
Jadwal hari ini adalah melihat persiapan pabrik minuman teh dan buah kemasan. Hanya tinggal menunggu kedatangan mesin UHT untuk mensterilisasikan kemasan minuman yang sudah jadi. Mesin itu dipesan dari Jepang. Kemungkinan akan tiba nanti sore. Karena tadi pagi mesin tersebut sudah sedang dalam perjalanan dari pelabuhan laut kota Brown. Akan memakan waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke kota Amber dari pelabuhan yang letaknya di ujung utara kota Brown.
"Jika pabrik dan kantor perusahaan Fiorella semua berada di kota Amber, itu artinya aku memang akan kembali menetap di sini" Daisy menatap Kakek Edoardo saat istirahat makan siang.
"Itu memang tujuan Kakek. Jadi kamu bisa lebih leluasa membagi waktu untuk semua prusahaan yang kamu pimpin" ucap Kakek.
"Sesekali tetap harus main mengunjungi Kakek dan Nenek di acara pesta kebun di rumah utama. Lagipula rumah Fiore adalah rumahmu" lanjut Kakek.
"Nanti Kakek juga akan mengadakan kegiatan rutin untuk keluarga Edoardo di vila kita di kota Amber ini"
"Sesekali pesta kebunnya diadakan di sini" lanjut Kakek Edoardo.
"Sangat menyenangkan seperti itu, Kakek"Daisy menatap Kakeknya. Terharu.
"Terimakasih, Kakek" ucap Daisy.
"Seharusnya Kakek lakukan ini saat orangtua dan adikmu masih ada"ucap Kakek dengan nada berat. Ada nada penyesalan dan sedih berbaur di sana.
"Mereka sudah bahagia di sana, Kek. Mereka pasti senang dengan apa yang Kakek dan nenek lakukan untukku"Daisy menghibur Kakek.
"Iya, mereka sudah tenang di sana" mata Kakek nampak berkilau karena genangan air mata yang tidak menetes keluar.
Lalu Kakek menatap Daisy dan Maxi bergantian.
"Soal hubungan kalian, Kakek ingin kalian bertunangan terlebih dahulu"
Maxi dan Daisy saling bersitatap.
"Aku setuju dengan keinginan Kakek. Karena aku juga sudah terpikirkan itu kemarin"ucap Maxi.
"Kamu bagaimana, Daisy?" tanya Kakek.
"Kakek hanya ingin agar semua orang tahu bahwa kalian berdua punya hubungan istimewa, bukan sekedar hubungan sepupu"kata Kakek.
"Lagipula sebenarnya kita bukan sepupu" ucap Maxi.
"Agar semua orang tidak salah faham dengan kedekatan kita" lanjut Maxi.
Kakek Edoardo mengangguk setuju.
"Aku setuju, Kakek. Rasanya itu ide yang sangat baik" ucap Daisy.
"Baiklah, nanti setelah kita kembali ke kota Brown. Kakek akan membicarakan hal ini dengan orangtuamu, Maxi" Kakek nampak senang dengan keputusan Maxi dan Daisy.
"Tetap ingat pesan Kakek. Jaga Daisy baik-baik" kata Kakek berpesan kepada Maxi.
"Aku akan menjaga Daisy dengan baik Kakek" jawab Maxi.
__ADS_1
"Lusa kita kembali ke kota Brown. Besok kalian bisa berlibur dulu sehari untuk jalan-jalan" kata Kakek.
"Sesampai di kota Brown, kaluan bisa bereskan urusan-urusan yang masih tertunda sebelum kantor Fiorella diresmikan di akhir bulan depan"
"Daisy harus mempersiapkan diri untuk penampilannya di festival musik. Dan kau, Maxi. Bereskan beberapa urusan pentingmu di Inggris dengan segera" lanjut Kakek.
"Kakek dan ayahmu sudah mengurus keberangkatanmu ke sana" Kakek menatap Maxi.
"Terimakasih, Kakek. Semoga urusanku di sana bisa diselesaikan dengan cepat" ucap Maxi.
"Bagaimanapun juga kamu tetap bagian dari keluarga Edoardo.. Sejak kecil kakek dan nenek sudah menyayangimu. Jangan terlalu merasa sungkan hanya karena kamu sudah tahu bahwa kamu bukan cucu kandung kami" Kakek menepuk bahu Maxi, lalu mengajak mereka beranjak.
Daisy menatap Maxi penuh tanya. Dia tidak tahu mengenai rencana Maxi pergi ke Inggris.
"Besok aku ceritakan. Aku baru mendapat kabar tiga hari lalu. Dan belum ada waktu untuk menceritakannya kepadamu" ucap Maxi, dia memahami maksud dari tatapan Daisy.
Mereka kembali ke gedung kantor Fiorella. Kakek mengajak mereka dan direktur lainnya untuk bertemu dengan para vendor pemasok bahan baku dan bahan pembantu lainnya.
