
Nafisya terus memikirkan kata-kata Haikal semalam, Haikal sangat menginginkan dia tidak ada di keluarga ini dan membenci pernikahannya dengan Ilham.
"Karena Ilham orang yang gue sayang MATI,"
Itulah kata-kata yang tergiang terus dipikiran Nafisya ingin bertanya kepada Ilham namun dia tidak berani.
"Dek, Kok ngelamun katanya mau ke kantor Ilham," tegur Nadia membuat Nafisya segera tersadar lalu mengambil bekal makan siang untuk Ilham.
"Mi.. Bi.. Maafin Fisya ya kalo selama ini Fisya belum jadi anak yang berbakti sama umi dan abi." ujar Nafisya tiba-tiba membuat Nadia dan Hilmi menoleh menatap putri yang tiba-tiba menagatkan itu.
"Dek, kok ngomong gitu?"tanya Hilmi mengusap kepala putrinya.
" Gpp bi, Fisya cuman minta maaf aja." jawab Nafisya.
"Ya sudah sana pergi keburu dingin makanannya. Kalau udah dari kantor Ilham langsung pulang nanti opa sam oma mau kesini," Nafisya hanya mengangguk lalu menyalimi tangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
******
"Kak,"
"Hmmm"
Nafisya menghembuskan nafasnya dengan kasar entah kenapa Feeling selalu mengatakan jika akan terjadi sesuatu kepadanya nanti atau kapan saja.
"Maafin Fisya ya kalo Fisya belum bisa jadi istri yang baik," lirih Nafisya membuat Ilham langsung menoleh menatap dengan lamat kepada istrinya.
"Kok ngomong gitu sih," balas Ilhan mengecup singkat bibir Nafisya yang terhalang cadar.
"Hus! ngomong apaan sih. Kakak enggak akan kuat kalau cerita kamu itu nyata," Ilham mengusap lembut punggung Nafisya entah kenapa hati nya tiba-tiba resah karena mendengar ucapan Nafisya.
"Kamu Itu bidadari surga kakak. Kakak akan selalu mencintai kamu sampai kapan pun hingga maut memisahkan tapi jangan sekarang karena kakak enggak akan kuat," ujar Ilham mencoba mengusir kegusarannya.
__ADS_1
"Dan kakak adalah laki-laki yang singgah di hati Fisya setelah Abi," sahut Nafisya mencubit hidung Ilham dengan gemas.
"Aku sayang kak Ilham detik ini dan sampai seterusnya,"
"Kakak juga sayang kamu buat selama-lamanya hingga maut memisahkan kita lalu di pertemukan kembali tempat paling indah yaitu surga Allah,"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak
Jangan lupa krisannya.