dengan kakak saya. Tubuhnya sangat bagus dan sangat tampan" Cleo mendekati David.
"Beliau adalah tuan David pemilik butik ini" Jhon berkata memperkenalkan David. Berharap agar Cleo tidak bersikap semena-mena.
"Ooh yaa??" apakah anda sebagai pemilik butik berkenan membantu pelanggan?"tanya Cleo kepada David. Cleo sangat senang karena pria tersebut adalah pemilik butik ini.
Jhon merasa tidak enak kepada David. Tapi David segera tersenyum.
"Tidak masalah, Jhon. Biarkan saya membantu nona ini" ucap David.
"Nama saya Cleo. Cucu dari bangsawan Edoardo" Cleo memperkenalkan namanya tanpa diminta.
David terperangah. " Edoardo?"
"Iya, bangsawan Edoardo pemilik Edoardo Luxury group" Sahut Cleo dengan bangga.
"Baik, Nona Cleo. Keluarga Edoardo sangat terkenal di negara Lotus" ucap David seraya tersenyum. Cleo semakin bangga karena David mengenal nama keluarga besarnya.
Padahal namanya sendiri tidak disematkan gelar bangsawan Edoardo. Karena dia ikut nama keluarga ayahnya yang berasal dari Dubai. Gelar bangsawan Edoardo hanya tersemat sampai di ibunya saja.
Cleo tersenyum lega.
"Waah, anda sangat membantu saya tuan David" Ucap Cleo seraya menyerahkan kemeja yang dimaksud kepada Jhon tanpa menoleh.
"Saya mau yang ini. Dan ini kartu kredit saya" ucapnya arogan. Jhon tersenyum meraih kemeja dan kartu dari Cleo Lalu bergegas menuju kasir. Dia memang kerapkali bertemu dengan tamu seperti Cleo yang arogan karena merasa memiliki banyak uang. Dia hanya merasa tidak enak kepada David karena harus ikut melayani pembeli.
Sementara David juga hanya tersenyum melihat tingkah Cleo.
"Sepertinya tidak jauh berbeda dengan gadis Edoardo tadi pagi di kafe" pikir David.
"Tuan David, apa yang terjadi dengan tangan anda?" tanya Cleo ingin tahu saat melihat tangan David memakai perban.
"Sedikit cidera saat berkuda, jadi sementara harus memakai perban" jawab David ramah. Bagaimanapun juga gadis di depannya adalah konsumen yang harus diperlakukan dengan ramah.
"Anda gemar berkuda?"tanya Cleo. David mengangguk.
"Sepertinya kapan-kapan kita bisa berkuda bersama" ucap Cleo antusias. Dia semakin mendekati David. David mundur selangkah menjauhi Cleo.
"Saya bisa berkuda walaupun tidak mahir"ucap Cleo lagi. Dia kembali mendekati David.
David mundur lagi dan berusaha tidak menabrak rak display.
"Berkuda memang sangat menyenangkan, nona Cleo. Anda harus terus berlatih supaya mahir"sahut David dengan ramah.
__ADS_1
Cleo menatap David nyaris tidak berkedip, membuat David agak jengah.
Ponsel David berbunyi. David menarik nafas lega.
"Permisi, Nona Cleo. Saya ada panggilan telepon. Terimakasih sudah berbelanja di toko kami" David menjauh dari Cleo.
Cleo mengangguk. "Oke, sama-sama"
"Dia sangat mempesona. Sepertinya dia sudah mencuri hatiku" gumam Cleo dalam hati.
"Tidak dapat Maxi tidak apa-apa. David juga sangat tampan dan keren"Cleo masih menatap David tanpa malu.
David sibuk berbicara dengan seseorang di ponselnya.
Jhon menghampiri Cleo. "Nona, silahkan ke kasir untuk menyelesaikan pembayarannya" manajer toko menghampiri Cleo.
"Baiklah" ucap Cleo malas. Dia bergegas ke kasir.
David kemudian beranjak menuju ruangan kerjanya di lantai dua butik. Dia melambaikan tangannya kepada Jhon untuk ikut dengannya.
Cleo mendongakkan kepalanya mencari David setelah selesai melakukan pembayaran. Tapi David sudah tidak nampak.
"Apakah tuan David tinggal di apartemen di atas?" tanya Cleo kepada kasir. Karena dia tahu bahwa gedung hotel Stella Marina terdiri dari hotel dan apartemen.
"Maaf, Nona. Saya tidak tahu mengenai hal itu"jawab kasir membuat Cleo kecewa sambil meraih tas belanja berisi kemeja yang dia beli.
"Mungkin cocok untuk Zayn. Karena Zayn badannya jauh lebih tegap dibandingkan Yazid yang kurus" gumam Cleo.
Dia tadi hanya terpaksa membeli kemeja supaya bisa berbincang dengan David yang membuatnya sangat terpesona.
"Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya David"pikir Cleo seraya beranjak keluar dan menuju butik spa langganannya.
"Selamat siang, Nona Cleo. Sudah lumayan lama tidak datang" sapa seorang staff.
"Iya, makanya aku ingin perawatan hari ini" sahut Cleo seraya menerima kunci lemari untuk menyimpan barang-barangnya.
"Mari, Nona. di room tujuh" Staff lainnya mengajak Cleo menuju ruang perawatan.
"Cleo, Kamu perawatan juga? kamu bolos kuliah?"Suara Marie di depan room delapan.
Cleo terkejut melihat Marie.
"Kamu juga seharusnya kan kuliah, Marie" Cleo tertawa.
Mereka tertawa bersama.
"Oke, oke. kita sama-sama bolos kuliah. Bagaimana kalau setelah ini kita makan bersama di restoran langganan kita?" Marie memberikan ide yang sangat brilian menurut Cleo.
"Ookee...aku setuju. Jangan lupa ajak Joane. Supaya tambah seru" ucap Cleo. Dia sangat senang. Akhirnya ada teman yang menemaninya bersenang-senang hari ini.
***
__ADS_1