Salah satu pemasok itu adakah Benvollio Farm milik Daisy. Benvollio Farm adalah pemasok pucuk teh dan buah apel yang sudah memandatangani perjanjian kerjasama dengan perusahaan Fiorella. Walaupun jumlah pasokan yang sanggup dikirim hanya sebesar tiga puluh persen dari seluruh total kebutuhan. Hal itu karena Benvollio Farm saat ini masih harus memenuhi permintaan dari beberapa perusahaan yang sudah bekerja sama sejak masa kepemimpinan kakek Benvollio dan ibu Bella.
Peresmian pembukaan pabrik Fiorella akan dilakukan di akhir bulan depan. Daisy dan Maxi saat ini hanya tinggal mengurus ruangan kerja mereka. Untuk desain interiornya mereka meminta bantuan Clarissa. Sebenarnya semua sudah siap. Hanya saja, Daisy dan Maxi ingin ada sedikit penambahan desain sesuai kebutuhan mereka. Sekaligus untuk membantu Clarissa mengasah kemampuannya.
***
"Ada permintaan desain interior untuk ruangan kerja dari Ferguson Waterpark" suara ayahnya yang berdiri di depan meja kerjanya membuat Clarissa mendongak kaget. Karena dia tidak tahu kalau ayahnya ada di ruangannya.
"Itu artinya mereka mengakui bahwa desainku bagus kan, ayah?" Clarissa memekik kegirangan.
Ayahnya mengangguk.
"Kupikir hanya karena aku cucu Kakek, makanya desainku dipakai di plaza ini"gumam Clarissa.
"Kakek tidak akan memakai desainmu jika hasilnya tidak bagus, Clariss" ucap ayahnya.
"Kau mirip sekali dengan mommymu. Sangat pintar menggambar dan membuat desain"ayah mengelus rambut Clarissa.
Mommynya memang seorang pengusaha jasa desain interior. Begitupun Kakeknya yang berada di Amerika. Saat ini Perusahaan mommy ditunjuk kakek Edoardo untuk menangani desain interior seluruh ruangan plaza ini. Dan Clarissa diperbantukan untuk di plaza ini atas permintaan Kakek Edoardo.
"Besok pagi jam sebelas kita berangkat ke Ferguson waterpark. Mereka mengundang kita untuk makan siang"ucap ayahnya lagi.
Clarissa mengangguk dengan senang. "Siap, ayah"
"Sekarang kamu dan Cedro ikut ayah ke lantai lima. Pihak butik milik Ferguson group ingin menyamoaikan beberapa hal mengenai desainnya" kata ayah.
"Apakah ada kesalahan atau kekurangan dari desain yang kubuat, ayah?"
"Oh bukan itu. Mereka hanya ingin ada penambahan detail di beberapa spot"
__ADS_1
"Cedro sudah lebih dahulu ke sana" lanjut ayahnya saat Ckarissa mendongak mencari Cedro.
"Sekarang, ayah? kenapa mendadak sekali?" tanya Clarissa.
"Kamu belum siap?" ayahnya balik bertanya.
"Ooh tentu saja aku siap, ayah. Aku ikut" Clarissa meraih tas dan ponselnya bergegas.
Dia tidak mau dianggap tidak siap bekerja spontan.
Mereka bergegas menuju lantai lima dimana terdapat restoran dan butik milik Ferguson group. Mereka memang menyewa seluruh lantai itu untuk beberapa bisnisnya.
Nampak Cedro sedang berbincang seru dengan seseorang.
"Hallo..Jhon. Apa kabar?" ayah menjabat tangan pria yang sedang berbincang dengan Cedro.
"Sangat baik, tuan Roger. Semoga anda juga selalu baik" sahut Jhon.
"Hai, Clarissa. Lama tidak berjumpa" Jhon melambaikan tangan kepada Clarissa.
"Masih ingat denganku?" tanya Jhon.
"Tentu saja ingat, Jhon. Kau teman kak Cedro di butik Gents Stella Marina" jawab Clarissa ramah.
"Aku baru tahu kalau ternyata butik Gents adalah milik Ferguson group sama seperti Stella Marine"ucap Cedro
"Jhon juga diberikan kepercayaan oleh tuan Ferguson untuk menangani butik Gents dan Ladies di plaza ini" Cedro membantu menjelaskan.
"ooh oke. Jadi apa saja yang ingin kalian tambahkan di sini?" tanya ayah.
"Bisa langsung sampaikan kepada Clarissa, Jhon" lanjut ayah memberitahukan Jhon yang nampak terkejut.
"Jadi desainer interiornya adalah Clarissa?" Jhon menatap Clarissa kagum.
Clarissa jadi salah tingkah dibuatnya. Karena Jhon menatapnya nyaris tak berkedip.
Cedro berdehem, membuat Jhon kembali fokus.
"Oke, mari kutunjukkan beberapa spot yang ingin kami minta ada penambahan detail" ucap Jhon.
Mereka berjalan masuk ke dalam area butik. Jhon menjelaskan apa saja yang hendak ditambahkan.
Sambil menjelaskan hati Jhon sebenarnya merasakan sesuatu yang sangat aneh setiap Clarissa menatap dan berkata padanya.
***
***
__ADS_1