
Sinar matahari masuk kecelah jendela kamar bernuansa biru itu namun kedua pemiliknya masih tertidur pulas saling memeluk.
Setelah sholat subuh dan bermudarot Nafisya serta Ilham kembali tertidur karena semalam mereka pulang larut malam sekali.
"Ham, Sya. udah bangun belum?" ketukan pintu beberapa kali suara Ayesha memanggil nama Ilham dan Nafisya namun tidak dapat menganggu tidurnya Sepasang pasutri itu.
"Udah Sha, mungkin capek karena kemarin dari pantai," ucap Haikal lalu mengajak Ayesha ke ruang makan yang sudah ada Ibrahim dan Dezia.
"Belum baikkan?" tanya Haikal kepada Ibrahim yang hanya diam-diaman dengan Dezia.
"Masih sama," Jawab Ibrahim dengan santai namun berbeda dengan dengan hatinya yang sedikit bergemuruh.
"Kak Dezia usia kandungannya berapa?" tanya Ayesha kepada Dezia.
"7 Bulan pas enggak lebih enggak kurang."
"Cowok apa cewek?"
__ADS_1
"Cowok,"
Ayesha hanya memanut-manut saja sejujurnya dia sedikit iri kepada Dezia dan Nafisya yang sama-sama baru saja menikah namun langsung hamil namun dirinya? sudah mau 3 tahun tapi Allah belum memberinya kesempatan untuk merasakan hal itu. Haikal memang tidak pernah mengungkit prihal anak namun Haikal selalu keceplosan membahas prihal pil KB saat masih bekerja dulu.
----------
"Astagfirullah," pekik Nafisya menepuk jidatnya saat dia melihat jam dinding.
Mata Nafisya beralih kepada Ilham yang sedang tertidur pulas dengan memeluk perutnya.
"Morning too Hummy," Nafisya tersenyum saat mendengar suara serak khas bangun tidur milik suaminya.
"Pagi suami," Nafisya mencium sekilas bibir Ilham. "Morning kiss,"
Nafisya mengubah poisis tidurnya menjadi menghadap kearah Ilham. "Kak Ilham,".
Ilham membuka matanya lalu menatap wajah Nafisya. "Hmm, kenapa?" Tangan Ilham menyelengsup kebalik piyama panjang yang pakai oleh Nafisya.
__ADS_1
"Tau enggak sih waktu kita ketemu di cafe terus kakak ngajakin aku kenalan waktu aku pikir kakak hanya main-main karena setelah 3 hari enggak datang-datang." Nafisya mengusap rahang Ilham yang sudah mulai ditumbuhi jambang.
"Waktu niatnya aku mau langsung setelah sehari itu tapi karena ada kendala dikantor jadinya aku enggak bisa deh," Tangan Ilham mengusap punggung Nafisya dengan lembut.
"Aku juga enggak nyangka kalau Ilham itu adalah Ali dan aku juga enggak nyangka kalau Orangtuku sama orangtua kakak itu sahabatan,"
"Hmm, malahan dulu aku juga enggak nyangka kalau Bunda sama Ayah itu dijodohin" Ilham memejamkan matanya kembali menikmati sentuhan tangan Nafisya yang membelai wajahnya.
"Kalau kisahnya Umi sama Abi itu hampir mirip sama kisahnya kita."Umi menikah di usianya yang baru saja 14 tahun sedangkan Abi usianya 20 tahun. Hampir 30 tahun mereka menikah tapi Umi sama Abi enggak pernah berantem,"
"InsyaAllah kita juga begitu Asal.." Ilham mengecup bibir Nafisya.
"Saling percaya dan terbuka," ucap mereka berbarengan lalu saling melemparkan senyuman.
✨✨✨✨✨
Bersambung.....
__ADS_1