Nikah Umur 14 (2)

Nikah Umur 14 (2)
EPISODE 16


__ADS_3

Nafisya tersenyum cerah saat menginjak kan kakinya di rumah milik ayahnya lagi. Dia rindu semuanya terutama Ilham.


Ting Tong....


Setelah memencet Bell tak lama kemudian seorang wanita setengah baya datang membukakan pintu


"Mau cari siapa non," tanyanya membuat Dezia dan Nancy saling pandang.


"Cari Bapak Muhammad Hilmi Sultan Akbar," jawab Nafisya.


"Ayo masuk," ajaknya.


Senyum itu semakin tercetak jelas saat memasuki rumah bertingkat itu.


Wanita setengah baya itu pun pergi ke lantai atas dan tak lama kemudian dia datang kembali mengajak mereka bertiga ke lantai atas. Nafisya tentu saja tau kamar siapa yang akan mereka tuju.


"Tuan, Nyonya ini dokternya," Ucapnya menunjuk Nancy membuat gadis itu kikuk.


Nafisya membulatkan matanya saat melihat Ilham terbaring lemah di ranjang wajah nya pucat tubuh nya kurus.


"K--ak Ilham," lirih Nafisya membuat semua mata tertuju kepada nya namun wanita cantik yang mengandung itu tak peduli.


Ibrahim manatap Dezia dengan tajam tak percaya jika wanita itu berani mendatangi rumahnya setelah 5 bulan ini tidak ada kabar. Dengan cepat Ibrahim menarik tangan Dezia keluar menjauh dari anggota keluarganya.


Mata Ilham perlahan membuka lalu menatap wajah satu persatu orang yang ada di hadapannya.


Mungkin semua orang tidak akan mengenali Nafisya karena wajah tertutup niqob tapi tidak dengan Ilham dengan sangat mengenal hanzel mata itu.


Dengan perlahan Ilham bangkit dari tidurannya lalu menghampiri Nafisya yang sedang merunduk walau badannya lemas tapi dia memaksa kan itu.

__ADS_1


Tidak ada yang berani manghalangi Ilham mereka juga penasaran dengan siapa wanita hamil itu.


"Sayang, kakak Rindu," Lirih Ilham mendekap tubuh Nafisya.


Dia mengira jika ini mimpi-mimpinya selama ini tapi nyata ini adalah bukan mimpi ini realita.


********


Nafisya menuruni anak tangga dengan pelan menuju ke ruang tengah. Suasana di ruang tengah sangat tegang dan hening.


"Jadi kalian bertiga siapa?" tanya Nadia.


Nafisya menghela nafasnya.


Dengan pelan Nafisya melepas tali Niqob nya.


"NAFISYA!!!" Semua orang serempak mengatakan itu.


Aku dapat melihat wajah kerterkejutan dari semua anggota keluarga ku.


Aku sendiri pun tidak menyangka saat mengetahui aku tidak terjadi apa-apa padahal kecelakaan itu membuat tubuh ku terbanting jauh dari lokasi.


Dan yang ku syukuri lagi bayi yang di dalam perut ku tetap sehat sampai sekarang.


Oh iyya Kak Ilham masih belum tau tentang kehamilan ku karena tadi dia mungkin sedang lemas. Badannya panas tinggi.


"Ta--pi bukannya kamu udah meninggal" ucap Bang Ibrahim memecahkan keheningan.


Aku duduk bergeser ke arah kak Dezia yang sadari tadi merunduk tak berani mendongkak padahal tadi saat berangkat kemari dia semangat entah apa yang membuat dia down.

__ADS_1


"Kak Dezia yang nyelamatin Fisya. Kalau enggak ada kak Dezia pasti saat itu aku udah meninggal,"


"Kak Dezia ini yanh udah rawat aku selama beberapa bulan terahkir ini bahkan Kak Dezia mau diceraiin sama suaminya gara-gara enggak ada kabar selamat rawat aku pas koma,"


"Kak Dezia lagi hamil 24 minggu. Suami-nya ngira kak Dezia kabur saat pelatihan kepolisian padahal kak Dezia dipulangin sama bimbingannya karena lagi hamil ehh.... suaminya malah ngira kak Dezia selingkuh,"


Tak ada yang memotong cerita ku semua anggota keluarga ku hanya diam mendengar dengan jelas semuanya.


"Kalau kamu masih hidup terus siapa wanita yang sama persis dengan kamu?" tanya Umi mendekat ke arah ku, putri semata wayang nya.


"Sebelum mobil yang di tumpangi Fisya masuk ke dalam jurang ada perempuan entah siapa yang meyebrang sembarangan," jawabku


"Tau enggak sih Umi hampir gila karena tau kamu kecelakaan," ucap Umi memeluk ku.


"Oh iyya Dezia, apa kamu sudah menjelaskan kepada suami kamu agar suami kamu tidak salah faham lagi jika kamu belum bertemu biar kami yang menjalas kan meminta maaf," ujar Abi, aku melirik kak Dezia lalu melirik bang Ibrahim.


"Emmm... tidak usah om, saya juga mau pulang," sahut kak Dezia.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan krisannya


__ADS_2